Home  / 
Beda Kurt Cobain, Komedian Robin Williams Gantung Diri Picu Suicide di AS
Sabtu, 10 Februari 2018 | 15:36:26
Los Angeles (SIB)- Satu penelitian mengemukakan angka suicide di Amerika Serikat melonjak nyaris 10 persen usai kasus kematian Robin Williams pada 2014. Publikasi tersebut juga menunjukkan lonjakan yang nyata terjadi pada pria dan dengan cara yang mirip dengan yang dilakukan Williams.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS One menemukan bahwa dalam lima bulan setelah kematian Williams pada 11 Agustus 2014, yaitu hingga Desember, tercatat 18.690 kasus bunuh diri. Angka tersebut meningkat 9,85 persen dari prediksi sebelumnya dalam periode tersebut.

Komedian terkemuka di AS itu ditemukan tak bernyawa di kediamannya di California pada usia 63 tahun. Kematian komedian dan peraih piala Oscar tersebut menggemparkan penggemar dan dunia. Pihak berwenang kala itu menyatakan kematian Williams disebabkan oleh asphyxia alias sesak nafas akibat gantung diri.

Hasil autopsi menemukan bintang Jumanji itu menderita demensia Lew body yang mampu menyebabkan penurunan progresif kemampuan mental.
Studi tersebut juga menemukan angka bunuh diri di kalangan pria usia 30-44 tahun meningkat 12,9 persen setelah kasus Williams. Temuan lain dari data yang diambil dari Centers for Disease Control and Prevention tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah kematian akibat mati lemas sebesar 32 persen.

Meski studi tersebut tidak dapat membuktikan keterkaitan secara langsung antara peningkatan angka bunuh diri dengan kasus Williams, namun peneliti menyimpulkan keduanya memiliki hubungan satu sama lain.

Salah satunya, lapor CNNIndonesia.Com, Jumat, (9/2) publikasi besar-besaran oleh media atas kematian Williams diduga "telah memberikan stimulus penting bagi populasi rentan di Amerika Serikat (seperti pria paruh baya yang putus asa) untuk beride melakukan bunuh diri."

Peneliti juga menyatakan, publikasi kasus Williams yang mendetail dan sensasional semakin memberikan dampak dengan didukung gema dari netizen di media sosial.

Para peneliti mengambil perbandingan dengan kasus bunuh diri yang dilakukan Kurt Cobain pada 1994. Kala itu, pelaporan mengenai insiden tersebut amat terbatas sehingga menimbulkan dampak dan peningkatan rasio bunuh diri yang kecil. "Industri media dapat secara positif atau negatif mempengaruhi tindakan imitasi bunuh diri," kata tim peneliti. "Berita media yang populer menunjukkan bahwa pedoman pemberitaan untuk kasus bunuh diri tidak dijalankan dalam kasus Williams." tulis studi tersebut. (T/R10/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim Pesparani Sumut Aransir Ulang Lagu Kebangsaan Bergenre Gregorian
Axis Rilis Konten Fokus Games dan Musik
Ikut Asian Games 2018, India Tayangkan Film Raih Emas Olimpiade 1948 di London
Dihantam Badai, Backstreet Boys Batalkan Konser
Comunity of Cyclist Sidikalang Gelar Sepeda Santai
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU