Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
6 Isu Kesehatan Seputar Mi Instan yang Terbukti Hoax
Minggu, 29 Oktober 2017 | 22:37:47
Jakarta (SIB)- Mi instan adalah bahan makanan favorit banyak orang karena rasanya yang beragam, murah, dan praktis. Namun demikian para ahli kesehatan tidak menyarankan mengonsumsi mi instan secara rutin karena kandungan gizinya yang kurang.

Berkaitan dengan hal tersebut di internet beredar banyak himbauan untuk menjauhi mi instan namun dengan alasan yang keliru. Dikutip dari berbagai sumber berikut beberapa isu miring seputar mi yang pernah dibahas:
1. Sebabkan usus bocor
Tahun 2008 beredar pesan yang menyebut bahwa ada seorang anak bernama Hilal yang karena kebanyakan makan mi instan ususnya jadi lengket dan bocor. Berita Hilal yang dioperasi karena ususnya bocor memang fakta, namun soal penyebabnya karena makan mi instan belum bisa dipastikan.

Ahli pencernaan dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan kemungkinan sang anak punya kondisi medis lain. Mi terdiri atas tepung dan hanya bahan makanan biasa sehingga kecil kemungkinan menyebabkan masalah usus.

"Jadi bisa dibilang makan mi instan itu tidak ada hubungannya dengan usus lengket dan bocor. Itu hoax dan mesti dikonfirmasi lagi kasusnya (Hilal) kenapa, " ucap dr Ari.

2. Mengandung lilin
Ketika mi instan dimasak maka air rebusannya akan terlihat keruh dan sedikit berminyak. Hal ini sempat ramai karena disebut bukti bahwa mi mengandung lilin namun dibantah oleh pakar gizi teknologi pangan Profesor Made Astawan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Enggak ada lilin dalam kandungan mi instan. Itu dibuat seperti mi kering pada umumnya cuma digoreng dan kandungan patinya bila diguyur dengan air panas cepat melunak," ucapnya.

3. Sumbatan usus
Beredar video di media sosial yang menunjukkan dokter sedang mengeluarkan apa yang tampak seperti mi panjang dari usus seorang pasien. Narasi yang menyertakan video menyebut bahwa ini adalah kasus sumbatan usus oleh mi karena tubuh tidak bisa mencernanya.

"Penyumbatan usus karena konsumsi mi diangkat melalui operasi. Sangat menyeramkan. Tolong sebarkan tunjukkan ini ke anak-anak terutama anak kecil," tulis pesan tersebut.

Penelusuran yang dilakukan oleh Indonesian Hoaxes menemukan ada video yang sama persis di internet namun telah lebih dulu diunggah berjudul pengangkatan cacing parasit. Didalam video terlihat jelas benda panjang itu adalah parasit Ascaris lumbricoides atau cacing gelang.

4. Dicampur coklat bikin keracunan
Ada informasi yang menyebut bahwa ketika mi instan dimakan bersamaan dengan coklat dapat menyebabkan keracunan. Alasannya karena coklat memicu reaksi kimia mengubah arsenic pentoxide pada mi menjadi arsenik trioxide.

Menanggapinya ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND, menyebut bahwa itu tidak benar karena semua produk mi instan yang dijual bebas sudah mendapat izin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Bukannya tidak mungkin ada kontaminasi arsenik atau keracunan. Tapi yang tidak mungkin adalah produsen mi yang sudah lolos sertifikasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan-red), dengan sengaja memakai arsenik sebagai bahan bakunya. Jadi ini super duper hoax," kata Victoria.

"Biasanya biar bikin tambah keren dipakai bahasa-bahasa kimia, ditulis semua," pungkasnya.

5. Dimasak bareng bumbu bisa picu kanker
"Hati-hati, bumbu mi instan tidak boleh dimasak! Peringatan bagi kita semua bahwa mi instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya, karena MSG (monosodium glutamat) jika dimasak di atas suhu 120 derajat celcius akan berpotensi menjadi karsinogen alias pencetus kanker," begitu lah isi pesan yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Menurut pakar nutrisi Jansen Ongko, MSc, RD, tidak ada bukti ilmiah untuk hal tersebut. Selain itu menurutnya tidak mungkin juga memasak mi di atas suhu 120 derajat celsius karena titik didih air hanya 100 derajat celsius.

Memang beberapa penelitian menyebut bahwa proses masak dengan suhu tinggi dapat menghasilkan produk pyrolisis yang bersifat karsinogen. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk MSG saja.

"Makin tinggi suhu dan makin lama proses pemanasan, akan meningkatkan kemungkinan terjadinya produk pirolisis. Dan itu tidak hanya berlaku bagi glutamat, tapi juga asam amino lainnya, bahkan karbohidrat," kata Jansen.

6. Berubah warna dicampur obat luka
Ada video eksperimen yang menunjukkan bahwa mi instan dapat berubah warna ketika dicelup ke dalam air yang telah dicampur obat luka. Disebut bahwa hal tersebut membuktikan bahwa mi instan mengandung bahan kimia berbahaya.

Padahal faktanya perubahan warna terjadi karena larutan iodine bereaksi terhadap kandungan amilum atau pati yang ada pada mi. Semakin biru kehitaman warna yang dihasilkan berarti makin tinggi kandungan patinya.

Hal serupa berlaku dengan bahan makanan lain dengan kandungan pati yang tinggi seperti beras atau kentang. (detikhealth/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepala LAN RI Dr Adi Suryanto MSi : PP No 11/2017, Membawa Transformasi Baru Terhadap Tata Kelola ASN
Lemhannas Minta Pemerintah Perluas Kewenangan UKP Pancasila
Benny Pasaribu: Untuk Memenuhi KEJ, Wartawan Indonesia Perlu Memahami Norma Keagamaan
Gubsu Ajak Semua Elemen Dukung Pelestarian Hutan Tropis
Dalang Pembunuh Massal Top AS Charles Manson Meninggal
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU