Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Terkait Kasus Dugaan Korupsi, Kejatisu Periksa Mantan Kepala Bapemas Provsu
Selasa, 14 November 2017 | 18:51:29
Medan (SIB) -Mantan Kepala Bapemas(Badan Pemberdayaan Masyarakat) Pemprovsu Amran Uteh diperiksa penyidik Pidsus Kejatisu pekan lalu,dalam kasus dugaan korupsi korporasi terkait penggunaan  dana dekonsentrasi Rp 41,8 miliar  bersumber dari P-APBN  TA  2015 di Bapemas,untuk  kegiatan pelatihan  pengembangan kapasitas aparatur pemerintahan desa se Sumut.

Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian yang dikonfirmasi wartawan,Jumat (10/11) lalu membenarkan, adanya pemeriksaan terhadap mantan Kepala Bapemas Provsu itu."Benar,mantan Kepala Bapemas Provsu Amran Uteh ada  diperiksa penyidik Pidsus atas  panggilan  Kejatisu .Keterangannya  diperlukan  terkait penyidikan kasus dugaan korupsi penggunaan dana Rp 41,8 miliar  dari P-APBN  TA 2015 di Bapemas Provsu", kata Sumanggar.Mengenai status  kehadiran Amran Uteh pada pemeriksaan terkait kasus itu,menurut Kasi Penkum Kejatisu belum mengarah kepada status tersangka, melainkan  masih status sebagai saksi.

Disebutkannya, kehadiran Amran Uteh selaku Kepala Bapemas Provsu waktu itu  pada pemeriksaan di Kejatisu,adalah dengan status saksi untuk berkas  kasus dugaan korupsi dengan tersangka ES,selaku PPK(pejabat pembuat komitmen) terkait kegiatan  di Bapemas Provsu TA 2015.

Sebelumnya telah diberitakan,penyidik Pidsus Kejatisu telah menetapkan ES sebagai tersagka baru dalam kasus dugaan korupsi di Bapemas,  terkait penggunaan anggaran Rp 41,8 miliar  dana dekonsentrasi dari P-APBN 2015,untuk  kegiatan pelatihan  pengembangan kapasitas aparatur pemerintahan desa se Sumut.

Penetapan penambahan tersangka baru ini, kata Kasi Penkum kejatisu,sebagai lanjutan dalam pengembangan penyidikan kasus yang sebelumnya telah menetapkan beberapa tersangka. Disebutkan,tersangka ES,diduga terlibat dalam kegiatan bermasalah itu dalam kapasitas selaku PPK terkait kegiatan tersebut.

Para tersangka yang ditetapkan sebelumnya,yaitu  tersangka Budhiyanto Suryanata selaku Direktur PT Proxima Convex,tersangka Taufik selaku Direktur Mitra Multi Komunication  dan  tersangka Rahmat Jaya Pramana selaku Direktur PT Ekspo Kreatif. Terhadap Rahmat Jaya Pramana telah dilakukan penahanan  pada 10 Juli 2017 lalu,dan disusul penahanan tersangka lainnya.

Tadinya penyidik Pidsus Kejatisu menetapkan tersangka 4 orang sekaligus,tetapi seorang lagi  telah meninggal  yaitu MN(alm) dari PT SCM.Penyidik Pidsus menetapkan ke-empat orang tersangka  karena ke-empat perusahaan yang dipimpin mereka masing masing  menjadi event organizer (EO) dalam pelaksanaan dan penggunaan dana dekonsentrasi  bersumber dari P-APBN sebesar Rp 41,809 miliar TA 2015  di Bapemas Pemprov Sumut. (BR1/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Menpar Tinjau Kesiapan Bandara Internasional Silangit
Takut Ditangkap, Taipan Arab Saudi Pindahkan Harta ke Luar Negeri
Presiden Jokowi Belum Putuskan Robert Pakpahan Jadi Dirjen Pajak
Novanto Tegaskan Dirinya Masih Ketua DPR
Kereta Kencana dari Solo Ikuti Geladi Kirab Kahiyang-Bobby di Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU