Home  / 
POM TNI Sebut KPK Berwenang Tangani Kasus Heli AW-101
Selasa, 14 November 2017 | 18:45:01
Jakarta (SIB) -Direktur Pembinaan Penyidikan Polisi Militer (POM) TNI Bambang Sumarsono menyebut KPK memiliki kewenangan mengusut pihak sipil terkait kasus dugaan korupsi helikopter AW-101. Menurutnya, pihak sipil tidak dapat diadili di peradilan militer.

"Pihak sipil dalam hal ini Dirut PT Diratama Jaya Mandiri, Irvan Kurnia Saleh, dilakukan penyidikan oleh KPK, dia tidak tunduk pada peradilan militer, jadi domainnya KPK," kata Bambang dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (8/11).

Menurut Bambang, kasus korupsi heli itu melibatkan dua pihak, yaitu dari militer dan sipil. Untuk itu, kata Bambang, POM TNI dan KPK yang menanganinya.

"Untuk tersangka dari pihak militer akan menerima konsekuensi dari pasal yang diatur dalam hukum militer. Sedangkan pihak sipil dilakukan oleh KPK," ucap Bambang.

Bambang juga mencontohkan adanya koordinasi dengan KPK selain kasus heli itu. Kasus yang dimaksud adalah kasus korupsi pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut.

"Perkara lain memang ada, di antaranya yang sekarang dalam proses militer adalah kasus pengadaan satelit Bakamla. Alhamdulillah tidak ada praperadilan, baru kali ini kami mengikuti praperadilan," jelas Bambang.

Praperadilan ini diajukan oleh Irfan Kurnia Saleh, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi AW-101.

Irfan merupakan pihak swasta yang ditetapkan KPK. Sedangkan POM TNI menetapkan lima orang tersangka dari sisi militer. (detikcom/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU