Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Waspada Gejala Stroke yang Terabaikan
Minggu, 29 Oktober 2017 | 22:39:21
Jakarta (SIB)- Stroke sering disebut sebagai the silent killer karena dianggap tak bergejala namun ketika menyerang langsung berakibat fatal. Padahal menurut pakar, stroke bukannya tidak bergejala, namun gejalanya sering terabaikan.

"Stroke sangat menakutkan karena ketika saya berbicara kepada pasien, banyak dari mereka yang mengetahui gejala stroke dan mengalaminya, namun tidak mencari pengobatan karena dianggap akan berlalu dengan sendirinya," ungkap Carolyn Brockington, MD, Direktur Mount Sinai Stroke Center, New York City, dikutip dari berbagai sumber.

Dikatakan Carolyn, penglihatan kabur, diikuti dengan perasaan pusing dan mata yang lelah tergolong gejala stroke akibat kurangnya pasokan oksigen ke mata. Namun masalah ini kerap diabaikan dan dianggap muncul karena terlalu lelah atau pengaruh usia.

Selain mata, gejala stroke yang sering diabaikan lainnya adalah sering kesemutan dan perasaan kebas di tangan dan kaki. Hal ini terjadi karena berkurangnya pasokan darah akibat pembuluh darah yang tersumbat.

"Jika ini terjadi berulang, harusnya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Namun sekali lagi, orang-orang menyepelakannya dan mengira kebas dan kesemutan terjadi hanya karena lelah," ujarnya.

Hal senada pernah diungkapkan oleh Prof Moh. Hasan Machfoed, MD, MSc, PhD, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Gejala stroke yang sering terjadi namun telat ditangani di antaranya cara bicara yang menjadi cadel, serta penurunan fungsi gerak tangan dan kaki.

Selain itu, bisa juga terjadi penurunan fungsi gerak pada tangan dan/atau kaki sebelah kanan atau kiri. Kemampuan bicaranya juga bisa menjadi menurun, bahkan bisa sampai tidak mampu bicara yang jelas sama sekali.

"Saat diajak bicara, orang itu juga biasanya akan mengalami penurunan konsentrasi dan cenderung tidak fokus," ujar Prof Hasan, beberapa waktu lalu.

Memperbesar Risiko Stroke?
Menurut dokter spesialis bedah saraf dari Mayapada Hospital, dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, jantung merupakan mesin utama sirkulasi darah. Apabila terdapat gangguan pada jantung, maka kemungkinan besar terjadi gangguan pembuluh darah di otak. Tentunya hal ini memicu munculnya stroke.

"Kalau punya penyakit jantung, betul berpotensi ya..," jawab dr Ryu, demikian ia disapa, dalam Live Chat 'Mitos dan Fakta Seputar Stroke'.
Mengenai faktor penyebabnya, umumnya, dikatakan dr Ryu, ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit stroke, di antaranya yang paling utama adalah diabetes melitus, hipertensi atau tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

"Genetik (kekakuan pembuluh darah), stres, yang lain masih buanyaaakkkk," tambah dr Ryu.
Meski stroke menyerang secara mendadak, namun stroke bisa diprediksi dengan menurunkan risiko penyebabnya, yaitu dengan berhenti merokok, olahraga yang terkesan santai bukan olahraga kompetisi dan juga tidak makan berlebihan terutama tidak makan makanan yang berlemak.

"Kalau ada sakit diabetes, harus minum obat sampai gula darah normal. Kalau ada hipertensi, minum obat sampai tekanan darah normal yaaa," saran dr Ryu. (detikhealth/f)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepala LAN RI Dr Adi Suryanto MSi : PP No 11/2017, Membawa Transformasi Baru Terhadap Tata Kelola ASN
Lemhannas Minta Pemerintah Perluas Kewenangan UKP Pancasila
Benny Pasaribu: Untuk Memenuhi KEJ, Wartawan Indonesia Perlu Memahami Norma Keagamaan
Gubsu Ajak Semua Elemen Dukung Pelestarian Hutan Tropis
Dalang Pembunuh Massal Top AS Charles Manson Meninggal
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU