Home  / 
Peneliti ICW: Revisi KUHP Ancam Kriminalisasi Pegiat Korupsi
Selasa, 12 Juni 2018 | 21:04:08
Jakarta (SIB) -Peneliti ICW, Lalola Easter, menilai sejumlah pasal dalam revisi KUHP dapat mengkriminalisasi pegiat antikorupsi. Banyak pasal-pasal yang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi dihidupkan kembali dalam revisi tersebut.

"Masyarakat sipil dan pegiat korupsi akan kehilangan kemampuan dalam mengkritik pemerintahan karena dikekang undang-undang. Ini merupakan pemberangusan yang ekstrem terhadap upaya penghidupan demokrasi," kata Lola di Jakarta, Minggu (10/6) lalu.

Dia mengatakan, revisi KUHP saat ini mengatur banyak pasal pidana yang berpotensi digunakan untuk membungkam para pegiat antikorupsi dan masyarakat lainnya.

Delik-delik ini antara lain penghinaan Presiden dan Wakil Presiden serta pernyataan permusuhan pada pemerintah, penghinaan terhadap kekuasaan umum dan lembaga negara.

 Revisi KUHP ini membuatnya pesimistis terhadap nasib pengadilan ke depan.  "Pengadilan dan pemerintah yang tanpa kesalahan. Dalam banyak perkara mereka justru bermasalah. Jadi kalau misalnya fungsi kritik tidak berjalan, evaluasi dan masyarakat sipil tidak berjalan, saya tidak bisa membayangkan lembaga negara bisa survive ke depannya," ujar Lola.

Terlebih, lanjut dia, tanpa pasal itupun sudah ada 35 aktivis yang dikriminalisasi dengan Undang-Undang ITE atau pasal pencemaran nama baik. Delapan orang di antaranya aktivis antikorupsi.

"ICW sendiri ada tiga orang yang pernah dijerat pakai pasal ini, terlepas statusnya sebagai saksi atau tersangka. Itu terkait dengan aktivitas yang kami lakukan dalam mengkritik lembaga negara tertentu, pihak indvidu tertentu," ujar Lola.(Liputan6.com/BR1/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Istana Tepis Prabowo Soal Mark Up LRT: Ada Penghematan Rp13 T
Bawaslu: Ada Patroli 24 Jam Antisipasi "Serangan Fajar" Pilkada
Kemenhub Bagi 5.000 Life Jacket ke Operator Kapal Danau Toba
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
KM Sinar Bangun Terdeteksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU