Home  / 
Henry Manik Mudik dari Utrecht untuk Gelar Musik Merdeka di Samosir
Kamis, 16 Agustus 2018 | 15:27:13
SIB/Dok
SCHIPHOL AIRPORT INTERNATIONAL: Henry Manik bersama sejumlah musisi etnik di Schiphol Airport International Belanda. Henry mudik ke bona pasogit dalam maksud menyelenggarakan Musik Merdeka dan rekan sejawatnya melanjutnya perjalanan ke Warsawa, Polandia untuk konser musik etnik Indonesia.
Utrecht (SIB) -Menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia, Henry Manik mudik ke bona pasogit. Musisi yang kini bermukim di Utrecht, Belanda itu pada Rabu (15/8), sudah meninggalkan negeri kincir angin. "Menuju negara tercinta Indonesia, memeriahkan Samosir Music International 2018 di Samosir," tulisnya di akun pribadinya.

Unggahan itu mendapat tanggapan positif sedikitnya dari 140 pemilik akun di media sosial. Komposer Binahar Hardman Hutapea mengomentari positif. "Sampai ketemu di Tuktuk, Lae .... Sidikalang hadiiiiiirrrrrr," tulis notaris yang berdinas di Sidikalang. Sebelumnya, pelatih vokal itu membawa Vox Seraphim Choir ke Singapura dan meraih gold medal dalam festival internasional.

Untuk Samosir Music International 2018, ada puluhan artis dari 5 negara memeriahkan Samosir Music International 2018 yang diadakan 25 Agustus di pulau yang berada di Danau Toba tersebut. Mereka adalah Hermann DeLago, Bernadeta Astar, Ken Lila Ashanty, Kento Friesacher. Dari Indonesia tampil sejumlah musisi populer di antaranya Vicky Sianipar, Tongam Sirait, Alsant Nababan, Louis Sitanggang termasuk Jajabi Band. Henry Manik, sang musisi dan pencipta lagu, tidak naik pentas untuk urusan menghibur publik tapi dalam urusan teknis.

Henry Manik mengatakan, Samosir Music International kali ini merupakan edisi yang ke-4, sejak awal dimulainya tahun 2014. Sejak awal, perhelatan itu menampilkan musisi internasional. Untuk tahun 2018, para pengisi panggung utama berasal dari Austria, maestro lagu klasik dari Belanda, violis dari Swiss, musisi berdarah Jepang - Austria yang biasanya meniup suling India. "Khusus peniup seruling, kali ini sang maestro memainkan alat musik tipu itu dari Toba. 
Kento Friesacher sudah berlatih meniup saruling Batak serta menyesuaikan komposisi lagu dengan irama etnik Batak," cerita Henry sambil mengatakan seluruh musisi sudah menyiapkan lagu Batak yang digubah sesuai selera masa kini. "Semuanya harus membawakan lagu Batak dengan komposisi baru dan aransemen baru!"

Ide membawakan lagu Batak dengan aransemen baru diutarakan Henry Manik dan diapresiasi Herman Delago. "Ide itu datang dari Hermann dan saya sebagai eksekutor kegiatan menggarisbawahinya," jelasnya sambil mengatakan sebagai project manager pihaknya mengapresiasi ide-ide brilian untuk maksud peningkatan kualitas pertunjukan.

Artis dari Indonesia pun diimbau melakukan hal serupa. Vicky Sianipar, Tongam Sirait, Alsant Nababan dan Louis Sitanggang suah memberi tahu lagu yang bakal dibawakan. "Pasti lagu Batak. lagu yang digemari publik khususnya penikmat Samosir Music International," jelasnya.

Mendampingi penyanyi global, dari daerah adalah Jajabi Band yang sudah memiliki kualitas nasional bahkan internasional. "Artis lokal kan untuk komparatif bahwa musik etnik berkembang bersamaan dengan global. Tetapi, musik etnik lokal kan munya taste tersendiri. Jajabi Band mengeksekusinya," tutup Henry Manik. (T/R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
DPRD Simalungun Minta Stok Sembako Jelang Natal dan Tahun Baru 2019 Aman
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Haru, Pertemuan Istri Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 dan Garuda 152
Gaya Hidup Konsumtif Picu Kepala Daerah Korupsi
Bertemu Ulama di Istana Bogor, Jokowi Luruskan Isu Hoax
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU