Home  / 
Juarai Stand-up Comedy, Ridho Brado Ingin Ngakakkan Publik
Kamis, 4 Juni 2015 | 17:39:17
Yan Al Ridho dan Raditya Dika saat berhasil menjadi pemenang dalam Liga Komunitas Stand-up Cemedy
Mentawai (SIB)- Yan Al Ridho berhasil memosisikan diri sebagai komedian tunggal terbaik Indonesia. Lewat Stand-up Comedy Idol (SUCI) yang digelar Kompas Tv, pria yang bernama panggung Ridho Brado itu mengungguli peserta dari seluruh Tanah Air. “Yang membahagiakan,  061 Stand-up Comedy atau Stand-up Indo Medan mengungguli pakem komedi dari kota utama Indonesia seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya,” cerita Ridho dalam perjalanan Padang-Mentawai - Pulau Pagang, Sumatera Barat, Sabtu, (30/5).

Meraih posisi tertinggi dalam kompetisi, kelompok 061 Stand-up Comedy—berpersonelkan Nugroho 'Lolo' Ahmad, Iman Nur Selmi - Cacing, Indra Gunawan- Gegel—beroleh hadiah dibagi empat. “Karena aku yang paling banyak cakap, akulah yang paling berhak atas hadiah itu. Uangnya untuk jalan-jalan, traveling. Kawan-kawan menyumpah serapah. Terakhir, dalam perjalanan, uangnya hilang. Itulah sebabnya aku terdampar di sini,” cerita Ridho. Mimiknya serius, tapi yang mendengar ngakak.

Sejujurnya, Ridho berada di pulau yang pernah kena gempa dan tsunami itu untuk menghibur kelompok wartawan dari Jakarta yang tur. “Honornya tak seberapa, tapi dampaknya luar biasa. Soalnya, ucapan terima kasihnya dengan berita...”

***


Ridho lahir di Medan, 25 Januari 1992, putra pasangan Dir Joni - Radiah  sebagai anak ke-4 dari 5 bersaudara. Orangtuanya ketat mendidik anak-anak, mulai dari ajaran adat hingga agama. “Saking ketatnya, wajahku pun jadi petak-petak,” ujarnya. “Untuk mengubah bentuk, aku milih jalur ngelawak!”

Yan Al Ridho menimba ilmu di  SD Al Ulum melanjut ke SMPN6 dan SMAN14. Masuk ke perguruan tinggi khusus teknologi informasi. “Karena tiap hari menghadapi komputer, muka dan wajah jadi seperti komedi puter,” ujarnya.

Beda dengan Ridho yang cuti akademis karena fokus jadi komedian, abangnya  Din Afriansyah seorang blogger handal Sumut yang kemudian direkrut ke tingkat nasional oleh satu perusahaan global.

Kala di kampus, Ridho mengembangkan kemampuan menjadi komedi. Begaul dengan sesama pembanyol, Ridho bergabung di 061 Bistro tahun 2012. Pengetahuannya semakin bertambah kala bersosialisasi dengan stand-up comedy lain.

Kecemerlangan isu yang dibahas secara faktual membuatnya tampil tetap di Metro TV sejak akhir 2012 sebagai reguler. Tawaran manggung semakin rutin dan memuatnya menjadi komedian terbang, dari satu kota ke kota lainnya.

Tahun 2013 adalah awal kariernya semakin terbuka. Baik dengan grup maupun sebagai pribadi. Tahun 2014 ikut Liga Komunitas Stand-up Cemedy pra-event SUCI. Mengibarkan bendera 061 Stand-up Comedy atau Stand-up Indo Medan muncul sebagai juara pertama 2014 juara pertama Se-Indonesia.

Dari perhelatan itu, Ridho Brado terpilih sebagai komedian tunggal untuk tampil di SUCI Kompas Tv dengan juri Panji Pragiwaksono, Hernes dan Babe. Meski dinilai oleh tersebut di atas namun pertemuan dengan Raditya Dika memberi kesan terdalam baginya. “Raditya Dika kan multi talen. Keunggulannya adalah mengangkat tema aktual menjadi bahan lawakan,” ujar Ridho yang menjadikan kediamannya di Jalan Utama Gang Akhlak No 17 Kota Matsum IV Medan base camp mengasah komedian-komedian muda.

Meski sudah menjadi pemenang, tiap hendak tampil, Ridho tak ingin kejadian pahit terulang misalnya audiens tak tertawa. “Konsep komedian harus mengakakkan publik secepat mungkin.”

Pegangan itulah membuatnya semakin menggali karakter diri. Misalnya seperti mimik Bolot yang serius tapi memancing tawa atau lawakan spontanitas Komeng. “Kalau stand-up masih milik Panji.”

Ke depan, Ridho terobsesi menjadi komedian intelek yang mampu menjadikan persoalan rumit menjadi bahan candaan. “Caranya, harus up-date setiap perkembangan. Seperti wartawanlah... meskipun gak nyambung tapi terus mencatat sampai jarinya lecet. Ha...ha...ha...!” (R9/d)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Indramayu Tepis Isu Mundur karena Masalah di KPK
Sandiaga Minta Maaf soal Langkahi Makam Pendiri NU
Diduga Tidak Terima Diputuskan, Pria Bakar Diri dan Kekasihnya di Medan
Menag: Kartu Nikah Bukan Pengganti Buku Nikah
Polisi Atensi Tuntaskan Kasus Pengancaman Wartawan SIB di Nisel
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU