Home  / 
Artis Himalaya Menari Api Bersama Hewan Buas di Bukit Kapur Lost World Tambun Ipoh
Selasa, 20 Maret 2018 | 19:26:11
SIB/Dok
FLAMING PERCUSSION : Artis Himalaya dalam Flaming Percussion menari bermediakan api di Lost World of Tambun Ipoh, Perak - Malaysia.
Ipoh (SIB) -Sedikitnya 15 artis Himalaya menari dengan media api di Lost World Tambun Ipoh, Perak - Malaysia. Berekspresi di kompleks bukit kapur salah satu yang tertua di dunia dihuni hewan-hewan buas dari hampir seluruh negara di dunia itu, penari yang seluruhnya pria tersebut diiringi tetabuhan seperti gendang etnik berbaur musik modern dengan beat dinamis. Terwadah dalam Flaming Percussion, artis etnik dari pegunungan tertinggi di dunia berekspresi.

Assistant Director of Sales Lost World of Tambun Ipoh, Perak - Malaysia Norsyuhaini Mohd mengatakan, binatang buas sudah dipastikan tidak mengganggu masyarakat yang datang. Api yang membumbung pun dijamin tidak merusak bukit kapur. "Kalau monyet-monyet memang dilepas di habitatnya yakni di hutan bukit kapur tapi pasti tidak menyerang manusia karena diberi makan rutin," tambahnya didampingi Assistant Manager - Marketing Sales and Marketing Separtmen Siti Farhana Mohd Ruslan dan Station Manager Malindo Ipoh Khairie.

Dalam suguhannya, selain tarian dengan media api yang mengklimaksi penampilan, sejumlah aroma seperti di Himalaya dipersembahkan pada publik
"Tidak terpusat di satu pentas tapi di seluruh lokasi. Lost World of Tambun memiliki area yang didesain menyerupai hutan tropis. Di sana, hewan-hewan, seperti tupai dan monyet, dibiarkan bebas melompat dari satu dahan ke dahan lain. Termasuk burung yang bisa berkomunikasi beberapa patah kata terlatih dengan pengunjung di Petting Zoo Lost World of Tambun.

Mengadopsi konsep seperti dalam film Jurassic Park, hewan-hewan buas ditangkar bahkan puluhan jenis binatang melata mematikan dipertontonkan. Bahkan ada kesempatan memberi makan burung, tupai, jerapah dan hewan-hewan lainnya. "Kenapa saat malam saja penari Himalaya muncul, sebab bila sejuk atau kedinginan dapat berendam di air belerang di Lost World Hot Spring and Spa By Night," tambahnya.

Sebelumnya Director Corporate Communication Division Tourism Malaysia Iskandar Mirza Mohd Yusof mengatakan, suguhan etnik yang orisinal menjadi bagian dari keunggulan dari sejumlah keistimewaan Perak. "Orang Indonesia sangat suka dengan suasana demikian," ujarnya didampingi Fazmir Ritonga dari Lion Medan dan TW Harsono Pane dari Tourism Malaysia Medan. "Ada direct fligh dari Medan - Ipoh pulang pergi yang membuat orang dari Sumut gampang mengunjungi Perak," tambahnya seperti disiarkan IpohMagazine.

Fazmir Ritonga menambahkan, penerbangan Medan - Ipoh dengan Malindo Air secara rutin untuk memenuhi hasrat orang dari provinsi yang berbatasan dengan Aceh berwisata alam seperti bukit kapur ribuan bahkan jutaan tahun tercipta.

Menangkap keriangan pengunjung, pria kelahiran Tanjungbalai, Sumut itu mengatakan di Lost World of Tambun sebagai one stop entertainment. "Ada enam taman hiburan tematik, dua di antaranya adalah Lost World Tin Valley dan Lost World Petting Zoo. Pencinta sejarah dan hewan sangat sejalan dengan itu. Yang suka adrenalin terpacu ada wahana di Lost World Amusement Park," tambah Norsyuhaini. (T/TSTM'sia/R10/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gubsu: Ulama sebagai Tempat Mengadu
Wakil Dubes AS Bahas Persoalan Perempuan dan Anak, Termasuk Investasi di Sumut
Menlu Retno Resmikan Gedung KJRI di Chicago
KPU RI Tetapkan Komisioner KPU Sumut Periode 2018-2023
JK Pimpin Delegasi Indonesia di Sidang Umum ke-73 PBB
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU