Home  / 
Gok Parasian dari The Voice 2016 Indonesia ke Panggung Drama Internasional
Jumat, 28 Oktober 2016 | 22:32:45
SIB/Dok
Akting Gok Parasian Malau dalam pementasan drama.
Jakarta (SIB)- Gok Parasian Malau kini jadi penyanyi nasional. Mulanya dari panggung festival sebagai juara Bintang Radio Sumatera Utara 2013. Meski berada di puncak namun peraihan yang bukan final karena mantan pelajar SMAN I Pangururan, Samosir itu terus menggeliat di dunia seni. Saat ikut pencarian bakat instan di satu stasiun televisi nasional, Gok menarik perhatian juri. Lewat lagu Pergilah Kasih yang dipopulerkan pertama kali oleh Crisye, juri yang juga penyanyi internasional - dimotori Judika disusul Agnez Mo dan Ari Lasso - memujinya. Kini, sang bintang masa depan Indonesia itu melebarkan karier ke panggung drama.
Sabtu (29/10), Gok bersama Svara Sacra Choirs berakting dan bernyanyi dalam The Story of Buku Ende: Hymns from The Batakland (In Choral Drama), di Medan International Convention Center (MICC) Medan.

Sutradara pementasan Rithaony Hutajulu bilang, menghadirkan Gok bukan semata karena bersuara memukau tapi pria kelahiran Samosir tahun 1993 itu mampu mengeksplore kualitas talenta yang ada padanya dan klop tatkala dipadukan sejumlah bintang muda lintasgenre, mulai etnik hingga klasik dan modern.

Pergelaran dengan co-director dan music director sutradara kondang Irwansyah Harahap tersebut pun mengeksplorasi terhadap tata ruang pentas dengan pendekatan multimedia yang dikerjakan MJA Nashir, seorang penulis asal Pekalongan yang teah membuat film etnik bekerja sama dengan psikolog Belanda.

Berada di panggung drama, Gok berbagi ruang ekspresi dalam pentas yang sama dengan soprano solist Diana Tobing dan tenor solist Ernest Simatupang plus Niesya Harahap. Nama terakhir disebut, vokalis dan penari muda anggota kelompok Suarasama dan Mataniari itu, kerap tampil di dalam dan luar negeri. Satu suguhan yang membawa nama Indonesia saat ikut pentas di New Zealand dan Jerman. "Pementasan yang mengelaborasikan talenta muda dan seniman senior seperti si Raja Seruling Marsius Sitohang hanya mungkin setahun sekali disuguhkan pada publik," ujar Rithaony Hutajulu sambil mengatakan Svara Sacra Choirs sejak terbentuk hingga kini tetap memertahankan keinginan mengembangkan kreativitas, rohani, sosial dan budaya. "Svara Sacra Choirs paling baner tampil sekali setahun. Kesertaan Gok pun dengan semangat idealisme agar generasi muda memahami dan mengamalkan budaya leluhur!"
Gok mengaku siap tampil maksimal di panggung drama internasional. "Nafasnya adalah memuliakanNya melalui adat istiadat bersumber dari Buku Ende," ujar penyanyi yang penampilan perdananya saat di The Voice 2016 ditonton hampit 3 juta orang tersebut. (t/R9/l)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Indramayu Tepis Isu Mundur karena Masalah di KPK
Sandiaga Minta Maaf soal Langkahi Makam Pendiri NU
Diduga Tidak Terima Diputuskan, Pria Bakar Diri dan Kekasihnya di Medan
Menag: Kartu Nikah Bukan Pengganti Buku Nikah
Polisi Atensi Tuntaskan Kasus Pengancaman Wartawan SIB di Nisel
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU