Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
MA: PERMA Pengadaan Hakim, Solusi Atasi Krisis Hakim
Selasa, 16 Mei 2017 | 21:06:29
Jakarta (SIB) -Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA) yang didukung EU-UNDP SUSTAIN meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pengawasan (SIWAS) versi 2.0, di Bandung, Senin (8/5/2017).

SIWAS ini merupakan situs online whistleblowing system sebagai pelaksanaan Peraturan MA (PERMA) No. 9 Tahun 2016 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Whistleblowing System di MA dan Badan Peradilan di bawahnya.

Sebelumnya, SIWAS versi 1.0 (pertama) telah diluncurkan oleh Ketua MA Hatta Ali di Jakarta pada 29 September 2016. Fitur SIWAS ini untuk menerima pelaporan atau pengaduan dari masyarakat ataupun internal pengadilan mengenai dugaan pelanggaran-pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), panitera, jurusita dan pegawai pengadilan.

Acara peluncuran SIWAS versi 2.0 ini dibuka oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Arwan Byrin. Dilanjutkan acara diskusi panel bertajuk "Sosialisasi Penanganan Pengaduan di Badan Peradilan Melalui Aplikasi SIWAS 2.0".

Kepala Bawas MA Nugroho Setiadji mengatakan peningkatan pengawasan aparatur peradilan merupakan faktor penting dalam upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pengadilan.

Sebab, sepanjang tahun 2016 kemarin, pengaduan yang diterima oleh Bawas MA umumnya tentang mutu pelayanan peradilan dan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim.

"Kami harapkan SIWAS versi terbaru ini, sesuai PERMA No. 9 tahun 2016 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan akan membantu pengadilan memberikan pelayanan yang akuntabel, transparansi, bebas korupsi di pengadilan, terintegrasi, kerahasiaan, objektif, adil, independen dan kepastian hukum," tutup Nugroho dalam sambutannya.

Koordinator Sektor EU-UNDP SUSTAIN untuk Bagian Pengawasan Fatahillah menerangkan SIWAS versi kedua ini memiliki beberapa fitur tambahan.

Pertama, notifikasi status pelaporan yang dikirimkan kepada pelapor secara otomatis dapat mudah diakses setiap kali ada perkembangan pelaporan. Kedua, fitur keamanan pelapor yang diperbarui.

Ketiga, inisiatif tingkat pengadilan banding dimana pengadilan tingkat banding di setiap wilayah memiliki kewenangan (dalam koordinasi dengan Badan Pengawasan) untuk secara langsung menindaklanjuti pelaporan terhadap setiap dugaan pelanggaran aparat peradilan.

SIWAS dapat diakses melalui https://siwas.mahkamahagung.go.id. "Fitur-fitur baru ini diharapkan akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari pengawas lembaga peradilan oleh Badan Pengawasan.

Kita tentu berkomitmen untuk mendukung Badan Pengawasan dalam mengimplementasikan SIWAS ini," kata Fatahillah. Nugroho melanjutkan sudah banyak laporan pengaduan yang masuk sejak diluncurkanya SIWAS versi 1.0 pada September 2016 lalu.

Namun, faktanya masyarakat/internal pengadilan masih banyak yang masih melaporkan pengaduan melalui fasilitas lain seperti lewat email, sms, telpon, fax, surat. Terbanyak, pengaduan melalui melalui surat.

"Jadi kita akan selalu sosialisasikan (perkembang terakhir) SIWAS ini kepada masyarakat," tuturnya.

Komisioner KY Bidang Pengawasan dan Investigasi Hakim Jaja Ahmad Jayus mengatakan KY mendukung adanya SIWAS ini. Sebab, apabila melihat data pengawasan MA cukup banyak laporan pengaduan dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim terkait putusan hakim.

Hal ini memudahkan untuk melakukan pengawasan, sehingga jauh dari intervensi pihak-pihak tertentu. "Pelaporan (dugaan) pelanggaran putusan dilaporkan ke MA, sedangkan pelaporan pelayanan publik bisa dilaporkan ke Ombudsman.

Tetapi, dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku bisa dilaporkan ke KY," kata Jaja dalam kesempatan yang sama. (hukumonline. com/BR1/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Eminem Kesal Lagunya Tak Ditanggapi Donald Trump
Wujud Syukur PPr HKI Melalui Lagu Tangiang Ni Dainangi
India Raih Gelar Miss World 2017, Indonesia Best Costum
Musa Rajeckshah Alias Ijeck Ditabalkan Marga Sembiring dan Istri Boru Barus
Geopark Toba Bisa Eksis Mendunia dengan Promo--Peduli Mandiri Masyarakat
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU