Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
8 Makanan yang Sering Jadi Perantara Bakteri Penyebab Keracunan
Minggu, 13 Agustus 2017 | 19:52:51
Jakarta (SIB)- Keracunan makanan bukan kasus yang bisa dianggap sepele. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan diperkirakan setiap tahunnya ada 600 juta kasus keracunan di dunia.

Menurut Autralian Institute of Food Safety keracunan makanan tidak selamanya berasal dari makanan asing tapi juga bisa dari makanan yang sudah akrab di lingkungan kita. Ini dia daftarnya seperti yang dikutip detikHealth dari Food Safety, Rabu (9/8).

1. Unggas
Sejumlah bakteri senang berkumpul di daging unggas mentah. Karena itulah kasus keracunan karena unggas terjadi disebabkan proses masaknya yang tidak membunuh bakteri secara menyeluruh. Tidak mencucinya sebelum di masak juga bisa menyebarkan bakteri.

2. Telur
Telur memang sehat dan bisa jadi sumber protein yang baik. Tapi ketika mengonsumsinya secara mentah atau tidak matang secara menyeluruh, bakteri salmonella bisa menyerang tubuh dan menyebabkan keracunan. Perlu diketahui, salmonella tak hanya ada di cangkang telur namun juga bisa masuk kedalamnya.

3. Sayuran hijau
Sayuran hijau perlu dimasak terlebih dahulu untuk menghindari bakteri seperti E.coli yang biasanya hidup tanah di mana sayuran tersebut tumbuh.
Sebelum dimasak pun sayuran harus dicuci dengan air mengalir, selain untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri namun juga untuk menghilangkan sisa pestisida yang ada.

4. Susu
Memang segar rasanya mengonsumsi susu yang baru saja diperah, tapi risikonya juga tinggi. Meskipun susu salah satu pertolongan pertama saat keracunan makanan, tapi susu segar yang tidak dipanaskan bisa menjadi tempat bakteri salmonella, E.Coli, atau listeria.

Sebaiknya susu dipasteurisasi untuk membunuh bakteri yang ada dan terhindar dari kemungkinan keracunan makanan.

5. Keju
Staphylococcus aureus adalah bakteri yang biasanya mengontaminasi keju. Bahayanya, bakteri ini tahan terhadap suhu tinggi. Jadi, cara terbaik untuk mencegah penyebaran bakteri, simpan keju di bawah suhu 5 derajat celsius dan pegang keju dalam keadaan tangan yang bersih (atau gunakan sarung tangan).

6. Tauge
Tumbuh di area yang hangat dan basah menjadikan tauge sarang yang asik untuk pertumbuhan bakteri seperti salmonella dan E.coli. Jika memakan tauge dalam keadaan mentah, sebaiknya olah dulu dengan panas agar bakteri yang ada bisa mati terlebih dahulu.

7. Seafood
Makanan seperti kerang menjadi berbahaya karena alga yang hidup di dalamnya memproduksi racun. Bahkan sejumlah kasus keracunan kerang juga sudah cukup dikenal dalam dunia medis seperti eurotoxic shellfish poisoning, amnestic shellfish poisoning dan paralytic shellfish poisoning.

Begitu juga bila ikan tidak disimpan dalam suhu yang tepat. Daging ikan yang membusuk bisa menghasilkan senyawa histamin yang bisa menyebabkan keracunan Scombroid.

8. Daging
Daging terlebih daging mentah sangat mudah untuk terjangkit bakteri seperti listeria. Karena itu, menyimpan daging harus terus berada di bawah suhu 5 derajat celsius untuk mencegah perkembangan bakteri. Memasaknya juga harus sampai benar-benar matang (well-done) untuk memastikan bakteri tersebut sudah benar-benar mati. (detikhealth/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pimpinan DPR Minta Calon Pemimpin Tak Hanya Kejar Popularitas
Novanto Layangkan Gugatan ke PTUN Soal Pencegahan ke Luar Negeri
Kayuh Sepeda Kuning, Jokowi Bagikan Sepeda Merah
Viral Video Siswa SD Hisap Vape, KPAI Minta Ortu Turun Tangan
Said Aqil Minta Pencatut Logo PBNU di Iklan Kondom untuk LGBT Ditangkap
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU