Home  / 
Picu Bunuh Diri, AS Larang Novel ‘Thirteen Reasons Why’ di Perpustakaan
Minggu, 15 April 2018 | 19:44:05
Washington DC (SIB) -Pihak otoritas di Amerika Serikat (AS) melarang keberadaan novel 'Thirteen Reasons Why' beredar di perpustakaan di negeri adidaya tersebut. Alasannya, novel yang sudah diangkat ke film dan box office itu menjadi pemicu bunuh diri remaja.

Novel itu menempati peringkat nomor satu novel yang dilarang beredar di perpustakaan AS. American Library Association (ALA) membuat survei dan hasilnya mencengangkan.

ALA mencatat ada sejumlah buku yang berdasarkan polling dilarang beredar termasuk novel yang memiliki judul LGBT. Di daftar teratas terdapat novel 'Thirteen Reasons Why' karya Jay Asher.

Novel dewasa yang sukses diadaptasi menjadi serial televisi Netflix itu juga menuai kontroversi. Baik novel maupun serial televisinya mendapatkan kritik dan dianggap mampu memicu penonton untuk melakukan bunuh diri.

Di posisi kedua ada novel 'The Absolutely True Diary of a Part Time Indian' karya Sherman Alexie. Bukunya dianggap penuh dengan unsur seksualitas. Bahkan novel 'The Kite Runner' karya Khaled Hosseini juga dianggap penuh dengan konten kekerasan seksual dan menjurus ke persoalan terorisme.

Novel Harper Lee 'To Kill a Mockingbird' juga dilarang beredar, dengan alasan ceritanya penuh dengan masalah ras. Di posisi ke-8 ada 'The Hate U Give' karya Angie Thomas' karena memuat penyalahgunaan narkoba dan terlalu vulgar.

Pada 2016, lapor DetikHot.Com, Kamis (12/4), pihak ALA mencatat ada 323 buku yang dilarang beredar dan kini menjadi 354. 

Saat diangkat ke film, novel dijadikan serial. Bercerita soal sosok Hannah Baker (Katherine Langford) yang dipenuhi dengan beragam ekspektasi di masa remajanya terpaksa harus menelan kenyataan pahit dengan memutuskan mengakhiri hidup akibat menerima penindasan dan pelecehan berulang kali di Liberty High School dari orang-orang yang dulu dianggapnya sebagai teman.

Dalam novel, semua memang akan tampak begitu membingungkan karena semua karakter memiliki latar belakang kuat dan terkadang seakan minta dikasihani walaupun sebenarnya mereka menjadi penyebab utama alasan Hannah bunuh diri.

Alkisah, Clay Jensen (Dylan Minnete) menemukan satu buah kotak misterius yang diberi label bertuliskan namanya di depan rumah. Sesuai peraturan film bergenre misteri tentu Clay penasaran dan ternyata ia mendapati setumpuk audio kaset yang diberi label angka dari satu sampai tiga belas di kedua sisinya. Tujuh buah audio kaset dan satu buah peta membuat dirinya diterpa rasa kebingungan.

Selanjutnya, sudah pasti ia berusaha menemukan cara mendengarkan audio kaset itu dan kini ia harus menerima fakta ketika berhasil memutar audio kaset misterius itu dan mendengar suara renyah yang tak asing lagi di telinganya. Suara perempuan yang dulu ditaksirnya - perempuan bernama Hannah Baker yang beberapa minggu sebelumnya melakukan aksi bunuh diri.

"Hello, boys and girls. Hannah Baker here. Live and in stereo." Clay tampak terkejut mendengar suara itu dan terlebih lagi ketika Hannah menyatakan bahwa barang siapa yang menerima rekaman tersebut berarti ia merupakan salah satu alasan dirinya memutuskan untuk bunuh diri.

Dalam 13 Reasons Why hanya ada dua aturan main, pertama: dengarkan dan kedua: teruskan kaset itu kepada orang setelah nomor kaset yang berisikan kisahmu. Ingin lari dan berusaha tidak mendengarkan? Hannah telah mempersiapkan rencana cadangan dengan mengancam akan mempublikasikan rekaman audio tersebut ke publik apabila peraturan yang dibuatnya dilanggar. (T/R10/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
DPRDSU Tegaskan Hentikan Pembersihan Lahan PTPN II
Wapres JK: Kerajinan Tangan Harus Bersaing dengan Robot
Peringatan Hari Air Sedunia dan Hari Bumi di Sibolangit Ditandai Tanam Bibit Pohon
Jokowi Bertemu PA 212 Jalin Persatuan
Papua Geram MA Hapus Pajak Air Freeport Rp 3,9 Triliun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU