Home  / 
Dua Terdakwa Menolak untuk Disidangkan Karena Merasa Diperlakukan Tidak Adil
* Kuasa Hukum Dahsat Tarigan SH: Karena Putusan Praperadilan Memerintahkan Dikeluarkan
Selasa, 12 Desember 2017 | 18:51:03
Medan (SIB) -Advokat Dahsat Tarigan SH menyurati  Kepala Rumah Tahanan Negara (Ka Rutan) Tanjung Pura, Kejari Stabat Langkat  dan  Polres Binjai, memohon supaya dua orang kliennya yaitu Tulis Ginting (65) petani tinggal di Tigapanah Karo dan  Arifin  Edi Ginting (45) tinggal di Jalan Ikan Paus Binjai dibebaskan  demi hukum dan dikeluarkan dari Rutan Tanjungpura.

Alasan Dahsat Tarigan, adalah putusan Praperadilan No 05/Pid.Pra/2017/PN-Stb tanggal  30 Oktober 2017 yang intinya menyatakan  penangkapan dan  penahanan  kedua kliennya yang disangka terkait tindak pidana perkebunan adalah tidak sah, dan diperintahkan mengeluarkan  kedua kelinnya selaku Pemohon Praperadilan I dan II dari tahanan.

Permohonan Praperadilan tersebut menurut dia teregister  di Pengadilan Negeri (PN) Stabat tanggal 12 September 2017 ketika kedua tersangka baru menjalani tahanan 12 hari, dan Praperadilan diputus 30 Oktober 2017. Tapi tiba-tiba pada 31 Oktober 2017 perkara  kedua tersangka  dinyatakan sudah lengkap (P-21) dan telah masuk tahap II.

"Kami tidak mengatakan jaksanya nakal, tapi andaikata benar maka patut diduga jaksa yang memeriksa dan meneliti  berkas dari penyidik Polri pintar sekali," ungkap Dahsat Tarigan pekan lalu di Medan, sembari memperlihatkan kopi surat  ke Ka Rutan, Kejari Stabat dan Polres Binjai tertanggal  1 Nopember 2017 yang sudah dilayangkannya.

Padahal sesuai surat Kejaksaan Agung  RI Nomor : B-230/E/Ejp/01/2013 tanggal 22 Januari 2013  menyatakan bilamana Kejari menerima  SPDP dari penyidik objeknya  berupa tanah terjadi sengketa kepemilikan tidak selayaknya perkara dipaksakan untuk digiring masuk ke ranah pidana umum, kata Dahsat.

Menanggapi  permohonan Dahsat agar kliennya dikeluarkan dari Rutan, Ka Rutan Tanjungpura Kriston Napitupulu melalui surat  tanggal  8 Nopember 2017 menyatakan, pihaknya tidak mempunyai dasar hukum  mengeluarkan   demi hukum kedua orang tahanan tersebut.

Kedua orang itu ditahan di Rutan pada 26 Oktober 2017 sebagai titipan  dari  Kejari Langkat dan bukan titipan  Kepolisian. Kemudian, kedua terdakwa  sudah menjadi tahanan tingkat PN Stabat dengan penetapan penahanan  tanggal 31 Oktober 2017.

Menurut Dahsat Tarigan, hingga pada persidangan Kamis (7/12) lalu, kedua terdakwa masih tetap ngotot menolak untuk disidangkan karena putusan Pra Peradilan PN Stabat belum dieksekusi. "Mereka sebagai rakyat pencari keadilan, memohon perlindungan hukum agar diberi keadilan dan tidak diperlakukan semena-mena," kata Dahsat.

Sebelumnya kata dia, putusan Praperadilan PN Stabat menyatakan, perbuatan  Termohon Praperadilan (Polres Binjai  yang melakukan  penangkapan dan penahanan terhadap  kliennya adalah tidak sah, dan selanjutnya menghukum  Termohon II (Polres Binjai) segera   mengeluarkan  pemohon praperadilan.

"Klien saya ini mungkin protes dan menolak untuk disidangkan karena putusan pengadilan dalam perkara praperadilan yang menyatakan penangkapan dan penahanan mereka tidak sah serta memerintahkan supaya dikeluarkan dari Rutan, hingga kini belum dilaksanakan. Jadi merasa diperlakukan kurang adil," kata Daksat. (BR1/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
DPD FSPTI-KSPSI Sumut Sosialisasi SK Menkumham RI
Irwan Sihombing Minta Pelaku Pencuri Betor Ditahan Polisi
Kesbangpol Kunjungi Kantor LPHRI Sergai di Bandarkhalifah
Wawako Binjai Mengajak Perangkat Daerah Terus Berinovasi
Ashari Tambunan Dianugerahi Tokoh Kebhinekaan oleh MUI Deliserdang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU