Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Tubuh Gemuk Rentan Digerogoti Berbagai Jenis Kanker
Minggu, 24 September 2017 | 20:51:29
Jakarta (SIB) -Kegemukan selalu dikaitkan dengan berbagai macam penyakit, termasuk kanker. Studi yang dilakukan International Agency for Research on Cancer baru-baru ini juga menyebutkan bahwa tidak hanya satu namun kegemukan berkaitan dengan belasan jenis kanker.

Berikut ini jenis-jenis kanker yang berkaitan dengan kegemukan.

1. Kanker payudara
Pada wanita, kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Namun hal ini biasa terjadi pada seseorang yang telah menopause. Sebab pada wanita yang telah menopause, jaringan lemak bisa menghasilkan hormon estrogen.

Sayangnya, beberapa hormon estrogen bisa memicu kanker payudara. Sehingga lemak yang berlebihan pada tubuh bisa menjadi tanda dari hormon estrogen yang juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Menurut National Cancer Institute, wanita dengan obesitas yang telah menopause bisa memiliki risiko sebanyak 20 sampai 40 persen kanker payudara dibandingkan wanita dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang normal. Kemudian, setiap pertambahan lima poin pada IMT juga meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak 12 persen.

2. Kanker kolon atau usus besar
Pria dan wanita dengan kelebihan berat badan memiliki kemungkinan sekitar 30 persen mengalami kanker usus besar. Nah, ada dua teori mengenai hubungan kegemukan dengan kanker usus besar ini.

Diketahui sebelumnya, orang dengan obesitas cenderung mengalami resistensi insulin. Sehingga studi menemukan kaitan bahwa resistensi insulin dapat meningkatkan kadar gula darah dan juga meningkatkan risiko kanker usus besar.

Selain itu, jaringan lemak juga melepas hormon yang disebut adipokines. Hormon ini berfungsi dalam peningkatan pertumbuhan sel, termasuk sel kanker usus besar.

3. Kanker endometrium
Kanker endometrium dua sampai empat kali lebih sering terjadi pada wanita dengan kelebihan berat badan. Jenis kanker ini juga dipicu oleh hormon estrogen dari jaringan lemak.

Namun, ada juga peneliti yang menyebutkan kanker endomatrium berkaitan dengan resistensi insulin. dr Neil Iyengar dari Breast Cancer Research Foundation mengatakan bahwa proses hormon dan metabolisme bisa menyebabkan produksi kanker endometrium.

4. Kanker esofagus
Memiliki kelebihan berat badan dapat membuat Anda dua kali lebih mungkin mengalami jenis kanker esofagus atau kerongkongan yang dikenal dengan adenokarsinoma esofagus. Kanker ini bermula pada sel di kerongkongan yang memproduksi lendir dan cairan lainnya.

Misalnya seperti kondisi dari gastroesophageal reflux disease (GERD) yang menyebabkan asam lambung bergerak ke bagian bawah kerongkongan. Hal ini merupakan salah satu faktor risiko dari jenis kanker. Menurut American Cancer Society (ACS), GERD sendiri lebih sering terjadi pada orang gemuk.

Sementara itu, penelitian yang lain menyebutkan peradangan kronis akibat jaringan lemak di sekujur tubuh juga dapat menyebabkan kanker kerongkongan.

5. Kanker kantung empedu
Ada sekitar 20 persen peningkatan risiko kanker kantung empedu pada seseorang dengan kelebihan berat badan dan sekitar 60 persen pada seseorang dengan obesitas. Hal ini bisa terjadi berdasarkan riwayat batu empedu.

Pasalnya, batu empedu merupakan faktor risiko terbesar dari kanker kantong empedu. Diketahui bahwa batu empedu lebih sering terjadi pada orang dengan tubuh yang gemuk.

6. Kanker ginjal
Kanker sel ginjal merupakan jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi. Risiko kanker ini terjadi hampir dua kali lebih sering pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Peneliti menyebutkan, resistensi insulin menjadi faktor risiko dari kanker ginjal dan kondisi pra-diabetes ini lebih sering terjadi pada orang dengan berat badan berlebih.

7. Kanker hati
Kanker hati juga bisa terjadi pada seseorang dengan kelebihan berat badan, bahkan risiko bisa terjadi dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang dengan berat badan yang normal. Peneliti melihat penyebab lain dari kanker hati bisa terjadi karena hepatitis C dan infeksi virus.

Hal itu bisa disebabkan oleh hepatitis atau penyalahgunaan alkohol yang menyebabkan peradangan kronis. "Sama seperti peradangan yang disebabkan kelebihan berat badan. Dalam dua kasus tersebut peradangan bisa memicu pertumbuhan sel kanker," kata dr Iyengar.

8. Meningioma
Meningioma merupakan jenis tumor yang bermula dari meninges, yaitu selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang dan biasanya tumbuh perlahan. Risiko meningioma sendiri lebih tinggi 20 persen pada orang dengan kelebihan berat badan dan lebih tinggi 50 persen pada orang dengan obesitas.

Namun sampai saat ini belum ada penjelasan yang tepat antara berat badan dan kejadian meningioma. "Masih banyak hal yang perlu diteliti," ucap dr Iyengar.

9. Multiple myeloma
Kanker ini merupakan jenis dari kanker darah yang memengaruhi sel plasma di sumsum tulang. Sebanyak 10 hingga 20 persen penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Menurut dr Iyengar, zat yang menyebabkan inflamasi terbentuk dari sel lemak dan ikut membantu pertumbuhan multiple myeloma. Hal ini terjadi karena adanya sel lemak di sumsum tulang.

10. Kanker ovarium
Kanker ovarium juga lebih sering terjadi pada wanita dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi. Penambahan IMT sebanyak lima poin berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ovarium sebanyak sepuluh persen.

Sama halnya dengan kanker payudara dan endometrium, kanker ovarium juga dipicu oleh hormon estrogen. Hormon estrogen merupakan hormon yang diproduksi pada jaringan lemak berlebih atau akibat disfungsi metabolik seperti resistensi insulin.

11. Kanker pankreas
Seseorang dengan obesitas memiliki risiko kanker pankreas sebesar 20 sampai 50 persen. Pankreas sendiri merupakan peran terpenting dari kesehatan metabolik di mana insulin dibuat dan adanya masalah insulin bisa berkaitan dengan risiko kanker.

"Pankreas yang dikelilingi oleh lemak bisa menghasilkan peradangan dan memicu sel kanker pankreas juga," imbuh dr Iyengar.

12. Kanker lambung
Menurut National Cancer Institute, orang dengan obesitas hampir dua kali lebih sering terkena kanker gastric cardia yang merupakan jenis penyakit yang menyerang bagian atas perut.

Belum banyak bukti ilmiah yang menjelaskan kaitan ini. Tapi ada kemungkinan gangguan dari mikroba atau keseimbangan bakteri sehat dan jahat di usus menjadi penyebabnya.

13. Kanker tiroid
Peningkatan lima poin pada IMT berkaitan dengan peningkatan risiko kanker tiroid sebanyak sepuluh persen. Menurut National Cancer Institute, tiroid merupakan kelenjar yang membantu mengendalikan metabolisme tubuh.

dr Iyengar menjelaskan, kanker tiroid berbeda dengan kanker payudara atau ovarium. Pasalnya, kanker tiroid tidak berkembang karena hormon estrogen yang dibuat oleh jaringan lemak. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara berat badan dengan risiko kanker tiroid. (detikhealth/c)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU