Home  / 
Usia Perokok di Indonesia Makin Lama Makin Muda
Minggu, 31 Desember 2017 | 13:43:54
Jakarta (SIB)- Harga rokok di Indonesia menjadi sorotan karena dinilai jauh lebih murah jika dibandingkan dengan negara lainnya. Bahkan, disebut-sebut masuk dalam daftar 20 besar negara di dunia yang menjual rokok dengan harga termurah.

Hal ini, ditambah iklan yang sangat masif, diduga sebagai pemicu munculnya perokok-perokok berusia belia, seperti yang dijelaskan oleh Laksmiati A. Hanafi, Ketua Harian Komnas Pengendalian Tembakau dalam acara #IbuCerdas shopping race di Pejaten Village Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Ada kecenderungan usia mulai merokok makin-lama makin muda. Ada yang 4-5 tahun. Alasannya peraturan tidak ketat, harga murah, dan bisa dibeli ketengan. Anak kecil kalau dikasih uang saku, dia mikir 'ah cool nih beli rokok'," ujar wanita yang aktif menyuarakan kampanya #RokokHarusMahal.

Terlebih, rokok kini dianggap sebagai sesuatu yang biasa dalam kehidupan sehari-hari baik bagi yang merokok atau yang tidak merokok meskipun pemahaman soal bahayanya sudah cukup baik.

"Rokok itu kan sudah dianggap sesuatu yang normal. Meski sudah tahu bahayanya, mereka menganggap itu biasa saja karena efeknya munculnya tidak sekarang, tapi 10-15 tahun mendatang," tutur Mia.

Perokok Aktif
Seorang perempuan, khususnya seorang ibu, memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menentukan masa depan keluarganya. Hal ini juga didukung oleh Laksmiati A. Hanafi, Ketua Harian Komnas Pengendalian Tembakau dalam acara #IbuCerdas shopping race di Pejaten Village Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Perempuan itu kan yang berperan sangat besar di dalam rumah tangga. Ia yang menentukan belanja, menentukan perilaku. Kalau dia sendiri juga merokok, sulit," kata wanita yang akrab disapa Mia ini.

Masih menurut wanita yang tengah aktif mengampanyekan soal #RokokHarusMahal ini, satu dari tiga orang di Indonesia adalah perokok. Meski diidentikkan perokok adalah mayoritas lelaki, angka perokok wanita juga mengalami peningkatan.

"Satu dari tiga orang di Indonesia adalah perokok. Dari tiga laki-laki, dua perokok. Perempuan sudah 5-6 persen yang tadinya cuma 2-3 persen," ujar Mia.
Untuk urusan mengapa seorang wanita akhirnya lari ke aktivitas merokok, hal ini belum dapat dijelaskan secara pasti. Sebab, untuk urusan seperti ini faktor pendorongnya tentunya sangat individual. Satu orang ke orang lainnya punya dorongan yang mungkin saja berbeda.

"Tapi, iklan itu sangat besar pengaruhnya," pungkasnya. (detikHealth/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Walhi Ingin Anak-Anak Masa Depan Masih Bisa Lihat dan Rasakan Hutan Rimba
Wagubsu Nurhajizah Dapat Penghargaan “Tokoh Wanita Sumatera Utara”
Lahir dari Nurani, N4J Himpun Beragam Kalangan Dukung Jokowi
Relawan Luncurkan Aplikasi Jutaan KTP Dukung Jokowi di 2019
MA Hapus Pajak Air Freeport Rp 3,9 Triliun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU