Home  / 
Pembeli Lelang Beretikat Baik, Digugat di PN Medan
* Elman Simangunsong SH MH: Kita Gugat Balik
Selasa, 30 Oktober 2018 | 19:57:13
Medan (SIB) -Pembeli lelang beretikat baik digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (29/10). Adapun pembeli lelang yang digugat itu bernama Firman Kaharputra telah mengikuti proses pembelian objek tanah dan bangunan bersertifikat hak milik yang terletak di Jalan Sei Kerah Kelurahan Sidodadi Kecamatan Medan Timur, sesuai ketentuan yang berlaku. 

Proses lelang tersebut digelar oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan pada Kantor Wilayah DJKN Sumut dibawah Kementrian Keuangan RI Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Kepada wartawan, Firman melalui kuasa hukumnya Elman Simangunsong SH MH didampingi Alfrido Sitanggang SH, Lolla Astika Sinabutar SH dan Ernita Grace Sianturi SH mengatakan bahwa kliennya telah digugat ke PN Medan. Saat ini proses persidangan dalam agenda mediasi yang digelar oleh PN Medan. "Saat ini sedang proses mediasi," ucap Elman kepada wartawan, Senin (29/10).

Menurutnya, penggugat haruslah patuh kepada hukum. Dimana, kliennya tersebut membeli lahan dan bangunan itu lewat proses lelang resmi yang terlampir dalam kutipan risalah lelang Nomor :1469/04/2017. "Klien saya itu pembeli lelang yang seharusnya dilindungi hukum. Kita tidak membelinya dengan cara ilegal. Kita membelinya setelah mengikuti proses lelang yang digelar resmi oleh pihak KPKNL Medan. Jadi mengapa kita yang digugat?. Ini kan heran,"kata Elman bertanya. 

Elman mengatakan, meskipun digugat, pihaknya akan menghadapi gugatan tersebut. Bahkan pihaknya akan menggugat balik penggugat yang bernama Teddy Wijaya melalui kuasa hukumnya. Teddy Wijaya adalah nama pemilik rumah dan bangunan yang menjadi objek penjualan lelang di KPKNL Medan. Dalam kutipan risalah lelang yang diterbitkan pihak KPKNL Medan, Firman membeli lahan dan bangunan tersebut dengan harga Rp 707 juta pada 31 Oktober 2017 lalu.

Setelah proses pembayaran selesai dilaksanakan, Firman melalui kuasa hukumnya telah 2 kali mengajukan permohonan eksekusi pengosongan lahan tersebut ke PN Medan. Namun termohon eksekusi tak mau mengosongkan rumah tersebut secara sukarela. Bahkan Teddy menggugat Firman ke pengadilan secara perdata dengan nomor gugatan No 573/Pdt-G/2018/PN.Mdn tertanggal 3 September 2018.(A14/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ilmuwan Ingin Menggunakan Laser untuk Memandu Alien ke Bumi
Studi Ungkap Wanita Nigeria Kembangkan Bisnis dengan WhatsApp
Audio High Resolution Picu Peningkatan Speaker Wireless
Mirip Manusia, Robot Berteknologi AI Gantikan News Anchor
BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU