Home  / 
Enam Kanker yang Banyak Menyerang Anak
Minggu, 25 Februari 2018 | 12:11:49
Jakarta (SIB) -Kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Kanker pada anak berbeda dari kanker pada orang dewasa. Kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sementara pada anak sampai saat ini belum ada pencegahannya.

Menurut data prevalensi kanker anak di Indonesia dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, ada sebanyak 16.291 anak umur 0-14 tahun. WHO memprediksikan akan terjadi "ledakan" pada pengidap kanker di tahun 2030.

"Dari 175 ribu anak yang terdiagnosis kanker, ada 90 ribu yang meninggal. Ini menyebabkan rendahnya angka 'survival rate'," jelas Prof dr H. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL(K). MARS, Direktur Utama RS Kanker Dharmais Jakarta, Kamis (15/2).

Kementerian Kesehatan RI mencatat setidaknya ada enam kanker yang paling sering diidap oleh anak-anak, berikut ulasannya:

1. Leukemia
Hampir 60 persen kanker yang dialami anak-anak adalah kanker darah atau leukemia. Sayangnya ketika dibawa ke rumah sakit kebanyakan sudah dalam tahap lanjut. Leukemia merupakan kanker pada jaringan pembentuk darah tubuh, termasuk sumsum tulang dan sistem limfatik.

Sumsum tulang ini nantinya akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan secara berlebihan. Jumlahnya yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.

Untuk mencegahnya, Prof Abdul Kadir menyarankan untuk tidak memberi anak-anak yang mengandung atau terpapar bahan kimia (seperti pengawet), hindari anak-anak dari asap rokok dan menghirup pestisida, serta minimalkan radiasi alat elektronik (telepon seluler, televisi, komputer).

2. Retinoblastoma
Kanker ini menyerang retina pada bola mata, umumnya pada bayi dan anak berusia di kurang dari 5 tahun. Kanker ini menjadi terbesar kedua di Indonesia hingga kuartal pertama 2017. WHO mencatat bahwa dua pertiga kasus retinoblastoma di dunia terdiagnosa pada umur kurang dari dua tahun, dan 95 persen pada umur kurang dari lima tahun.

Gejala umum retinoblastoma dapat berupa leukokoria, yaitu terdapat warna putih pada pupil mata saat disinari cahaya. Dapat juga terjadi juling, pembengkakan mata, dan mata merah.

Meskipun begitu, kanker ini dapat dideteksi secara dini dengan mudah, yaitu dengan tes "lihat merah". Yaitu sebuah pemeriksaan menggunakan alat oftalmoskop pada mata anak oleh petugas kesehatan.

Sekilas, bentuk alat tersebut mirip senter, dan digunakan untuk mengetahui keadaan retina mata. Jika terlihat pantulan merah di mata anak, maka mata anak tersebut sehat

3. Neuroblastoma
Neuroblastoma adalah jenis kanker langka yang berkembang dari sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak. Sebagian besar kasus neuroblastoma terjadi pada anak-anak usia lima tahun ke bawah.

Gejalanya pun beragam, tergantung di mana lokasi tumor kanker itu berkembang. Umumnya, pengidap neuroblastoma akan terlihat bola matanya menonjol, kelopak mata turun dan pupil melebar. Waspadai juga bila anak terus-terus mengeluh perut sakit dan terlihat membesar.

Dikutip dari American Cancer Society, survival rate untuk anak yang berisiko rendah terkena neuroblastoma adalah lebih dari 95 persen, lalu untuk yang berisiko sedang berada di antara 90-95 persen, dan yang berisiko tinggi survival rate-nya sekitar 40-50 persen.

Di Indonesia, beberapa tahun lalu viral seorang balita meninggal karena neuroblastoma. Tumor ganas pada perut anak tersebut diketahui sudah berada pada stadium empat saat diperiksakan oleh orang tuanya.

4. Limfoma Malignum
Kanker ini juga sering disebut dengan kanker kelenjar getah bening. Sel limfosit yang tidak normal (limfoma) bisa berkumpul di kelenjar getah bening dan menyebabkan pembengkakan.

Dilansir dari MayoClinic, kanker ini dapat dikategorikan dalam 2 jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Perbedaan utamanya terletak pada jenis sel limfosit yang diserang kanker dan dapat diketahui melalui pemeriksaan di bawah mikroskop.

Limfoma digolongkan dalam jenis Hodgkin apabila terdeteksi adanya sel abnormal Reed-Sternberg dalam pemeriksaan. Sementara limfoma tanpa sel abnormal tersebut termasuk dalam kategori limfoma non-Hodgkin.

Limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi dibandingkan limfoma Hodgkin. Diperkirakan hanya sekitar 20 persen dari kasus limfoma yang merupakan jenis Hodgkin.

5. Osteosarkoma
Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang paling sering dijumpai yang menyerang remaja berusia 20 ke bawah dan anak-anak. Kanker tulang jenis ini umumnya menyerang tulang-tulang berukuran besar pada bagian yang memiliki tingkat pertumbuhan tercepat.

Biasanya, kanker ini memiliki gejala nyeri di bagian tulang yang terdapat tumor (umumnya sekitar lutut atau lengan bagian atas). Kanker ini jika tidak segera ditangani, dapat mengakibatkan pengidapnya harus mengamputasi bagian yang terkena kanker.

6. Karsinoma Nasofaring
Merupakan jenis kanker pada tenggorokan (faring) yang muncul di area nasofaring, yaitu area belakang hidung dan area belakang langit-langit tenggorokan. Kanker ini tergolong jarang terjadi jika dibandingkan dengan kanker pada kepala atau leher lainnya.

Di Indonesia, KNF merupakan keganasan terbanyak ke-4 setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru. Berdasarkan GLOBOCAN 2012, 87.000 kasus baru nasofaring muncul setiap tahunnya (dengan 61.000 kasus baru terjadi pada laki-laki dan 26.000 kasus baru pada perempuan), serta 51.000 kematian akibat KNF (36.000 pada laki-laki, dan 15.000 pada perempuan.

Gejala yang muncul dapat berupa telinga terasa penuh, tinnitus (telinga berdenging), otalgia (nyeri pada telinga), hidung tersumbat, dan lendir bercampur darah. Pada stadium lanjut dapat ditemukan benjolan pada leher, terjadi gangguan saraf, diplopia (penglihatan berbayang), dan neuralgia trigeminal. (detikHealth/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
F-PG DPRD Deliserdang Minta DAS Sungai Ular Jadi Area Persawahan dalam RTRW
Sebarkan Info Hoaks, Pemilik Akun Instagram Dilaporkan ke Polisi
Kasus HIV/AIDS Makin Banyak di Sergai, Semua Pihak Diminta Serius
Wali Kota Lepas Kirab Api Obor Asian Para Games 2018 di Medan
Jenazah Uskup Sibolga Mgr Ludovicus Simanullang Dimakamkan di Aektolang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU