Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Lagu-lagu Nasionalisme Dorong Kecintaan pada NKRI
Selasa, 22 Agustus 2017 | 21:21:44
Kombes Yusmeri Ginting BA dengan latarbelakang putra-putrinya yang mantan anggota Paskibra.
Medan (SIB) -Pada saat upacara pengibaran dan penurunan Merah Putih berkaitan peringatan ulang tahun ke-72 Republik Indonesia, Kamis (17/8), di Lapangan Merdeka Medan, Kombes Yusmeri Ginting BA mendapat perhatian besar dari  publik. Mulai dari polisi, khususnya yang pernah dididik di Sekolah Polisi Sampali (SPN) Medan, para personil Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) hingga para hadirin muda yang memakai busana adat Nusantara.

Setelah pengibaran selesai, keharuan tumbah. Perempuan yang menjabat Gadik Madya SPN Polda Sumut itu ikut larut dalam kebahagiaan Paskibra. Sambil mengetuk-ngetuk jarinya, dari bibirnya mengalir sejumlah nada menyenandungkan lagu-lagu bernafas nasionalisme. "Mengingatkan saya pada perjuangan orangtua, pada masa-masa muda ketika ikut pendidikan di Pusdik Kowad di Lembang, Bandung serta apa yang dilakukan buah hati saya ketika mereka berada di tengah lapangan mengibarkan Sang Dwiwarna," ujar istri tokoh pemuda nasional Drs Dewantara Sembiring MHum tersebut.

Empat putra-putrinya - Evan Yudha Putra Sembiring AMd IP SH yang berkarier di Rumah Tahanan Negara Medan, Richy Ricardo Sembiring SH yang anggota Poldasu, Depri Yura Efrata Sembiring yang masih menimba ilmu di Fakultas Hukum USU dan Devina Natania Beru Sembiring - adalah mantan anggota pasukan Paskibra di tahun berbeda. Setiap acara pengibaran, tetap terlibat. Sebagai purna Paskibra, keempatnya tetap bertugas tapi saat Kamis (17/8), hanya Devina Natania Br Sembiring kelihatan. "Yang lain, tiga anak saya yang lain, sibuk di pengabdian masing-masing," ujar perempuan alumni Diktap Pamilsuk Polri Sukabumi tersebut.

Menurutnya, lagu-lagu nasionalisme menjadi penyemangat dari masa ke masa. Ia tahu persis, orangtuanya - Letkol Inf Josef Ginting (+) - M Br Surbakti yang veteran pejuang - memosisikan lagu perjuangan sebagai penyemangat. Mertuanya - Serma Nomen Sembiring (alm) - S Beru Ginting - juga demikian. Dalam berdinas, alumni IKIP (sekarang Unimed) 1981 itu juga mengetularkan nasionalisme Indonesia melalui lagu-lagu nasionalis. "Meski zaman sudah berubah, napas perjuangan tetap sama. Dulu orangtua kita melawan penjajah secara fisik, sekarang kita berjuang menyingkirkan kemiskinan dengan derap langkah yang sama," ujar Yusmeri Ginting.

Lagu-lagu, dalam arti syair dan nada, mendorong pribadinya semakin mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Simak syair lagu Butet, misalnya, seorang ibu yang punya bayi mengikhlaskan suaminya berjuang sampai wafat di medan juang. Pahami lagu Erkata Bedil yang berfilosofi tentang perjuangan. Saya berharap, lahir lagi lagu-lagu nasionalisme yang mengajak generasi muda memahami perjuangan tak berhenti," tegas mantan Ketua Fraksi ABRI di DPRD Binjai tersebut.

Selain menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian, Yusmeri Ginting rutin melestarikan silaturahim dengan para pejuang dan keluarga besarnya. Di Bulan Merdeka, contohnya, ia memfokuskan sebagian besar waktunya menemui para pejuang. "Meski yang ditemui (maksudnya para pejuang) tidak mengenal saya, tapi mereka saya anggap orangtua sendiri. Dari silaturahim itu, saya memetik fanatisme nasionalisme. Minimal kecintaan pada NKRI di hati saya, makin tumbuh," tutupnya. (T/R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Forkada Harapkan Dukungan Kemenko Maritim Bangun Nias
Ka KPH XII : PHPL Berdampak Positif Terhadap Peredaran Kayu
Panitia Konferensi PWI Bona Pasogit Audiensi ke Bupati Taput
Mahasiswa Himmah Pertanyakan Pembahasan P-APBD Tahun 2017 dan KUA-PPAS Tahun 2018
Kerusakan Tembok Penahan Badan Jalinsum di Tarutung Belum Juga Diperbaiki, Ancam Keselamatan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU