Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Dipimpin Jaksa Agung, FBI Ikut Ungkap Kasus Pelecehan Seks Artis Hollywood Selama 30 Tahun
Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:57:18
Los Angeles (SIB) -Federal Bureau of Investigation (FBI) akhirnya ikut mengungkap kasus pelecehan yang menimpa sejumlah artis Hollywood selama 30 tahun belakangan. Setelah pengakuan bintang kelas Oscar seperti Angelina Jolie, Gwyneth paltrow, Kamis (12/10), Cara Delevigne menjadi korban dengan pelaku utama Harvey Weinstein. Produser film laris Hollywood itu pun sudah mengaku dan dipecat dari perusahaan yang didirikannya. Menyusul hal tersebut, sang istri menceraikan pria yang melakukan pelecehan seks dengan dalih memomulerkan artis baru ke kancah dunia.

Aparat hukum dan FBI dilaporkan telah membuka penyelidikan terhadap produser film tersebut. Departemen Kehakiman yang dipimpin Jaksa Agung Jeff Sessions telah memerintahkan penyelidikan terhadap tuduhan pada produser besar Hollywood itu. Apalagi semakin banyak selebriti yang berani bersuara atas kelakuan tidak pantas Weinstein.

Penyelidikan dibuka di tengah rumor Weinstein yang berencana pergi ke Eropa untuk melakukan rehabilitasi karena kecanduan seks, yang membuatnya memaksa bertindak seksual ke banyak perempuan. Jika pergi, Weinstein bisa terhindar dari tuntutan di Amerika Serikat.

Kasus serupa pernah terjadi pada Roman Polanski pada 1978. Ia dituding melakukan pelecehan seksual, namun pergi dari Amerika Serikat dan akibatnya bisa lolos dari hukuman. Kabar bahwa Weinstein akan meninggalkan Amerika pertama kali diembuskan oleh media hiburan TMZ. Pada Selasa (10/10), dikabarkan Weinstein akan menuju ke Swiss. Namun rencana itu berubah. Weinstein dan timnya memutuskan untuk pergi ke Arizona demi mendapatkan perawatan akan kecanduan seks dan masalah perilaku lainnya, yang diidap pria 65 tahun itu.

Weinstein yang telah berkeliling dunia untuk memromosikan filmnya, diyakini melakukan kejahatan seks di beberapa negara. Sampai kini, lima orang mengaku telah memberikan laporan tentang pelecehan di Perancis, sementara klaim lainnya muncul dari London.

FBI yang juga memiliki markas di kedua negara itu mengklaim akan mendapat bantuan jaksa di sana untuk mendalami kasus yang melibatkan Angelina Jolie dan Gwyneth Paltrow itu.

Media terkemuka di AS memberitakan, pelecehan sudah terjadi sejak 1990-an. Ditegaskan, itu tidak akan meringankan Weinstein, karena Amerika tidak punya batasan waktu untuk kasus perkosaan dan kejahatan seksual.

Apalagi, salah satu korban Weinstein, Lucia Evans punya kasus yang lebih baru. Pada 2004, pelajar yang ingin menjadi aktris itu mengaku diminta melakukan oral seks terhadap Weinstein. FBI juga sedang menginvestigasi pengakuan-pengakuan semacam itu.

Kasus pelecehan seksual Weinstein dikaitkan pula dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Disebut-sebut Weinstein adalah pihak yang vokal menolak Trump. Sebaliknya, ia punya hubungan erat dengan Hillary Clinton. Meski tidak jelas apakah kasus Weinstein ada kaitannya dengan kepentingan politik, Trump sudah memberi pernyataan. "Saya sudah mengenalnya selama bertahun-tahun. Saya tidak terkejut," kata Trump sesaat setelah kabar pelecehan seksual itu mencuat di media, Kamis (5/10).

Tentang Cara Delevingne, melalui akun Instagram, bintang film Suicide Squad itu menyatakan Weinstein pernah mencoba mencium dirinya dan ingin menyaksikan dia berciuman dengan seorang wanita.

Delevingne mengawali cerita panjangnya lewat pernyataan 'Jangan malu untuk bercerita yang mungkin dapat menginspirasi orang lain.' Dalam keterangan itu Delevigne lalu menuliskan keterlibatannya dengan Weinstein yang berawal dari sebuah telepon yang aneh. "Dia menanyakan apakah saya telah tidur dengan wanita yang saya lihat di media. Itu telepon yang sangat aneh dan tidak nyaman."

Ia memilih tidak menjawab dan menutup telepon. "Tapi sebelum menutup telepon, dia berkata kepada saya, jika saya gay atau memutuskan tinggal bersama wanita terutama di depan umum, maka saya tidak akan pernah mendapatkan peran sebagai wanita lurus atau dapat menjadi aktris di Hollywood," tambahnya.

Satu atau dua tahun setelah kejadian itu, Delevingne bertemu dengan Weinstein dan seorang sutradara di sebuah lobi hotel. Sang sutradara kemudian meninggalkannya bersama Weinstein. "Begitu kami hanya tinggal berdua, dia mulai membual tentang semua aktris yang pernah dia tiduri dan bagaimana dia membantu karier mereka, serta berbicara tentang hal-hal tidak pantas lainnya yang bersifat seksual," tulis Delevingne menyampaikan keanehan Weinstein. "Dia lalu mengundang saya ke kamarnya."

Aktris berusia 25 tahun itu menolak. Ia lalu bertanya kepada asisten Weinstein apakah mobilnya sudah siap di luar. Sayang, menurut sang asisten, mobilnya masih akan lama. Delevingne pun terpaksa ikut ke kamar Weinstein, meski merasa "tidak berdaya dan takut."

Tapi sesampainya di sana, Delevingne menyatakan bahwa ada wanita lain di kamar itu. Delevingne, yang memang lebih berorientasi pada wanita, diminta untuk mencium wanita itu. "Saya segera bangkit dan bertanya apakah dia tahu bahwa saya bisa bernyanyi, dan saya mulai bernyanyi. Saya pikir ini akan membuat situasi menjadi lebih baik, lebih profesional, seperti audisi. Saya sangat gugup," tulis Delevingne mengungkapkan.

Sang aktris akhirnya punya keberanian untuk keluar dari ruangan setelah Weinstein mencoba mencium bibirnya. Pasca kejadian itu, dia mengaku memilih diam karena tidak ingin menyakiti keluarga Weinstein. Baru sekarang saat kasusnya ramai, ia berani angkat bicara. "Saya merasa bersalah, seolah saya melakukan kesalahan. Saya juga khawatir hal semacam ini telah terjadi pada begitu banyak wanita yang saya kenal tapi tidak ada yang mengatakan apa pun karena rasa takut," tulisnya.

CNNIndonesia.com melaporkan, Delevingne memang pernah muncul dalam film yang diproduksi Weinstein, berjudul Tulip Fever. Film itu diproduksi sejak 2014 dan dirilis pada September 2017. (T/R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jelang Tengah Malam, Mahasiswa Masih Bertahan di Depan Istana
Bertemu 4 GM PLN Sumut, Gubsu Optimis Tol Listrik Sumbagut-Sumsel Selesai Akhir 2017
Kini Ganti Paspor Cukup Bawa e-KTP dan Paspor Lama
Kasus e-KTP, Andi Narogong Disebut Gonta-ganti Mobil hingga 23 Kali
RI Promosi Investasi Danau Toba Senilai Rp 21 Miliar di Inggris
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU