Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Kolaborasi dengan Barat, Murni Surbakti Rilis Ngulihi Si Tading di Norwegia
Kolaborasi dengan Barat, Murni Surbakti Rilis Ngulihi Si Tading di Norwegia,
Murni Surbakti
Oslo (SIB) -Masih ingat Murni Surbakti? Perempuan yang namanya melambung sejak jawara di lomba nyanyi Cipta Pesona Bintang RCTI tahun 1992 itu adalah satu-satunya penyanyi Indonesia yang bernyanyi di Istana Raja Spanyol. Perempuan yang pernah memeragakan busana etnik Indonesia di Stiny Brook University di Long Island, New York itu merilis albu bertajuk Ngulihi Si Tading di Oslo. "Aku sebenarnya sedih, kok berkreasi di negara orang. Padahal, keluargaku di Indonesia, asalku di Karo," tulisnya di akun pribadinya, Jumat (28/4).

Tetapi, di sejumlah baliho yang bertebar di Medan dan Tanah Karo, Murni diagendakan melaunching album dimaksud pada Jumat (19/5) di Jalan Jamin Ginting, Lau Cih, Medan Tuntungan, Medan. "Ya...ya, itu benar. Semua untuk menjawab kerinduanku," jelasnya.

Sebelum ke Tanah Air, Murni mengerjakan proyek bersama musisi Norwegia, Audun Kvitland Rosted. Musisi Barat berusia 34 tahun itu populer di Indonesia dengan lagu Nasi Padang. Syair lagu tersebut unik karena berisi ragam jenis menu kuliner Tanah Air. Di awal 2017, dirilis Komodo Ping Pong yang kini populer di Indonesia. "Iya, aku emang sedang mengerjakan proyek dengannya," urai Murni.

 Uniknya, Murni dan Audun mematangkan proyek seninya di Grand Hyatt Jakarta sebelum perempuan yang pernah bergabugn di Elfa Secioria Choir itu keliling Eropa untuk mengunjungi Jerman, Portugal dan London dalam rangka promosi Ngulihi Si Tading. "Tapi, aku juga ingin bikin klip di Karo, khsuusnya di desa adatnya. Aku tak mau tercerabut dari akar budaya Karo. Aku masih beru Karo," harapnya.

Tetapi, sebelum ke Medan, Murni mempagelarkan adat Karo di Belanda.

Sebelumnya, Murni berulang kali mengibarkan Merah Putih di luar negeri. Antara lain dalam Olympic Choir di Linz - Vienna yang menggondol Grand Prize untuk kategori Jazz dengan mengalahkan peserta dari 86 negara peserta.

Tahun 2002, Murni keliling dunia bernyanyi untuk private party, seperti halnya di Caribia (Mustique Island), Amsterdam dan Lisabon. Kegaitan tersebutlah yang membuatnya sebagai satu-satunya penyanyi Indonesia yang masuk ke Istana Raja Spanyol.

Dari sana, Murni kolaborasi dengan penyanyi Afrika, Selena Pereira. Dia juga rekaman 1 lagu di New York dengan Patrick Grant (2001).

Di tahun 2009, Murni sempat melatih anak yatim piatu di Phnom Penh melalui Palm Tree Foundation. Tahun 2011, Murni ke Roma dan Milan untuk menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan RI di sana sekalian mempromosikan batik dari Yayasan Akar Wangi.

Dalam acara itu, Murni bersentuhan dengan dunia fashion ketika berdampingan dengan designer Oscar Lawalata dan Auguste Soesastro.

Tahun 2013, Murni menghubungi Ramona Purba untuk membuat proyek musik Karo menjadi world music dengan  musik traditional Karo. Meski terus keliling dunia tapi Murni tetap tak lupa dengan budaya leluhurnya. Di New York ia membawakan lagu Musuh Suka lengkap dengan busana etnik dan pernak-pernik eksotik. (T/R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU