Home  / 
Isya Jeeperson, Artis Karo yang Menolak Stuntgirl
Senin, 2 Juni 2014 | 11:18:47
Isya Jeeperson
Jakarta (SIB)- Isya Jeeperson makin mencorong di industri kreatif Indonesia. Sinetron yang dibintanginya — di antaranya Raden Kiai Santang dan Panji Laras — membawa perempuan lembut tersebut ke deretan atas artis di Indonesia. Di banyak adegan, Isya melakonkan peran antagonis. Bahkan, di adegan berbahaya, penyuka makanan pedas itu ogah menggunakan stuntgirl. “Artis itu tak hanya mengandalkan kemolekan tubuh dan wajah tapi harus mengutamakan kualitas,” tegas pemeran Aisyah di film Azrax tersebut.

Popularitas artis yang berada di bawah bendera Mana8emen Artis Jakarta pimpinan Ibnu Gugun Siregar melampaui namanya. “Aku ini asli Karo. Kedua orangtuaku asli dari Karo Simalem. Aku merantau sendiri karena tekad kuatku,” ujarnya di Jakarta. Soal peran antagonis jadi santapan. Kini, Isya ingin dapat peran baik. "Berperan protagonis itu tantangan buat saya. Soalnya banyak yang bilang muka saya muka antagonis. Saya ingin buktikan kemampuan akting saya, dengan wajah antagonis bisa berperan protagonis," ujarnya sambil bercerita di film Azrax sebenarnya sudah berperan protagonis.

Begitu juga saat berperan sebagai guru di film Sayap Kecil Garuda. "Tapi porsinya kecil. Saya berharap orang lebih mengenal saya dengan kematangan akting," harapnya sambil mengatakan secara pribadi fokus menyukseskan syuting sinetron Panji Laras dan Kian Santang di mana Isya berperan sebagai Pandan Sari. "Nah di sinetron kan perannya antagonis dan intens. Makanya sampai kangen peran protagonis!"
***
Isya lahir dari pasangan Rosani Ginting dan Irian Bakti Tarigan (alm). Sebagai putri 3 dari 3 bersaudari — kakaknya Yuni Trisuhartika dan Debby Hari Mahardika — meskinya dekat dengan orangtua tapi karena ‘jauh’ dari ayahnya membuat Isye berani merantau ke Jakarta. “Aku kan anak bungsu tapi punya tekad dan kemauan seperti anak sulung,” ujarnya di Medan didampingi  Regional Businness Manager Alfaland Herri Zulkarnain, Papi Addie Gumara dari ElMode Management Jakarta dan M Akbar dari ElMode Management Medan, Amri dari AmriPro Management Artis Medan.

Menimba ilmu di SD Danau Singkarak Sei Agul melanjut ke SMPN7 dan menggali ilmu di SMA Primbana School, Isye merantau ke Jakarta untuk melanjut studi di Universitas Dr Moestopo Beragama. “Aku bercita-cita menjadi diplomat atau politisi. Itulah sebabnya mengambil jurusan Hubungan Internasional, tapi karena kesibukan syuting, cutilah,” ujar gadis kelahiran Medan, 25 Maret 1992 tersebut.

Kini Isya terlibat dalam pencarian artis dari daerah untuk dibawa ke tingkat nasional. "Kasting memang prosedur yang harus dijalani. Saya berjuang dari nol saat pindah dari Medan ke Jakarta. Jadi casting bukan masalah," tegasnya sambil mengatakan bakat dari daerah asalnya sangat banyak dan harus dicarikan jalan keluar.

Sukses di akting, Isya mulai fokus pada dunia tarik suara. Perempuan murah senyum itu berkolaborasi dengan Eva Manurung, artis yang populer di era 1990-an itu. “Aku belajar vokal dari Eva Manurung dan diciptakan lagu beat pop untuk single,” cerita Isya yang semula berguru vokal pada Bertha. “Kalau soal vokal, orang dari Medan kan pasti punya dasar suara bagus!” (t/r9/f)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ditjen Pajak Gelar Pekan Inklusi Pajak 2018 Bertajuk ‟Pajak Bertutur‟ di Karo
Didakwa Korupsi, Bendahara Pengeluaran Dinas LH Karo Diadili
Perda Tak Disahkan, Anggota BPD Karo Terlantar 3 Tahun
Sejumlah Rumah Mewah Artis Hollywood Terbakar
Jalan ke Perladangan Uruk Biru Pametar Tiga Binanga Karo Rusak Parah
KOMENTAR PEMBACA:
Terdapat 1 komentar untuk artikel ini.
Semangat dan terus bangun kreatifitas muda mudi Karo !!!!! Mejuah-juah !!!!!!



Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU