Home  / 
Media Sosial Berperan Penting untuk Membuatmu Jadi Orthorexia
Minggu, 11 Maret 2018 | 14:47:09
Jakarta (SIB) -Media sosial adalah tempat berbagi dan mencari informasi, seperti yang dilakukan beberapa orang yang sedang dalam penerapan diet. Pilah-pilih makanan bisa mereka lakukan di medsos.

Misal, dengan memasukkan kata kunci #vegan, #healthyfood, atau #cleaneating semua orang bisa mendapat informasi bahkan inspirasi mengenai makanan sehat yang akan dipilihnya.

Begitu besar peran medsos, yang bahkan dalam sebuah penelitian yang dikutip dari The List menyatakan bahwa 50 persen orang-orang belajar mengenai makanan sehat di Twitter, Facebook, atau Instagram. Sedangkan 40 persen lainnya belajar dari situs web, aplikasi, dan blog.

Tapi jangan salah, dengan mencari informasi makanan sehat di medsos juga bisa memicu seseorang menjadi orthorexia. Yaitu gangguan makan yang membuat orang terobsesi dengan makanan yang serba sehat. Obsesi ini bisa jadi membuatmu terjebak ke dalam kebiasaan tak sehat dengan membatasi makanan.

Menurut pelatih dan blogger kesehatan, Maddy Moon, orang dengan orthorexia mudah terpicu hal baru mengenai makanan atau pola makan sehat. Maka dari itu, media sosial dapat dan memang memberi kontribusi pada kebiasaan makan yang terobsesi dengan pola dan makanan sehat.

"Ada yang bisa menulis tentang apapun (di medsos) dan seseorang yang mudah terpicu bisa mengikuti dan melanjutkan kebiasaan makan mereka yang terbatas dan tidak teratur dengan informasi baru itu," ujar Moon.

"Menurut saya ya, lebih mudah bagi orang untuk terus menumbuhkan obsesi mereka pada pola makan, diet, yang sehat karena mereka memiliki akses ke sana 24/7 di ujung jari mereka," tandasnya. (detikHealth/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor Bupati Batubara Tuntut Diangkat Jadi PNS
LSM KLiK : DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Pihak Terkait
Aliansi Mahasiswa Aksi Damai di Polres Asahan Tolak Deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU