Home  / 
Film Gianni Versace Diboikot karena Sebut Sang Perancang Lemah Digerogoti AIDS Sebelum Ditembak Mati
Jumat, 12 Januari 2018 | 21:59:50
SIB/Dok
FILM PERANCANG KONDANG: Sebagian artis yang membintangi American Crime Story: The Assasination of Gianni Versace yang bercerita tentang sang perancang kondang.
Roma (SIB) -Donatella Versace ogah menonton serial soal kakaknya, American Crime Story: The Assasination of Gianni Versace. Alasan sang desainer kondang itu karena apa yang diangkat ke film penuh kepalsuan bahkan kebohongan. Satu di antaranya, Gianni Versace disebut sudah lemah karena AIDS sebelum ditembak mati.

Dalam pemberitaan selama ini, Gianni Versace tewas ditembak Andrew Cunanan pada 15 Juli 1997 di dekat mansion miliknya di Miami usai jalan pagi di Ocean Drive. Kisah hidup pendiri label mewah Versace itu difilmkan dibintangi para pesohor dunia. Namun begitu hendak ditayang, keluarga memboikot.

Adik dari pendiri label Versace tersebut mengatakan kepada media Italia la Republica bahwa baik buku maupun bentuk serialnya mengandung gosip dan kontradiksi. "Saya belum pernah melihat serialnya atau minat menontonnya, karena sampai saat ini, masih sakit rasanya melihat Gianni (Versace) ditampilkan secara tidak jujur," kata Donatella.

The Assasination of Gianni Versace merupakan musim kedua dari serial antologi kriminal American Crime Story yang mengangkat kasus pembunuhan desainer ternama dan pendiri label kelas atas, Gianni Versace, pada 1997.

Serial sembilan episode yang akan rilis pada 17 Januari mendatang itu diangkat dari buku seri karya Maureen Orth, Vulgar Favors: Andrew Cunanan, Gianni Versace, and the Largest Failed Manhunt in U.S. History.

The Assasination of Gianni Versace merekrut sejumlah nama besar Hollywood seperti Penelope Cruz yang memerankan Donatella, Edgar Ramirez sebagai Gianni, Ricky Martin sebagai Antonio D'Amico, dan Darren Criss sebagai Andrew Cunanan.

"Dalam upaya menciptakan kisah sensasional, (drama televisi) menghadirkan penuh gosip kontradiksi," tulis pernyataan keluarga Versace seperti dipublikasikan CNNINdonesia.com, Kamis, (11/1). "Sungguh menyedihkan (kami) melihat di antara semua kemungkinan kisah dan cerita kehidupan (Gianni), para produser memilih untuk menyajikan versi palsu dan terdistorsi yang diciptakan Maureen Orth!"

Penyataan itu juga menyebut, buku karangan Orth penuh spekulasi karena sang penulis tidak mendapatkan informasi langsung dari pihak keluarga dan tidak memiliki pengetahuan untuk membuatnya menjadi sebuah cerita, termasuk soal dugaan kondisi kesehatan Gianni.

Donatella mengatakan, satu kesalahan dalam buku karangan Orth adalah Gianni sudah lemah saat terjadi pembunuhan karena menderita AIDS. Pihak keluarga juga menyebut tidak memberikan izin atas pembuatan serial tersebut, apalagi terlibat di dalamnya. Namun produser The Assasination of Gianni Versace mengklaim pihak keluarga telah diperlakukan dengan hormat dalam serial tersebut.

Gianni tewas ditembak Andrew Cunanan pada 15 Juli 1997. Pelaku tercatat sebagai pembunuh berantai yang sudah menewaskan setidaknya lima orang. Dalam setiap aksinya, Cunanan selalu berganti penampilan. Dia tewas bunuh diri delapan hari setelah menembak Gianni Versace. Sepeninggal Gianni, label Versace kemudian dikelola oleh saudara-saudaranya, termasuk Donatella. (T/R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU