Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Disney Produksi Star Wars Berformat Trilogi
Selasa, 14 November 2017 | 18:39:36
Los Angeles (SIB) -Disney berencana memroduksi film baru Star Wars dalam format trilogi dan menghadirkan versi live-action untuk diputar berseri di layanan streaming. Pemicu proyek serba cepat ini ditengarai penyebab penurunan laba tahunan Disney sejak 2009, selain persaingan ketat di ranah online yang tak terhindarkan. "Kami memiliki ambisi besar untuk sekuel Star Wars ini," ujar Kepala Eksekutif Disney Robert Iger.

Disney baru saja mengamankan kontrak Rian Johnson, sutradara sekuel Star Wars berikutnya The Last Jedi. Kedua pihak sepakat menggarap bareng trilogi baru. "Kami juga berencana memproduksi sejumlah serial untuk konten layanan online dan menggarap serial Star Wars versi laga-hidup," katanya.

Versi laga-hidup ini perdana untuk Star Wars, yang sudah pernah dibuat versi animasinya. Namun, menurut Iger, proyek Star Wars kali ini "di luar ekspektasi" sejak Disney mengakuisisi Lucasfilm pada 2012.

Disney telah mereguk sukses lewat dua judul Star Wars dan optimistis The Last Jedi, yang tayang perdana bulan depan, juga akan booming.

Produksi sekuel baru nanti dikembangkan dari kisah Hans Solo, yang diperanka Harrison Ford dalam original trilogy, juga The Force Awakens (2015). Solo adalah sekuel kedua setelah Rogue One yang diputar 2016. "Kami sudah mengantongi judul film Star Wars yang akan ditayangkan hingga beberapa tahun ke depan, di luar Episode IX yang siap rilis 2019," kata Iger seperti diberitkan Harnas, Minggu, (12/11).

Star Wars melegenda dan meraup popularitas di dunia sejak kemunculannya pada 1977. Film ini bahkan disebut-sebut "pemicu" kelahiran Silicon Valley dan perkembangan teknologi.

Sineas California George Lucas baru berusia 33 tahun saat mempersiapkan sekuel ketiga Star Wars. Kini, 40 tahun setelah versi aslinya dipublikasikan, analis BoxOffice.com Shawn Robbins mengatakan, "Saya terdengar hiperbola kalau sudah ngomong soal Star Wars. Namun, semuanya benar-benar melampaui standar," tulis media tersebut "Empat dekade tak putus mencatat rekor. Bukan sekadar film, tapi juga melahirkan genre baru di dunia entertainment, baik televisi, video games, mainan, buku, dan lainnya. Star Wars bahkan sudah jadi brand yang menyentuh semua kalangan," kata dia menambahkan.

Di luar kejutan itu, Disney, seperti dilansir BBC, dibayangi penurunan laba tahunan sejak 2009. Terlebih, saat ini persaingan di dunia online semakin ketat, seturut rencana mereka terjun ke panggung streaming dua tahun ke depan.

Tahun ini, keuntungan Disney turun di angka 4 persen pada September lalu. Namun, nilai saham yang awalnya turun mengalami penaikan 1 persen sebab kabar seputar film baru Star Wars. (T/R10/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Menpar Tinjau Kesiapan Bandara Internasional Silangit
Takut Ditangkap, Taipan Arab Saudi Pindahkan Harta ke Luar Negeri
Presiden Jokowi Belum Putuskan Robert Pakpahan Jadi Dirjen Pajak
Novanto Tegaskan Dirinya Masih Ketua DPR
Kereta Kencana dari Solo Ikuti Geladi Kirab Kahiyang-Bobby di Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU