Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Willy Wahyu Sihotang - Ruth Nelly Sihotang Lebih Populer di Luar Indonesia
Jumat, 6 Februari 2015 | 11:22:47
Cover Album Duet Marga dan Pop Batak Solo Ruth Nelly Sihotang
Jakarta (SIB)- Di Indonesia, khususnya penikmat musik etnik, ada Duet Marga. Personel duet itu adalah Willy Wahyu Sihotang dan Ruth Nelly Sihotang. Namanya kian moncer setelah album Cintai Ma Au Hasian rilis. Tetapi, jauh sebelumnya, personel doa populer di luar Indonesia. “Kalau show di luar negeri, yang diketengahkan nama pribadi,” cerita Willy Wahyu Sihotang di tengah syuting album teranyarnya yang full heart yang berisi lagu-lagu populer tersebut.

Lagu yang lebih dulu populer ketimbang perilisannya tersebut di antaranya O, Bapa termasuk Asal Maho Dilambung Hi yang menjauh dari pakem lagu etnik selama ini. “Ya, sungguh...lagu yang dirilis tersebut tak semata mengetengahkan kekuatan vokal tapi matang dari sisi lirik,” tandas Willy Sihotang.

Duet Marga didirikan tahun 2012 menyusul peluncuran album baru. Sebelumnya, duo Sihotang tersebut kerap tampil di acara etnik di wilayah Jakarta sekitarnya. Karena kerapnya tampil show, agenda kerja jadi terbengkalai. Kalaupun tetap ikut agenda pertunjukan, tidak bisa ke luar kota. “Tahun 2015, Duet Marga fokus pada perilisan album dan konser ke luar kota,” tandasnya sambil mengatakan meski sudah kuat dalam dua namun basisnya adalah solo vokal. “Kami bikin duet karena karakter vokal kebetulan klop. Buktinya, di album perdana, diterima baik oleh penikmat musik etnik dan pop.”

Willy Sihotang mengatakan, apesiasi penikmat musik etnik, khususnya album Duet Marga memberi sejumlah pengalaman penting dalam perjalanan karier. Selain itu, karena sejumlah penghargaan tingkat nasional memberi tambahan pengalaman yang tak sedikit.

Sebelum membentuk Duet Marga, Willy dan Ruth Nelly Sihotang berulang kali juara dalam ragam festival. Ruth Sihotang misalnya, mengantungi puluhan gelar kemenangan seperti juara 1 Lomba Nyanyi Country di TVRI, juara 1 Lomba Nyanyi Talenta Batak di TVRI, juara 1 Lomba Nyanyi Suara Indonesia di Trans Tv. Yang menggembirakan plus menghebohkan ketika Willy Wahyu Sihotang meraih juara terbaik Festival Lagu Batak Se-Indonesia tahun 2006 memperebutkan Piala Gubernur Sumut di Jakarta.

Menggabungkan dunia sekuler dengan rohani, Willy Sihotang pun merebut posisi terbaik dalam Lomba Nyanyi Lagu Rohani yang diadakan GBI Se-Indonesia di Kelap Gading - Jakarta. “Kekayaan batin itu bersumber dari kepuasan memuliakanNya, menyebarkan kabar suka serta menaklukkan dunia,” ujar duet yang tak pernah henti mendapat undangan manggung di sejumlah kegiatan acara adat. “Jika di acara pesta adat, Duet Marga membawakan lagu etnik. Kami punya perbendaharaan lagu rakyat Batak yang banyak!”

Satu pengalaman pementasan ketika Duet Marga mengisi acara Konser Kasih tahun 2002 di Teater Tanah Airku. “Kenangan tak terlupakan karena masih belia namun sudah menghibur massa,” tutupnya. (t/r9/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polres Binjai Musnahkan 6,5 Kg Ganja dan 18 Gram Sabu
Timur Tumanggor Camat Percut Seituan yang Baru
Tangkap Ikan di Perairan Indonesia, Warga Thailand Dituntut Bayar Denda Rp200 Juta
Berkas Partai Perindo Lengkap, Kader Diminta Terus Konsolidasi
160 Hektar Lahan Disiapkan Dukung Program 1000 Desa Organik di Sumut
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU