Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Passion of the Christ Masih Terlaris di Jajaran Film Tentang Yesus
Minggu, 16 April 2017 | 21:19:08
SIB/Dok
ARAHKAN AKTING : Mel Gibson sedang mengarahkan aktor yang berakting sebagai yesus untuk mengangkat kisah akhir kehidupan Yesus dalm Film Passion of the Christ yang diproduksi tahun 2004.
Los Angeles (SIB) -Pada 2004, Mel Gibson sukses mengangkat kisah akhir kehidupan Yesus dalam film Passion of the Christ. Meski dianggap terlalu kontroversial hingga banyak pihak yang mengecam keras film tersebut namun tetap terlaris di jajaran film tentang Yesus.

Film tersebut menceritakan 12 jam terakhir kehidupan Yesus di dunia. Dari cerita penderitaan di Taman Getsemani, kedukaan Bunda Maria sampai kebangkitan Yesus. Dalam buku berisi fotografi film dimaksud, sang sutradara mendeskripsikan tema sesungguhnya. "Film ini tentang kasih, harapan, iman, dan pengampunan. Ia (Yesus) wafat untuk semua umat manusia, menderita bagi kita semua. Sekarang saatnya untuk kembali ke pesan awalnya. Dunia ini sudah gila. Kita semua dapat menggunakan sedikit kasih, harapan, iman dan pengampunan."

Terlalu vulgar untuk film, kritikus menyerang karya Mel Gibson ini dengan ulasan negatif dan hampir tak sepenuhnya menyampaikan pesan yang ada di dalam cerita sesunggunya. Rotten Tomatoes berikan nilai 49 persen, sedangkan IMDb lebih tinggi di angka 7.1/10.

Bermodal 30 juta dolar AS, The Passion menghasilkan 612 juta dolar selama penayangan di seluruh dunia di tahun 2004. Prestasi film mencakup yakni tiga nominasi Oscar tahun 2005, film religi terlaris dan film terlaris berkode R di Amerika Serikat, dan film non-Inggris terlaris sepanjang masa.

The Passion of the Christ dibintangi Jim Caviezel, Monica Belucci, Claudia Gerini, Maia Morgenstern, dan Francesco De Vito. Bersama 20th Century Fox, film rilis tanggal 25 Februari 2004.

Sejumlah film lain yang menjadi catatan adalah The Last Temptation of Christ yang diedarkan tahun 1988, dibuat oleh Martin Scorsese. Di film berbudget 6 juta dolar itu, Scorsese menggambarkan Yesus seorang manusia yang menemukan ketuhanannya sendiri dan tersiksa sekaligus gembira oleh wahyu. Yudas di sini adalah seorang aktivis yang kuat dan penuh kasih. Ia mau menggulingkan penjajahan bangsa Romawi, ketika Yesus menginginkan pembebasan manusia dari dosa. Pengamat film mengatakan, ada agenda terselubung kelompok Yahudi untuk mendiskreditkan Yesus- walaupun sang sutradara adalah seorang Katolik Roma, penulis dialog adalah seorang Calvinist, dan penulis novel adalah seorang Orthodox Yunani.

Dalam Jesus of Nazareth tahun 1977 miniseri televisi Anglo-Italian berdurasi 6 jam 21 menit,  mendramatisir kelahiran, kehidupan, pelayanan, kematian, dan kebangkitan Yesus berdasarkan empat judul injil. Miniseri yang disutradarai oleh Franco Zeffirelli, menampilkan Bunda Maria yang diperankan Olivia Hussey. Jesus of Nazareth memberikan pendekatan yang cukup alami dan penggunaan efek khusus menggambarkan keajaiban dan ketika menghadirkan Yesus sebagai seorang yang lebih dari sekedar manusia bahkan Tuhan itu sendiri.

Film Jesus of Nazareth bukan hanya mencampurkan narasi dari keempat injil, tapi juga juga menampilkan dialog antara Yesus dan Barabas.

Biografi Yesus "Son of God", yang dirilis 20th Century Fox dan disutradarai Christopher Spencer, menceritakan sang Mesiah (Diogo Morgado) dari sejak kelahiran, pengajaran, pengorbanannya di kayu salib hingga kebangkitannya.

Diogo Morgado, Yesus kelahiran Portugal,  secara maksimal tampil dalam melakoni perjalanan pengajaran, beragam mujizat yang dilakukannya.  Sampai pada titik dimana Yesus dikasihi oleh banyak orang, lalau dihianati oleh Yudas dan mati disalib. 

Hujan pujian dari sejumlah pemimpin Gereja, diantaranya penulis dan pendeta Rick Warren yang berkomentar, "Saya telah menonton film-film tentang Yesus yang diproduksi sepanjang 50 tahun namun, "Son of God" berbeda, ia memiliki kelasnya tersendiri".

Film The Missing Years of Jesus, yang menggambarkan usia 12 dan 30 tahun, kehidupan Yesus yang tak tercatat. Dokumenter ini mengisahkan bahwa Yesus juga berpendidikan selama kehidupanNya sebelum usia 30 tahun, karena Dia bisa membaca.

Juga ada pemikiran bahwa Yesus menghabiskan waktu di Laut Galilea karena di sinilah Dia bertemu dengan para Rasul. Selama tahun-tahun yang hilang, Yusuf, ayah Yesus, meninggal dunia, dan Yesus memisahkan diri dari keluarga-Nya.

Film "The Messiah, Jesus The Spirit of God" atau yang disubtitle sebagai Isa Al Masih itu, ditulis, diproduksi dan disutradarai oleh produser asal Iran, Nader Talebzadeh. Berdurasi 1 jam 21 menit film yang didanai channel TV milik pemerintah Iran itu, menceritakan kisah hidup Yesus dalam versi Injil Barnabas, lapor MerahPutih.Com, oleh banyak akademisi Barat dianggap sekedar dongeng fabel era pertengahan. 

Yesus yang oleh umat Nasrani dipercaya sebagai messiah, anak Tuhan yang disiksa kaum Judah diperankan oleh Ahmad Soleimani-Nia. (t/r10/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gubernur Riau: Rohul Merupakan Daerah Strategis
2 Gajah Mati di Aceh Timur Berusia 10 dan 20 Tahun
Massa Koalisi Transportasi Aceh Tolak Kehadiran Angkutan Online
Banjir di Sungai Dekat Gunung Slamet, Banyak Kendaraan Hanyut
Jumlah Napi Tipikor di Indonesia 3.801 Orang, Paling Banyak di Jatim
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU