Home  / 
Tiongkok Rajai Box Office dengan Pendapatan Rp110,6 Triliun, Indonesia di Nomor 15
Jumat, 11 Mei 2018 | 18:59:03
Beijing (SIB) -Tiongkok merajai film box office dunia dengan pendapatan 7,9 miliar dolar AS atau kisaran Rp110,6 triliun. Perolehan itu jauh di atas Indonesia yang kini berada di posisi nomor 15 dunia. Di nomor dua Jepang sebesar 2 miliar dolar AS, Inggris Raya 1,6 miliar dolar AS, Korea Selatan dengan 1,6 miliar dolar AS, lalu Perancis, Jerman, Rusia, Australia dan Meksiko di nomor 10. Brazil menempati urutan ke-11 dengan 900 juta dolar AS, diikuti oleh Spanyol, Italia, Taiwan, Belanda, Indonesia, Argentina, Polandia, Turki, dan Hong Kong dengan 200 juta dolar AS.

Pasar film Indonesia sepanjang 2017  tampak bergairah dengan banyaknya film lokal yang mampu menjaring penonton. Namun di sisi lain, pertumbuhan Indonesia ternyata masih kalah cepat dari Taiwan.

Menurut data analisa pasar bioskop global sepanjang 2017 dari Motion Picture Association of America, Indonesia turun satu peringkat ke posisi 16 di 20 pasar film terbesar dunia.

Secara nilai pendapatan yang diperoleh dari pasar film, Indonesia masih bertahan di kisaran 300 juta dolar AS, konstan sejak 2015.

MPAA mencatat Indonesia masuk 20 besar pasar film dunia sejak 2014 di urutan bontot dengan pendapatan kisaran 200 juta dolar AS. Pada 2015, peringkat naik menjadi nomor 16 dengan pertambahan nilai menjadi 300 juta dolar AS.

Pada 2016, nilai pasar film Indonesia tak berubah, namun peringkat naik satu peringkat karena Argentina yang tadinya peringkat 14 mengalami penurunan hingga ke posisi 17, sehingga Indonesia berhasil menjadi nomor 15 diikuti Taiwan di nomor 16.

Pasar sepanjang 2017, Indonesia tersalip oleh Taiwan yang nilai pendapatannya naik menjadi sekitar 400 juta dolar AS dari sebelumnya kisaran 300 juta dolar AS.

Nilai pendapatan tersebut dicatat MPAA merupakan box office atau pendapatan industri film yang berasal dari penjualan tiket atau penonton untuk keseluruhan film di negara tersebut.

MPAA mencatat pasar box office di hampir 100 negara di dunia dan menyebutkan pengaruh kurs mata uang dapat mempengaruhi nilai pendapatan box office negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Chairman dan CEO MPAA Charles H Rivkin menyebutkan selama 2017 tren pertumbuhan penonton ke bioskop secara global mencapai rekor baru hingga menembus 40,6 miliar dolar AS, naik lima persen dibandingkan 2016. "Box office internasional juga naik tujuh persen hingga 29,5 miliar dolar AS, dengan sebagian besar karena pertumbuhan di China. Layar bioskop juga secara global tumbuh delapan persen," kata Rivkin seperti diberitakan CNNINdonesia.Com

Namun pertumbuhan pasar internasional itu bertolak belakang dengan pasar domestik Amerika Utara yang justru menurun dua persen dibadingkan 2016. (T/R10/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kopi Simalungun Tidak Kalah dengan Kopi Starbucks
LCA-International Mission Terinspirasi dengan HUT ke-73 Kemerdekaan RI
Oknum Polisi Bertugas di Simalungun yang Ditangkap Polres P Siantar Ditangani Polda Sumut
Peduli Pariwisata, PWI Siantar-Simalungun Berlayar di Danau Toba Parapat
Bupati dan Kajari Simalungun: NKRI Harga Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU