Home  / 
Konsumsi Susu WNI Terendah di Asia Tenggara
Minggu, 26 Agustus 2018 | 12:38:10
SIB/Dok
SEMINAR SUSU: Para pembicara dan sejumlah ahli foto bersama pada seminar nasional Susu Sumber Zat Gizi Penting & Berkontribusi Positif untuk Mencapai Hidup Sehat, Kamis, (16/8), di Aula Direktorat Poltekkes Kemenkes Medan.
Medan (SIB) -Tingkat konsumsi susu warga negara Indonesia (WNI) terendah di Asia Tenggara. Konsumsi susu WNI berkisar  hanya 7,7 liter/orang/tahun. Bandingkan dengan India 44,4 liter, Filipina 11, Singapura 20, Malaysia dan Thailand 25 Liter. Kendala lain dari tingkat konsumsi susu itu adalah hampir 60 persen WNI menderita alergi susu/laktosa.

Demikian diutarakan Dr Tetty Herta Doloksaribu STP MKes dalam seminar nasional Susu Sumber Zat Gizi Penting & Berkontribusi Positif untuk Mencapai Hidup Sehat, Kamis (16/8), di Aula Direktorat Poltekkes Kemenkes Medan. Kegiatan diadakan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Medan, DPD Persagi Sumut dan Frisian Flag.

Tetty Herta Doloksaribu mengatakan hambatan dan tantangan pengenalan susu di masyarakat ada banyak faktor, satu di antaranya adalah faktor budaya. "Ada anggapan di tengah masyarakat mengkonsumsi susu mengakibatkan kegemukan. Padahal tidak," tegasnya. 

Ketua Panitia Bernike Doloksaribu SST MKes melaporkan, kegiatan itu diikuti lebih dari 1.000 undangan dari mahasiswa, DPD Persagi ditambah dosen Poltekes dan awam yang peduli kesehatan.

Ketua Jurusan Gizi Dr Oslida Martony SKM MKes mengatakan seminar bertujuan untuk menginformasikan tentang susu ke tengah masyarakat. Terlihat hadir Ketua DPD Persagi Sumut Efendi Nainggolan SKM MKes, Direktur Poltekkes Kemenkes Medan Dra Ida Nurhayati Mkes.

Sebelumnya, pembicara  Zakiah Murniati SFarm Apt yang Kabid Pengujian Pangan & Bahan Berbahaya POM Medan menerangkan peraturan Perundang-undangan di Bidang Susu dan Produk Susu dan Susu kotak masuk kategori golongan apa dan perinciannya.

Pembicara lainnya, Mahdiah DCN MKes menyoroti tentang Penggunaan & Manfaat Susu serta Mitos Konsumsi Susu di masyarakat. Menurutnya, manfaat susu adalah untuk tulang juga mencegah kanker usus, mengurangi efek PMS (Pramenstruasi Syndrome). "Susu juga bagi anak membantu pertumbuhan, bagi orang lanjut usia gunanya menjaga kepadatan tulang, susu juga membantu agar tulang tidak cepat keropos," jelasnya.

Dr Marudut Sitompul Bsc MPS dari DPP Persagi Jakarta mengatakan susu kental manis adalah susu dan ada gizi. Menurutnya, mitos susu kental manis penyebab diabetes mellitus, stunting, tidak bergizi, adalah keliru. "Baru-baru ini di salah satu TV swasta saya berdebat dengan anggota DPR yang mengatakan susu menyebabkan kegemukan dan diabetes. Sejumlah orang memang salah mengerti. Itu sebabnya wajib diberi tahu," katanya.

Moderator Novriani Tarigan DCN MKes dan Haryo dari Frisian Flag di penghujung kegiatan berbagi hadiah bagi postingan di akun media sosial yang beroleh terbanyak like dan subscribe. (R10/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU