Home  / 
Biasa Lelap di Kasur Empuk Bulu Angsa, Roro Fitria Kini Berbagi Tempat Tidur dengan 5 Napi
Jumat, 23 Februari 2018 | 21:37:47
Jakarta (SIB) -Roro Fitria digosipkan kekurangan uang untuk membayar jasa pengacara yang mendampinginya dalam kasus narkoba. Namun Irsan Gusfrianto, anggota tim kuasa hukum, mengatakan sang bintang tak ada masalah dalam hal membayar jasa pengacara karena gratis.

Di lain hal, di tahanan, pedangdut kaya raya itu berbagi tempat tidur dengan 5 tahanan lain. Selama ini Roro lelap di kasur empuk berbahan bulu angsa.

Tentang tim pembela berisi 8 pengacara, Irsan memastikan tak dibayar karena hubungan dekatnya dengan Roro. "Kami dengan Roro berkawan sejak lama. Jadi sifatnya kami membantu sebagai sahabat. Apa yang bisa kami bantu sebagai pengacara ya kami bantu untuk proses hukumnya," kata Irsan tentang kliennya yang kini menghuni rumah tahanan Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Roro dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. Irsan menegaskan bahwa pendampingan hukum yang dilakukannya untuk Roro Fitria ikhlas tanpa bayaran. "Enggaklah untuk Roro ini, kami bantu secara sukarela, sebagai sahabat," paparnya sambil mengurai timnya yang berjumlah total  delapan orang siap membantu Roro Fitria melewati proses hukum yang harus dijalaninya.

Mengenai keseharian di tahanan, artis yang membintangi Bangkitnya Suster Gepeng itu harus bisa berbagi tempat tidur dengan 5 orang di dalam sel tahanan akibat tersangkut kasus narkoba.

Nuning Tyas, anggota kuasa hukum yang lain, mengatakan Roro sempat kesulitan beradaptasi di tahanan. Butuh waktu bagi kliennya untuk bisa menyesuaikan diri. "Ya, sehari dua hari enggak bisa adaptasi. Dari yang sebelumnya biasanya hidup mewah, sekarang harus menyesuaikan keadaan gitu. Tapi kalau sekarang sudah mulai tenang karena sudah 5 hari ya," tuturnya seperti disiarkan Tempo.co, Kamis (22/2).

Roro sempat syok diciduk polisi lantaran kedapatan membeli narkoba jenis sabu sebesar Rp 4 juta. Namun kini kondisinya mulai tenang ditandai sudah mulai bisa makan seperti biasa. "Kalau makan sudah lumayan mau makan. Sudah bisa menyesuaikan sama teman-teman di kamarnya," kata Nuning.

Roro mulai menjadi penghuni tahanan sejak 14 Februari 2017. Irsan melukiskan, pada awal ditahan artis yang mengaku keturunan Kerajaan Mataram kuno tak berhenti menangis karena rasa bersalah perilakunya bertolak belakang dengan statusnya sebagai Duta Anti Narkoba dan Duta Bela Negara. "Tapi sekarang sudah tidak menangis lagi," ceritanya. "Udah enggak nangis tapi wajahnya kelihatan masih sedih," tutupnya. (T/R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gebyar PAUD 2018 Tapanuli Utara Diwarnai Berbagai Lomba
Satgas: Permasalahan DD di Nisut Dipicu Kelemahan SDM Pengelola
Ratusan Guru Honor di Samosir Resah, Takut Dipecat Menyusul Penerimaan 150 Guru CPNS
Dispar Humbahas Gelar Pelatihan Gerakan Aksi Sadar Wisata
Pemkab Tobasa akan Dorong Desa Menyelenggarakan PAUD
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU