Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
10 Artis Cilik Terpilih Rekaman untuk Bangkitkan Nasionalisme Anak Indonesia
Sabtu, 19 Agustus 2017 | 14:57:59
SIB/Dok
KE INDUSTRI KREATIF: Produser Novita Sumargo bersama pimpinan MMA Production Steven, Kepala Lembaga Pendidikan Musik Farabi Dwiki Dharmawan Medan Dino Irwan yang ketua dewan juri, pencipta lagu dan psikolog anak Cerahyani SPSi, MC Samuel Juliardi Sinaga, Imelda Purba dan para pekerja seni dari Gresek EO di grandfinal Kids Singing Contest di Cambridge Mall Medan, Minggu (13/8).
Medan (SIB) -Setelah mengikuti pemilihan dua hari nonstop, Sabtu - Minggu (12 - 13/8), terpilih 10 artis cilik masuk ke rekaman khusus untuk membangkitkan nasionalisme anak Indonesia. Para artis bocah itu antaranya adalah Skyrio, Yesyurunisa Mandalika  Mungkur, Fabooni Raphalino Simbolon, Shara Nathalia Artha Monova Siahaan, Benediva Boaz Ambarita, Yvonne Miranda Eugene, Nadine Abelicha, Vanisyah Humaira Wimas, Nikita Mawardi Rinaldi. Tiga dari nama tersebut berada di posisi teratas dan berhak atas trofi serta hadiah total Rp6 juta.

Sebagaimana diketahui, MMA Production bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Musik Farabi Dwiki Dharmawan Medan mengadakan Kids Singing Contest di Cambridge Mall Medan. Perlombaan itulah yang melahirkan artis cilik dari Medan untuk masuk dapur rekaman.

Ketua Dewan Juri Dino Irwan mengatakan, apa yang dihasilkan adalah hasil kerja keras pihaknya menilai bakat anak di daerah ini yang memiliki kualitas lebih.
"Talenta yang dimiliki peserta luar biasa. Semuanya bagus dan memiliki ciri istimewa," tambah penggebuk drum terbaik Sumut yang berulang kali mewakili daerah ini ke Java Jazz dan juri Indonesian Idol tersebut.

Juri lain, pencipta lagu Cerahyani SPsi yang lagu-lagunya dinyanyikan para peserta, mencatat sejumlah keunggulan istimewa. Karena 'kuota' masuk rekaman terbatas, yang lain harus ngantre. "Ada   yang terasa sangat luar biasa. Skyrio itu benar-benar bagus, sudah masuk dalam tahap entertainer profesional," ujarnya menunjuk penyanyi cilik yang menunjukkan kualitas menghibur, mulai dari vokal hingga koreografer.

Pimpinan MMA Productions Steven memastikan, seperti artis yang mengisi album pertama maka yang ditetapkan juri sebagai pemenang akan rekaman secara komersial. "Pemenang dan 10 besar tak semata ikut rekaman tapi memastikan bahwa mereka adalah penyanyi anak-anak. Bocah yang profesional, bukan anak-anak yang dipoles menjadi remaja bahkan dewasa," ujar pria yang memroduksi film Luntang Lantung yang laris tersebut.

Dukungan untuk mengentaskan bakat anak-anak pun disahuti produser Novita Sumargo. Selain tekun memantau  bakat untuk dientaskan ke industri, perempuan aktif tersebut menegaskan ingin mengembalikan kejayaan Medan sebagai kiblat industri kreatif di Indonesia.

MC Samuel Juliardi Sinaga pun mencatat kualitas berkesenian anak-anak di daerah ini, khususnya yang ikut dalam festival. "Bahkan adik-adik yang tidak menang bahkan tidak masuk rekaman, ada yang sangat bagus. Cuma Dewi Fortuna saja yang tidak berpihak padanya," ujar dosen UHN yang dalam membawa acara penuh kekocakan mendidik tersebut.

Ia menunjuk Yesyurunisa Mandalika  Mungkur yang bernyanyi membuat audiens menitikkan air mata. "Fabooni Raphalino Simbolon pun berkarakter," tambah Imelda Purba, seorang pendidik dan pencari bakat yang mengibarkan Gesrek EO, mencatat keistimewaan penyelenggaraan yang profesional hingga menumbuhkan minat dan bakat anak terjun ke industri kreatif. "Sulit menetapkan pemenang," tambah Agus Lumban Gaol yang diaminkan Benny William, Ryna Tonda, Mirza dan Lino Deski Sianturi serta Ishak Pasaribu. (T/R10/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
13 Kecamatan di Medan Rawan Bencana
Tingkatkan Kualitas dan Kesejahteraan Guru PAUD
Proyek Penimbunan Jalan Provinsi Rp 10 M di Silau Laut Asahan Terancam Tak Selesai
Hakim Cecar Nazaruddin Soal Dugaan Novanto Terima USD 500 Ribu
Pengunduran Diri Ngogesa Sitepu Sebagai Cawagubsu Disahkan Golkar
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU