Home  / 
4 Pemicu Serangan Jantung yang Tak Biasa, Kekenyangan Salah Satunya
Minggu, 7 Oktober 2018 | 13:19:47
Jakarta (SIB) -Playboy Italia, Maurizio Zanfanti, meninggal dunia di usia yang ke-63 tahun. Dari pemberitaan yang beredar, 'Zanzan' panggilan akrab Zanfanti, menghembuskan napas terakhir kalinya ketika sedang berhubungan dengan seorang turis muda karena serangan jantung.

Serangan jantung ketika bercinta terbilang kasus yang sebenarnya jarang terjadi, meski begitu ini juga bikin takut para pria juga. Penelitian mengenai hal ini terus dilakukan meski pada akhirnya menemukan bahwa serangan jantung pada saat hubungan seks biasanya dialami oleh pria yang memang mengalami riwayat sakit jantung sebelumnya.

Tapi tahu tidak sih ada empat hal lain yang juga tidak disangka yang bisa jadi pemicu serangan jantung? Dikutip dari Cleveland Clinic, ini dia beberapa di antaranya.

Olahraga berlebihan
Olahraga sih sehat, tapi kamu harus tahu batasan. Apalagi kamu juga orang yang tidak terbiasa olahraga dan mendadak jadi olahraga super keras.

"Kamu harus menghindari kelebihan aktivitas seperti ini jika kamu tidak terbiasa berolahraga, memiliki faktor risiko jantung seperti riwayat penyakit jantung di keluarga, diabetes, kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi, sebagai permulaan. Menguji kemampuanmu untuk berolahraga, terutama dalam cuaca ekstrem, bisa menjadi proposisi berbahaya," kata Curtis Rimmerman, MD, dari Cardiovascular Medicine di Cleveland Clinic.

Cuaca dingin
Suhu dingin menambah risiko serangan jantung karena menyebabkan arteri menyempit, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara mendadak. Gabungkan ini dengan aktivitas fisik dan efeknya bisa berbahaya.

Dr Rimmerman mengatakan orang-orang perlu mengingat kegiatan seperti menyekop salju adalah kerja keras dan memberikan beban tambahan pada jantung. Setiap tahun, menyekop salju mengirim lebih dari 11.000 orang ke rumah sakit. Sementara sebagian besar memiliki cedera ortopedi, 7 persen memiliki masalah jantung, dan banyak di antaranya adalah serangan jantung.

Emosi yang intens
Ternyata emosi yang intens, baik itu emosi baik maupun buruk, dapat berdampak pada impuls listrik jantung. Studi menunjukkan bahwa stres yang meliputi kebahagiaan ekstrim hingga dukacita akut memiliki kemampuan untuk memicu serangan jantung. Hal ini disebabkan oleh peningkatan detak jantung dan tekanan darah secara tiba-tiba dan disebabkan oleh peristiwa yang mengejutkan.

Studi terbaru tentang kesedihan menunjukkan bahwa risiko serangan jantung terbesar dalam 24 jam pertama setelah kehilangan orang yang dicintai dekat dan dapat tetap tinggi selama sebulan setelah kematian orang tersebut. Ditambah, dalam studi 36 tahun di John's Hopkins, ditemukan bahwa pria yang cepat marah lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung prematur dan lima kali lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung lebih awal.

Makan terlalu banyak
Penelitian menunjukkan bahwa makanan berat dapat memicu serangan jantung dalam waktu 26 jam setelah makan. Para peneliti percaya bahwa ini mungkin karena makan meningkatkan kadar hormon norepinefrin, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Studi menunjukkan pemicu lain untuk orang dengan gangguan fungsi jantung termasuk penggunaan narkoba dan alkohol yang berlebihan, terlalu banyak kafein dan polusi udara yang parah. (detikHealth/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Mendarat di Bulan Sudah Basi, Cina akan Ciptakan Bulan
Bamsoet Pastikan Kasus Penembakan di DPR Bukan Teror, Tapi Peluru Nyasar
Panitia Nasional Tinjau Venue Perayaan Natal 2018 di Medan
Korupsi Alat Kontrasepsi Rp 72 M, Pejabat BKKBN Dibui 2 Tahun
Gubsu Serahkan Tali Asih Rp 2,5 M kepada 10 Atlet Berprestasi di Asian Para Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU