Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Tabrak Warga di Timika Hingga Tewas, Dihukum Secara Adat Bayar Denda Rp 2 Miliar
* Polisi Kordinasi dengan Jaksa
Selasa, 10 Oktober 2017 | 22:29:23
Timika (SIB)- Yahya Magal, warga Timika, Papua, menabrak Toni Tabuni hingga tewas pada 27 Juni lalu. Akibat perbuatannya, Yahya dihukum secara adat untuk membayar denda Rp 2 miliar dan 2 ekor babi ke keluarga korban. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Satuan Pemukiman 2, Timika Jaya, pada Senin, 27 Juni 2017 lalu.

Meskipun kasus ini telah ditangani Polres Mimika, namun masyarakat menginginkan penyelesaian kasus secara hukum adat atau denda adat. Akhirnya melalui kedua belah pihak sepakat dilakukan denda adat setelah difasilitasi tokoh masyarakat suku Dani dan suku Amugme di Timika.

"Karena ada kesepakatan kedua belah pihak, kasus Lakalantas yang menyebabkan orang meninggal itu diselesaikan secara adat. Kami dari kepolisian tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya ikut menyaksikan dilaksanakannya penyelesaian kasus itu dengan pembayaran denda adat sebesar Rp 2 miliar," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad M Kamal, kepada wartawan, Jumat (29/9) lalu.

Menurut Kamal, acara prosesi pembayaran denda adat dengan uang berjumlah Rp 2 miliar dan 2 ekor babi untuk acara bakar batu disaksikan kedua belah pihak keluarga.

Acara itu juga dihadiri Kapolres Mimika AKBP Viktor D Macbon Kamal menyampaikan, berdasarkan keterangan dari tokoh masyarakat suku Amugme, pembayaran denda adat adalah hukum adat yang tidak bisa tinggalkan masyarakat suku Amugme.

"Denda adat adalah warisan nenek moyang bagi kami orang Papua yang tinggal di wilayah pegunungan. Denda adat ini adalah merupakan kesalahan dari keluarga kami karena dengan tidak sengaja menghilangkan nyawa orang dan kami harus bertanggung jawab sesuai permintaan keluarga korban," ujar Kamal menirukan pesan tokoh adat suku Amugme.

Selanjutnya, polisi dan tokoh suku Amugme serta suku Dani meminta baik pelaku dan keluarga korban tidak memiliki rasa dendam karena proses hukum sudah berjalan. Baik pelaku dan keluarga korban pun menyepakati permintaan itu.

Sementara itu Kapolres Mimika, AKBP Viktor D Macbon menyambut baik permintaan para tokoh masyarakat itu. Mengenai proses hukum, Viktor akan koordinasi dengan kejaksaan supaya mendapatkan solusi.

"Untuk permintaan keluarga pelaku yang meminta pelaku dibebaskan, semua itu harus melalui proses, karena kecelakaan tersebut telah menghilangkan nyawa seseorang. Sesuai hukum pelaku harus diproses hukum. Saya akan berkoordinasi dengan pihak Jaksa tentang proses hukum pelaku supaya ada jalan yang terbaik bagi kita semua," ucap Viktor terpisah. (detiknews/BR1/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU