Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Kasipidum Robertson Pakpahan SH MH:
Perkara Narkotika Paling Menonjol
* Tunggakan Perkara Tipidum “Zero” di Kejari Deliserdang
Selasa, 18 April 2017 | 22:06:19
SIB/Dok
MUSNAHKAN : Kajari Deliserdang Asep M SH MH didampingi Kasipidum Robertson Pakpahan SH MH dan pihak Kepolisian melakukan pembakaran dalam rangka pemusnahan barang bukti perkara berkekuatan tetap di halaman Kejari Deliserdang di Lubuk Pakam, Selasa (4/4) lalu.
Medan (SIB) -Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang memusnahkan barang bukti 128 perkara pidana umum lainnya (TPUL) yang telah berkuatan hukum tetap (diputus Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan MA) berupa 535,37 gram sabu, 289,73 gram ganja, HP, alat isap sabu serta barang bukti untuk 48 berkas perkara tindak pidana umum terhadap orang yaitu berupa kayu, egrek, baju dan pisau.

Menurut Kajari Deliserdang Asep Maryono SH MH melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Robertson Pakpahan SH MH kepada wartawan pekan lalu, pemusnahan barang bukti itu dilakukan dengan cara dibakar di halaman Kejari Deliserdang Lubukpakam yang dihadiri pihak kepolisian dan instansi terkait, Selasa (4/4) lalu. Namun ia tidak merinci jumlah barang bukti yang dimusnahkan untuk perkara pidana umum terhadap orang tersebut.

"Semuanya ada tertera dalam daftar barang yang dimusnahkan dan dilaporkan resmi ke Kejatisu. Pemusnahan barang bukti perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap itu juga untuk penuntasan perkara karena pelakunya sudah dihukum," kata Robertson Pakapahan yang mantan Kacabjari Porsea Tobasa sembari menginformasikan, sejak bertugas sebagai Kasi Pidum Kejari Deliserdang, ia selalu berusaha menciptakan zero (kosong) tunggakan perkara Tipidum di wilayah hukum kerjanya.             

Disebutkan, Kejari Deliserdang ada menangani sekitar 100 s/d 120 perkara Tipidum yang diterima atau masuk dari hasil tangkapan dan penyidikan Polri yaitu Polres Deliserdang, Polres Belawan dan Polrestabes Medan. Dari segi jenisnya, perkara Pidum yang paling menononjol di wilayah hukum Kejari Deliserdang yang masuk dari penyidik Polri adalah perkara narkotika mencapai 76 persen disusul perkara pencurian dan susila.

Robertson menambahkan, semenjak bertugas di Kejari Deliserdang, penanganan semua perkara Tindak Pidana Umum (Tipidum) diusahakan tuntas yaitu semua putusan berkekuatan tetap dieksekusi, dan barang buktinya dimusnahakan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga tidak sampai terjadi tunggakan perkara melainkan Kejari Deliserdang "zero" tunggakan perkara Tipidum sesuai harapan pimpinan.

Diinformasikannya, berdasarkan data penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) RI tahun 2016 lalu, Deliserdang termasuk urutan ke-3 penanganan perkara dari segi jumlah setelah Medan dan Surabaya, sehingga klas atau status Pengadilan Negeri Lubukpakam naik dari klas I B menjadi I A.

Sebelumnya, Senin (23/1), Kejari Deliserdang juga memusnahkan barang bukti untuk 140 perkara tindak pidana umum lainnya (TPUL) yang berkekuatan tetap yaitu berupa 1.218,35 gram sabu, 6.970,05 gram ganja, 63 butir pil ekstasi (9,20 gram), 11 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, 18 lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu serta barang bukti tindak pidana umum terhadap orang (Oharda) sebanyak 30 berkas perkara berupa kayu, egrek, SIM palsu, pisau. (BR1/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
2 Heli BNPB Dikerahkan Padamkan 69 Hektare Lahan Terbakar di Aceh
Menhan Ingatkan Purnawirawan Pegang Teguh Sumpah Prajurit
Polisi Canangkan Bulan Tertib Trotoar pada Agustus 2017
Dirjen Bina Marga: Tol Darurat Berdebu, Kami Perbaiki di 2018
Tolak Reklamasi, Aliansi Nelayan Gelar Demo di Gedung DPRD DKI
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU