Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Januari-Mei 2017
Kejatisu Tetapkan 12 Tersangka Korupsi Berbagai Instansi di Sumut
Selasa, 13 Juni 2017 | 21:25:36
Iwan Ginting SH MH
Medan (SIB) -Tim penyidik di Pidsus Kejatisu menetapkan sebanyak 13 tersangka korupsi di berbagai instansi di Sumut dalam kurun waktu Januari-Mei 2017. Ini disampaikan Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian SH MH  melalui Kasi Penyidikan (Kasidik) Aspidus Kejatisu Iwan Ginting SH MH, Rabu (7/6) lalu.

Ke-13 tersangka korupsi tersebut terdiri dari ; 2 tersangka dalam kasus dugaan korupsi  terkait penyalahgunaan dana Belanja  modal  pengadaan konstruksi jalan, pemeliharaan jalan Tahun Anggaran 2014 dengan jumlah anggaran dana  Rp11,866  miliar yaitu DS selaku mantan Kadis PU dan SMN selaku Bendahara Pengeluaran di PU Sergai.

Lalu 7 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi  penggunaan  anggaran  terkait kegiatan/pengadaan buku di Dinas Perpustakaan dan Arsip (dahulu Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi) Provinsi Sumut bersumber dari APBD Sumut TA 2014. Menurut Kasidik Iwan Ginting tersangkanya terdiri dari seorang mantan  pejabat teras dan 3 staf selaku PPK di kantor itu, ditambah 3 oknum pengusaha  selaku rekanan.

Kemudian  masih dalam kurun waktu Januari-Mei 2017, penyidik juga menetapkan 2 orang lagi tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Dairi, terkait proyek pengadaan komputer  di sejumlah sekolah di Dairi Tahun Anggaran 2011 bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dengan pagu anggaran Rp 2 miliar, yaitu WS SPd (pejabat Disdik Dairi) dan CDM SE, seorang wiraswasta  selaku rekanan.Sehingga jumlah tersangka  dalam kasus di Disdik Dairi bertambah menjadi 7 orang, setelah beberapa tahun  sebelumnya ditetapkan 5 orang.

Selanjutnya menetapkan seorang tersangka, oknum  Bendahara Pengeluaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemko Tanjung Balai, terkait kasus dugaan korupsi dana operasional belanja langsung dan tidak langsung TA 2015 bersumber dari APBD  senilai  sekitar Rp 1,4 miliar.

"Jadi dalam kurun waktu tersebut, Kejatisu saja belum termasuk di Kejari dan Cabjari di Sumut, kita sudah tetapkan 12 tersangka korupsi. Sedang  untuk tahun 2016 yang lalu, Kejatisu  dan jajarannya  ada  menetapkan puluhan tersangka korupsi," kata Iwan Ginting.

Soal kinerja penanganan kasus korupsi di Kejatisu untuk 2017 ini ditanyakan wartawan, sehubungan dengan pernyataan ICW sebagaimana diberitakan di berbagai media, bahwa Kejaksaan unggul dan terbanyak mengungkap kasus korupsi untuk 2016 lalu, dibanding dengan penegak hukum Polri dan KPK-RI.

Dari data ICW, Kejagung tangani 307 kasus korupsi dengan jumlah  tersangka 671 orang  dan kerugian negara mencapai Rp 949 miliar. Polri   mengungkap   140 kasus  korupsi dengan tersangka 337 orang dan kerugian   negara  sekitar  Rp 337  miliar. Sedang KPK  menangani 35 kasus korupsi dengan 103 tersangka termasuk kerugian  negara sekitar Rp 164 miliar dan nilai suap Rp 29.1 miliar. (BR1/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polres Binjai Musnahkan 6,5 Kg Ganja dan 18 Gram Sabu
Timur Tumanggor Camat Percut Seituan yang Baru
Tangkap Ikan di Perairan Indonesia, Warga Thailand Dituntut Bayar Denda Rp200 Juta
Berkas Partai Perindo Lengkap, Kader Diminta Terus Konsolidasi
160 Hektar Lahan Disiapkan Dukung Program 1000 Desa Organik di Sumut
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU