Home  / 
Wayang Air Vietnam Tergerus Hiburan Digital
Rabu, 13 Juni 2018 | 19:14:57
SIB/Dok
WAYANG AIR: Pertunjukan wayang air hadir di Teater Thang Long, Hanoi.
Hanoi (SIB) -Vietnam menjadi salah satu negara yang masih menjaga tradisi, seni, dan budaya, berusia ratusan tahun. Seperti teater wayang air yang tetap hadir di Hanoi.Teater wayang air itu memikat ratusan wisatawan setiap hari. Namun, daya tarik luar biasa wayang air justru tak diminati warga lokal.

Di belakang panggung (di balik layar bambu tipis) sekitar 20 dalang mengenakan overall karet dan membawa wayang-wayang itu menggunakan tongkat panjang.  "Wayang-wayang itu cukup berat dan air membuatnya semakin menantang," kata dalang Nguyen Thu Hoai, Selasa (12/6).

Hoai bahkan harus menukar sepatu bot dengan sandal jepit saat pertunjukan terjual habis. Sepatu bot karet, kata dia, justru menyusahkan saat bergerak memainkan wayang."Bertahun-tahun latihan dan pengalaman membantu kami mengendalikan mereka (wayang)," tambah Hoai.

Beberapa wayang berbobot 10 kg dan yang terbesar (seperti peri-)tingginya mencapai satu meter dan membutuhkan empat orang untuk menggerakkannya.

Pertunjukan di Teater Thang Long menjadi nomor wahid dalam sirkuit pariwisata Hanoi. Ribuan penonton setiap pekan, termasuk yang kali pertama datang, penasaran dengan wayang air tersebut. "Saya belum pernah melihat pertunjukan wayang seperti itu di air," kata turis asal Amerika Caroline Thomoff.

Dia mengaku terpukau melihat wayang-wayang itu bergerak seolah menari selama pertunjukan. "Bahkan, tidak ada yang sama selama pertunjukan," ujarnya seperti disiarkan HarNas.co.

Wayang air merupakan salah satu bentuk kesenian berabad-abad yang "dilahirkan" Vietnam. Seni itu muncul di sawah kawasan Vietnam utara sebagai hiburan petani.

Pertunjukan pertama wayang air diperkirakan terjadi di sebuah pagoda di Provinsi Ha Nam sebelah utara, sekira abad ke-12. Namun, sejarawan mengatakan kemungkinan wayang air lebih awal dari dugaan tersebut.

Pertunjukan menampilkan dongeng kuno seperti perumpamaan terkenal Hanoi tentang pedang berharga Raja Vietnam yang digunakan saat melawan penjajah China.

Direktur teater Thang Long, Chu Luong, mengatakan, wayang-wayang yang ditampilkan tidak berubah banyak. Semua itu masih wayang kayu berbentuk hewan, perahu, petani, dan ikan yang dilukis tangan dalam cat emas, merah, dan hijau."Ketika anak-anak dan generasi berikut melihat pertunjukan, mereka tetap melihat versi asli," kata Luong.

Terlepas dari akar kuno, pertunjukan hanya sedikit menarik bagi warga lokal, terutama generasi milenial. Lebih dari setengah dari 93 juta penduduk Vietnam berusia di bawah 30 tahun. Dan mereka lebih memilih hiburan dalam versi digital.

Pengukir wayang dari desa kerajinan di Provinsi Thai Binh generasi ketiga Pham Dinh Viem mengatakan, tak banyak uang yang didapat dari pekerjaannya. Namun, dia tetap setia mengukir wayang dan berharap generasi berikutnya mengikuti profesi yang ditekuni.

Meski demikian, wayang air menarik di luar negeri. Seorang sutradara Kanada Robert Lepage ke Toronto kembali tahun ini dan mengadaptasi opera serupa. Meski cerita berbeda, pertunjukan itu dinilai mampu menghidupkan kembali tradisi berabad-abad. (T/R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU