Home  / 
Ernest Zacharevic Datang dari Lithuania untuk Perbaiki Lukisannya yang Dirusak di Medan
Selasa, 20 Maret 2018 | 19:25:06
SIB/Dok
MURAL : Mural karya Ernest Zacharevic datang dari Lithuania yang memperindah kota tua Ipoh di Perak, Malaysia dan inzert sang pelukis yang tiba di Medan untuk memperbaiki karyanya yang dirusak, Senin (19/3).
Medan (SIB) -Ernest Zacharevic datang dari Lithuania untuk memerbaiki karya muralnya yang dirusak orang tak dikenal di Medan. Warga  dari Eropa Timur itu mengaku tetap ingin memperindah ibu kota Sumut dengan lukisan-lukisannya. "Ia tidak sakit hati. Meski kecewa, Ernest sudah biasa menghadapi perusakan itu," ujar Sabaruddin, pendamping muralis yang sudah melukis di dinding-dinding kota-kota utama di dunia tersebut, Senin (19/3). "Ernest sedang mencari lokasi lain di Medan untuk dilukis. Mungkin di sekitar gedung tua di Jalan Kereta Api," tambah pria beretnis Aceh yang pengurus Yayasan Orang Utan Indonesia tersebut.

 Sebagaimana diberitakan media dunia, mural karya pria yang disapa Zach itu di Jalan Perdana Medan dirusak. Becak yang sebagai media utama dicuri hingga lukisan terpenggal. "Becak pada karya seni yang saya buat di Medan untuk proyek 'Splash and Burn' tahun lalu dicuri. Hal ini selalu terjadi dan sejujurnya saya cukup kaget karena karya ini bertahan cukup lama, tapi inbox saya mendapat banyak respons setelah kejadian ini," tulis Zach di akun Instagram miliknya, Selasa (6/3). "Medan, saya mencintaimu..." sambung Zach.

Duka Zach bersambung. Jurnalis senior Irsan Mulyadi pun menerakan kepedihannya dengan mengunggah foto karya Zach  yang dirusak. "Sebagai warga Indonesia, sedih dan malu. Muralis kelas dunia memerindah Medan tapi dirusak. Saya berharap otoritas terkait tata kota, pariwisata, pelaku industri pariwisata dan seni mengedukasi masyarakat untuk menghargai karya seni," ujar fotografer yang berulang kali meraih anugerah jurnalistik kategori foto terbaik.

Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Karya Zach yang rusak itu awalnya bergambar tiga orang anak sedang bermain. Gambar dua anak yang tengah bermain tepat di tengah, sementara seorang anak berkaus merah sedang memanjat di bagian belakang becak. Tepat di atas becak, terdapat lukisan seekor orang utan kecil. Miniatur becak yang tadinya terpasang di mural itu mendadak hilang. "Bukan soal penggalan becak yang dicuri, tapi estetik mural itu jadi berantakan. Apalagi Zach sudah mendokumentasikannya sebagai bagian dari upaya memperindah Medan ke tingkat global," tambah Irsan Mulyadi menunjuk karya Zach yang selesai dikerjakan awal 2017 tersebut.

Zach tercatat sebagai pria 'bertugas' memperindah bangunan tua di dunia. Sejak tahun 2012, pemerintah kota di dunia mengundangnya membuat mural sesuai keseharian komunitas di kota di mana akan dibuat mural. Tahun yang sama, Zach beroleh pengakuan pasca menggelar Festival Kebudayaan di Georgetown, Penang.

Saat membuat mural di Medan, Zach menyertakan sahabatnya, Gabriel Pitcher sebagai mengindahkan gagasan Ketua Apindo Medan Rusmin Lawin yang mengejawantah  "sister city"  Medan - Penang. "Kedua kota itu memiliki banyak bangunan heritage yang masih terawat. Tapi yakinlah, Zach tidak sakit hati," tambah Sabaruddin yang terus setia mendampingi Zach mengelilingi Medan mencari tempat strategis untuk membuat mural. (T/R10/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gubsu: Ulama sebagai Tempat Mengadu
Wakil Dubes AS Bahas Persoalan Perempuan dan Anak, Termasuk Investasi di Sumut
Menlu Retno Resmikan Gedung KJRI di Chicago
KPU RI Tetapkan Komisioner KPU Sumut Periode 2018-2023
JK Pimpin Delegasi Indonesia di Sidang Umum ke-73 PBB
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU