Home  / 
Bulan Panjaitan dan Arosa Trio dari Batam Konser Kemerdekaan di Medan
Kamis, 16 Agustus 2018 | 15:28:32
Bulan Panjaitan
Medan (SIB) -Bulan Panjaitan dan Arosa Trio menggelar Konser Kemerdekaan di di The Tavern Live Music - kompleks Hotel Danau Toba Internasional Medan, Jumat (17/5). Biduanita yang album etniknya menembus ASEAN itu tampil beriringan dengan trio yang dibentuknya dalam nuansa etnik dan nasionalisme.

Pengelola The Tavern Live Music Medan Demak Simbolon mengatakan, Konser Kemerdekaan diadakan dalam maksud merayakan dan menyukuri Hari Proklamasi Republik Indonesia. "Yang ditampilkan para artis adalah lagu-lagu pilihan sesuai genre dan permintaan pengunjung tapi muaranya tetap memupuk dan membangkitkan nasionalisme keindonesiaan," ujar pria yang menghabiskan sebagian usianya di industri hiburan itu didampingi Manejer The Tavern Live Music Medan Ejos.

Ejos menambahkan, selama Bulan Merdeka, sejumlah suguhan hiburan ditampilkan di rumah musik pilihan tersebut. Bahkan, yang terhubung langsung dengan Agustus diadakan ragam pertunjukan. "The Tavern Live Music Medan menyediakan khusus ruang santai demi mengudak kenangan pada impian personal, khususnya terkait dengan hari sangat bersejarah bagi Indonesia," tambahnya.

Akan halnya Bulan Panjaitan, artis global yang menetap di Indonesia serta eksis di industri musik etnik. Hingga kini, sedikitnya 13 album diedarkan. Meski bergenre etnik Batak namun lagunya menembus pasar ASEAN. Satu di antaranya, Ise Ma Manghapus Ilukon yang populer di Malaysia. Lagu tersebut ciptaan boru Batak kelahiran Baganbatu, Riau pada 20 mei 1984. "Sekarang, selain untuk lagu penyanyi solo, ada pula lagu untuk grup dan trio seperti Arosa Trio," ceritanya via jejaring sosial, Rabu (15/8).

Bulan tak hanya jago menyanyi, yag ditempanya sejak usia 5 tahun kala menjadi penyanyi gereja. Ketika mengadu peruntungan di Jawa, ia meraih juara 1 Lomba Suara Nike Ardilla tingkat SMA di Jakarta. Bulan pun pernah meraih gelar sebagia penyanyi terbaik untuk lagu religi.

Perempuan dengan warna suara rock itu masuk ke industri kreatif Indonesia dengan lagunya. "Saat itu kerja sama dengan Eddy Silitonga (alm). Di posisi itulah lagu Ise Ma Manghapus Ilukon populer," kenangnya.

Dari populernya lagu tersebut, Bulan keliing Indonesia hingga ke degara tetangga. Dari lokasi domisilinya, Bulan kerap konser di Singapura dan Malaysia di mana di dua negara itu banyak komunitas Indonesia. Meski demikian, tetap memiliki kesan tersendiri bila konser di Medan. "Kota ini, ibu kota Provinsi Sumut, memiliki memori terdalam. Termasuk ingat pada Ompung DL (maksudnya DL Sitorus) yang begitu perhatian," ujarnya sambil merinci konglomerat dari industri sawit dan keuangan itu sangat suka dengan suara Bulan khususnya dengan lagu yang bercerita tentang perjalanan anak yatim, seperti yang dilalui Bulan. (T/R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Haru, Pertemuan Istri Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 dan Garuda 152
Gaya Hidup Konsumtif Picu Kepala Daerah Korupsi
Bertemu Ulama di Istana Bogor, Jokowi Luruskan Isu Hoax
Akibat Perang, 85.000 Anak di Yaman Tewas karena Kelaparan dan Penyakit
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU