Home  / 
Gangguan Akibat Game Masuk Daftar Penyakit WHO
Minggu, 21 Oktober 2018 | 12:56:17
Jakarta (SIB) -Organisasi kesehatan dunia WHO memasukkan gangguan akibat game dalam daftar International Classification of Diseases (ICD). Gaming disorder dalam ICD 11 meliputi gangguan karena video game atau digital gaming. Dilansir dari laman WHO, gaming disorder ditandai dengan minimnya kontrol atas keinginan bermain game.

Bermain game menjadi prioritas utama dibanding kegiatan lain yang lebih berpengaruh dalam keseharian pasien. Gaming kemudian menjadi aktivitas harian, dengan pasien yang tidak menaruh minat pada kegiatan lain. Keinginan bermain game makin kuat dan terus berlanjut tanpa mampu dikendalikan pasien. Konsekuensi negatif dan respon buruk dari lingkungan sekitar tak membuat pasien berhenti bermain game.

Sesuai panduan dalam ICD 11, gaming disorder harus menunjukkan pola tertentu untuk didiagnosa. Pola ini mencakup tingkah laku pasien yang menghasilkan kerusakan cukup parah bagi pribadi, keluarga, hubungan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan aspek penting lainnya. Kejelasan dampak buruk dari perubahan perilaku ini telah berlangsung sedikitnya 12 bulan. Angka sebaran gaming disorder mungkin kecil di kalangan pecinta game. Namun hal ini bisa menjadi peringatan bila durasi game menjadi makin panjang hingga mengganggu kesehatan fisik, psikologi, dan fungsi sosial.

Efek samping game sebagai produk kemajuan teknologi sebetulnya sudah lama terdeteksi. Namun WHO perlu waktu untuk mengumpulkan bukti, kejadian, dan berkonsultasi dengan ahli dari berbagai macam disiplin ilmu. ICD 11 yang diluncurkan pertengahan 2018 merupakan hasil riset selama sekitar 11 tahun. Dimasukkannya gaming disorder dalam ICD 11 akan meningkatkan perhatian dan riset terhadap gangguan tersebut. Riset meliputi terapi untuk menekan risiko akibat gangguan, pencegahan, dan pengobatan.

ICD 11 adalah identifikasi dasar terkait statistik dan tren kesehatan global, serta standar internasional dalam melaporkan penyakit dan kondisi kesehatan. ICD 11 digunakan praktisi kesehatan seluruh dunia untuk mendiagnosa penyakit, serta peneliti untuk mengkategorikan kondisi kesehatan. ICD 11 juga bisa menjadi bahan pertimbangan negara untuk menyusun strategi kesehatan masyarakat dan mengawasi trend gangguan. (detikhealth/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU