Home  / 
Masak Nasi Goreng Pakai Minyak Jagung Dapat Turunkan Risiko Diabetes
Minggu, 3 Desember 2017 | 14:15:45
Jakarta (SIB) -Peneliti di Indonesia dari Institut Pertanian Bogor, jurusan Teknologi Pangan menemukan bahwa memasak nasi goreng dengan menggunakan minyak jagung bisa menurunkan risiko diabetes melitus tipe 2.

Salah satu peneliti, I Dewa Gede Agung Sastrawan Negara Putra menjelaskan, penelitian yang dilakukannya selama satu tahun ini menemukan bahwa nasi goreng yang dibuat dengan minyak jagung memiliki pati resisten yang tinggi.

Makanan kaya pati resisten dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Karena pati resisten tidak dikonversi menjadi gula darah, mengonsumsi makanan yang mengandung pati ini bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil.

"Jenis pati seperti pati resisten itu maksudnya yang tidak dapat dicerna dalam saluran sistem pencernaan manusia. Jadi kalau pati resisten dalam suatu makanan tinggi maka bisa menurunkan kadar gula darah," ujar Dewa dalam press conference Nutrifood Research Center (NRC) Grant 2016, di DoubleTree Hotel, Selasa (28/11).

Seperti diketahui biasanya pati dengan nasi ketika dicerna akan menjadi gula, kalau gula terlalu tinggi orang lebih mudah kena diabetes.

Menurut Dewa jenis nasi yang paling baik untuk dijadikan nasi goreng adalah nasi pera karena tergolong memiliki kadar pati resisten tinggi. Sedangkan minyak yang memiliki kadar pati resisten tinggi adalah minyak jagung.

"Kami mengangkat nasi goreng karena melalui temuan ini kami ingin menginformasikan bahwa pangan lokal yang kita makan sehari-hari mengandung pati resisten. Apalagi nasi goreng sering dibilang sebagai makanan yang tidak sehat." tambah Dewa.

Untuk membuat nasi goreng yang sehat ini, Dewa menjelaskan bahwa porsi minyak jagung yang disarankan adalah 7,5 persen dari berat nasi yang digunakan. Ia mencontohkan, jika nasi yang digunakan sebanyak 500 gram maka minyak jagung yang diperbolehkan sekitar 37,5 gram.

"Penelitian ini kami informasikan sebagai dasar bahwa ternyata pangan makanan lokal yang biasa kita makan sehari-hari juga mengandung pati resisten jika kita menggunakan minyak jagung dalam memasaknya." tutup Dewa.

Ia juga menjelaskan harapan dari penelitian ini masyarakat bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya peneliti dan akademis saja yang mengerti tetapi masyarakat juga bisa menerapkannya. (detikhealth/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Terima Kirab Obor Paskah Nasional, Bupati Karo Ajak Tingkatkan Kasih Persaudaraan
Pemkab Langkat Beri Bantuan Korban Kebakaran di Pangkalan Brandan
Kejaksaan Dairi Gelar Penyuluhan dan Penerangan Hukum di SMAN 2 Sidikalang
Dandim Tetap Pantau Kegiatan TMMD Imbangan 101 di Agara
KAHMI Langkat Gelar Musda III
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU