Home  / 
Setelah Deportasi, Band Batal Tampil Akibat Ancaman Bom
Selasa, 20 Maret 2018 | 19:24:08
Texas (SIB) -South by South West (SXSW) di Texas, Amerika Serikat 'bermasalah' lagi. Tahun lalu, ajang festival band rock terbesar di dunia  tersebut dinodai kasus pendeportasian band asal Italia. Tahun 2018, SXSW menghadapi masalah keamanan. Karena ancaman bom, perhelatan sempat dihentikan untuk menyisir benda berbahaya.

Sebelum penghentian kegiatan, band asal Tanah Air tampil dan menghibur publik. Efek Rumah Kaca (ERK) sukses tampil di SXSW di Esther's Follies, Jumat (16/3).

Vokalis Cholil Mahmud mengatakan band rock asal Indonesia itu tampil sekitar 30 menit. Band asal Jakarta itu membawakan tiga lagu, yaitu Merah, Biru dan Putih dari album Sineatesia. "Respons penonton yang terlihat oleh kami sepertinya masih mencerna terlebih dahulu seperti apa musik ERK. Sepertinya mulai bisa mengerti musik ERK di lagu kedua dan ketiga," katanya.

Tentang ancaman bom, Texas memang sedang bermasalah soal hukum. Beberapa waktu lalu Austin diterpa teror bom. Terdapat tiga orang meninggal di Austin setelah tiga paket yang dikirim ke rumah penduduk meledak.

Mengenai ancaman di festival musik, The Roots yang dijadwalkan manggung di festival musik akbar   tersebut membatalkan agenda tersebut karena ancaman bom.

Band bernama lengkap The Roots & Friends tersebut dijadwalkan tampil di Fair Market Austin pada Sabtu (17/3).

Sejumlah musisi lain juga diagendakan tampil di tempat tersebut, seperti Ludacris, Jessie Reyez, dan Rapsody.

Drummer The Roots & Friends, Questlove sempat mengirimkan unggahan di akun Twitter miliknya, "keadaan darurat yang parah". Namun unggahan tersebut telah dihapus.

Penyelenggara SXSW mengakui ada sejumlah "masalah keamanan". Menurut laporan dari media lokal, Kepolisian Austin langsung memeriksa lokasi konser tersebut setelah mendapatkan laporan akan ancaman peledakan bom.

"Lantaran masalah keamanan, kami telah membuat keputusan sulit untuk membatalkan pertunjukan The Roots SXSW oleh Bud Light," kata pernyataan Bud Light selaku sponsor band The Roots & Friends seperti disiarkan CNNIndonesia.Com.

"Setelah bekerja dengan proaktif dengan SXSW, Kepolisian Austin, dan pihak berwenang lainnya, kami percaya ini adalah keputusan terbaik untuk memastikan keamanan tamu, staf, dan musisi kami, dan kami menghargai pengertian Anda," lanjut isi pernyataan tersebut. "Kami amat meminta maaf harus membatalkan pertunjukkan tersebut, namun kami merasa itu perlu melakukan semua tindakan pencegahan," katanya, diberitakan NME. (T/R10/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi: Korupsi Hingga Perang Dagang AS-China Jadi Ancaman Kita
Kejaksaan dan Pengadilan di Gunungsitoli Dipimpin “Srikandi” Cantik
Ketua Soksi Sumut Kaget Ngogesa Sitepu Dicopot
Jaksa Agung : Aset First Travel Dirampas Negara Merupakan Kesalahan
Dugaan Perjalanan Fiktif di Kesbangpol Sumut, Pj Gubsu Perintahkan Inspektorat Lakukan Pengecekan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU