Home  / 
Joshua Siahaan dan Reza Azhari Ukir Prestasi dengan Lagu dan Puisi
Jumat, 21 September 2018 | 20:51:22
Joshua Arifin Siahaan dan Reza Azhari
Deliserdang (SIB) -Joshua Arifin Siahaan dan Reza Azhari sedang menjalani rehabilitasi ketergantungan Narkoba. Dari pusat 'pembersihan' fisik dan psikis keduanya memiliki ragam hasrat. Satu di antaranya mau mengukir prestasi.

Joshua ingin kembali lagi ke tengah publik dengan kondisi supersehat. Ia ingat bagaimana personel Slank yang pernah di posisi seperti dirinya. "Kondisi keterpurukan Slank diubah menjadi peluang dan berhasil. Seperti lagu 'Terbunuh Sepi' dan 'Sista Pety' kan soal barang haram itu. Aku sudah tak mau lagi dengan Narkoba," ujarnya sambil berkidung dari Buku Ende.

Dulu, saat belum 'terperosok' sudah mengenalNya tapi masih samar dan ketika bersenang-senang sama sekali tak ingat pada Sang Pencipta. Setelah masuk rehabilitasi, kini dekat denganNya. 

Joshua lahir di Pematangsiantar pada 15 Maret 1997 dari pasangan - Rostina Sirait. Menimba pendidikan dasar hingga menengah di banyak kota. Kehidupan pop membuatnya lupa hingga kenal sampai kompak dengan ragam jenis Narkoba.

Ketika dekat dengan Niken Larasati Dalimunthe, ia dibawa ke kehidupan baik tapi kemewahan materi membuatnya 'terperangkap' dalam Narkoba. Setelah menjadi warga Panti Rehabilitasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Bukit Doa Jalan Tuntungan Golf - Desa Durin Jangak, Deliserdang, kehidupannya menjadi normal. Badan yang dulu seperti selembar kain buruk, sekarang sudah maksimal. "Seperti lagu 'Aku Gemuk Lagi' yang dibawakan BIP," ujarnya.

Reza Azhari adalah warga termuda di pusat rehabilisasi yang ditangani Pdt Jhonny Seragih STh tersebut. Putra keempat dari 5 bersaudara anak Benny Susanto kenal Narkoba saat usia muda. "Sekarang, aku menyesal. Usia terbuang sia-sia. Belum lagi uang," ujar warga Jalan Purwo Gg Flamboyan 1 Delitua tersebut.

Masuk ke pusat rehabilitasi tanpa pengetahuan apa-apa. Sepuluh tahun dibersihkan, ia sudah mampu melas, menyervis AC dan sedikit-sedikit paham komputer. "Bila ke luar dari panti rehab, mau sekolah lagi," ujar cowok kelahiran Medan 19 Oktober 2002 tersebut.

Selain ikut pendidikan keterampilan, dalam Panti Rehabilitasi IPWL Bukit Doa Tuntungan, lahir ragam puisi. "Kalau sekarang puisinya tentang jalan yang benar. Kalau dulu, hampir semua negatif," tuturnya sambil memastikan bila nanti di masyarakat, tak lagi berbuat salah khususnya terkait Narkoba. (R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU