Home  / 
Musim Hujan Buat Tubuh Lebih Rentan Gangguan Kesehatan
* dr Hj Tetty Keliat Sarankan 8 Tips Menjaga Kesehatan
Minggu, 3 Desember 2017 | 14:16:43
Medan (SIB) -Akhir tahun hingga menjelang awal tahun baru, iklim di Indonesia biasanya terasa dingin. Hujan yang terus-menerus mengguyur dari pagi hingga malam terkadang menjadi rutinitas yang mau tidak mau harus dihadapi masyarakat. Pergantian musim dari kemarau ke penghujan biasanya membuat tubuh lebih rentan terhadap gangguan kesehatan, karena tubuh dipaksa beradaptasi dengan suhu dan kelembapan udara yang berbeda daripada sebelumnya.

"Jika tidak segera mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius, maka kemungkinan tubuh terkena penyakit akan lebih besar. Sehingga tak heran jika ruang tunggu dokter akan lebih penuh saat musim ini. Penyakit yang menjangkit di musim penghujan ini bukan hanya rentan menyerang orang dewasa, anak-anak juga justru lebih beresiko," kata dokter umum dr Hj Tetty Rossanti Keliat kepada wartawan via seluler di Medan, Rabu (29/11).

Dokter Tetty mengatakan, ada beragam penyakit yang rentan menyerang tubuh saat musim penghujan, seperti flu, batuk, sesak nafas, pilek, masuk angin, penyakit kulit hingga demam berdarah. "Apabila penyakit tersebut menjangkiti anda, tentu tubuh akan menjadi tidak fit, akibatnya aktivitas sehari-hari akan menjadi terhambat. Lantas bagaimana cara agar kondisi tubuh tetap fit saat musim penghujan?" ujarnya.

Tetty menyarankan, delapan tips menjaga kesehatan saat musim hujan, pertama konsumsi vitamin. Konsumsi vitamin terutama vitamin C amat dianjurkan.
Kandungan vitamin C ini bisa juga anda peroleh secara alami dari kandungan buah-buahan seperti buah jeruk, buah strawberry dan masih banyak lagi.
"Mengkonsumsi vitamin C secara rutin akan memastikan kebutuhan vitamin C dalam tubuh terpenuhi, yang pada akhirnya akan membantu anda meningkatkan fungsi sistem imun dalam tubuh," ungkapnya.

Kedua, pastikan untuk selalu higienis setiap hari. Saat musim penghujan kuman dan bakteri akan berkembang biak lebih leluasa karena kelembaban yang begitu tinggi. Untuk itulah, mengapa tubuh lebih rentan terhadap gangguan tubuh. Ketiga, bersihkan lingkungan. Hujan yang terus-menerus mengguyur saat musim penghujan membuat lingkungan menjadi lebih kotor daripada saat musim kemarau. Hal ini dipicu karena tingkat kelembaban udara yang lebih tinggi yang membuat sampah atau limbah menjadi lebih mudah membusuk yang pada akhirnya menjadi sumber kuman.

Keempat, penuhi kebutuhan cairan tubuh. Seringkali manusia mengabaikan konsumsi terhadap air putih terutama saat musim penghujan. Udara yang dingin menjadikan alasan rasa haus jarang terjadi. Untuk itu seringkali manusia melewatkan mengkonsumsi air putih secara cukup. Namun faktanya baik musim kemarau maupun musim penghujan kebutuhan cairan dalam tubuh tetap saja sama.

Kelima, menjaga asupan makanan "Tetap jaga asupan makan sehat anda terutama saat musim penghujan. Ada baiknya, perbanyak konsumsi makanan hangat dan berkuah agar tubuh tetap merasa hangat meski udara begitu dingin. Misalnya konsumsi sup kuah, sayuran dengan kuah hangat, soto ayam dan makanan berkuah sehat lainnya," katanya.

Keenam, makan saat lapar. Suhu yang dingin saat musim penghujan biasanya membuat nafsu makan menjadi lebih besar. Namun sayangnya metabolisme saat musim ini menjadi lebih lambat daripada biasanya. Ketujuh, perhatikan pola tidur. Udara dingin saat musim penghujan mengundang rasa kantuk yang melulu. Namun jangan pernah menghiraukan rasa kantuk ini. Ambillah waktu istirahat dan tidurlah secukupnya, namun jangan pula tidur dengan waktu atau porsi yang berlebih.

Kedelapan, kenakan pakaian yang tebal dan hangat. Pakaian juga akan memengaruhi kesehatan manusia di musim penghujan. Baju tipis dan transparan kurang cocok dikenakan saat musim ini, terutama jika aktifitas yang anda lakukan lebih banyak diluar ruangan. "Untuk itu, ada baiknya beralihlah pada pakaian yang lebih tertutup, tebal serta terasa hangat untuk tubuh anda. Pakaian dengan model seperti ini tentunya akan menjaga anda dari udara dingin saat musim penghujan," jelas dr Tetty mengakhiri. (A17/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU