Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Walaupun Sedang Berduka, Wapres Terpilih HM Jusuf Kalla Menerima Audiensi RE Nainggolan dan Penggiat Kaldera Toba
JK Minta Gubsu dan Tokoh Tapanuli Berperan Proaktif Wujudkan Geopark Toba
*Libatkan Peranan Media, JK Berhasil Menjadikan Komodo Diakui Sebagai Keajaiban Dunia
Senin, 6 Oktober 2014 | 10:32:35
SIB
BERSAMA JK: HM Jusuf Kalla menerima buku mengenai koleksi anggrek Toba dari rombongan Penggiat Geopark Kaldera Toba yang disampaikan oleh penyusun bukunya dr Ria Novida Telaumbanua dari Yayasan Anggrek Toba. Rombongan yang dipimpin oleh RE Nainggolan dari RE Foundation didampingi anggota DPD RI Parlindungan Purba, Pieter Manopo (Radio Lite FM Medan) dan lainnya.
Jakarta (SIB)- Wakil Presiden terpilih HM. Jusuf Kalla mengharapkan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho proaktif melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk bersama sama mewujudkan Toba menjadi geopark (taman bumi) dunia.

“Ini untuk kepentingan dan manfaat bersama. Manfaatnya tidak hanya dirasakan satu daerah, melainkan berdampak positif terhadap perkembangan kawasan,” ujar Jusuf Kalla saat menerima rombongan penggiat Geopark Kaldera Toba yang dipimpin oleh RE.Nainggolan di kediaman pribadinya di Jalan Darmawangsa, Jakarta, Sabtu (4/10). Seyogianya RE Nainggolan diterima sehari sebelumnya (Jumat 3/10), namun tertunda karena JK mendadak harus ke Makassar untuk berkumpul dengan keluarga besar yang sedang berduka atas meninggalnya Bibi (tante) Pak JK. JK yang dikenal sebagai pribadi berkomitmen dan Man of Action ini masih tetap mengabari RE Nainggolan melalui sms berkomit mengusahakan sudah akan kembali ke Jakarta Sabtunya untuk menerima rombongan penggiat Kaldera Toba itu.

JK sangat menyambut baik upaya menjadikan Kaldera Toba menjadi Geopark dunia. Untuk itu, JK berjanji akan segera berkomunikasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk segera menyelesaikan dossier (proposal) yang akan dikirim ke Unesco. “Salah satu keuntungannya, jika sudah memperoleh pengakuan dari Unesco, maka lembaga ini akan membiayai pembangunan kawasan ini, asalkan Pemda membangun sisi infrastrukturnya. Seperti halnya Borobudur yang telah memperoleh pengakuan Unesco, biaya perbaikan dan pengeluaran ditanggung oleh Unesco,” ujar JK.

Secara teknis, peran media nasional, kata JK, sangat penting untuk mewujudkan Geopark Toba. Berdasarkan pengalaman menjadikan komodo menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia, peran media sangat penting. “Ketika saya ditunjuk menjadi duta untuk komodo, hal pertama yang saya lakukan adalah membawa suluruh media nasional ke taman komodo. Kemudian media nasional meramaikannya. Setelah itu saya sosialisasi lewat acara terpopuler di TV. Hanya dalam tempo singkat dapat dukungan hingga 300 juta sms,” jelas JK.

JK juga mengatakan, dalam rangka upaya mewujudkan geopark Kaldera Toba, mestinya para tokoh tokoh Tapanuli dikumpulkan dan diajak turut berperan serta. “Saya melihat banyak tokoh-tokoh Tapanuli yang potensial yang dapat diharapkan membantu. Keterlibatan para tokoh ini tentu akan membantu mendorong keterlibatan daerah,” ujar JK.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Sumut asal Tapanuli RE. Nainggolan yang didampingi anggota DPD RI Parlindungan Purba, Dr. Novida Teleumbanua (Yayasan Anggrek Toba),  anggota PWI Sumut, ketua IJTI Sumut, Jadi Pane SH dari RE Foundation, Pieter Manoppo (Radio Lite FM Medan), Tiorida Simanjuntak (Radio Kardopa Medan), melaporkan kepada JK,  pengajuan dossier (proposal) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke Unesco harus dilakukan paling lambat awal Nopember 2014. Saat ini proposal tersebut sedang disusun.

Seperti diketahui, Program Geopark atau Taman Bumi Kaldera Toba ditetapkan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono  pada Maret 2014. Penetapan ini diharapkan menjadi  menjadi sebuah gagasan baru yang lebih efektif untuk mendongkrak pariwisata di wilayah Sumatera Utara, khususnya wilayah sekitar Danau Toba dan Kabupaten Tapanuli Utara dengan andalan pantai Muaranya yang indah.

Selain itu, manfaat geopark ini juga akan berdampak kepada perkembangan ekonomi kawasan yang meliput Kabupaten Humbanghasundutan, Tobasa, Simalungun, Dairi dan Tanah Karo.

Maka RE Nainggolan mengharapkan agar Pemprovsu dan Pemda sekitar Danau Toba perlu bersatu, proaktif dan berinisiatif berjuang bersama  mewujudkan ini, serta menyiapkan manajemen terpadu kawasan Kaldera Toba. Dimana mulai perizinan usaha pariwisata  maupun industri sampai permasalahan limbah harus dimanaje dengan pola terpadu. Contoh kecil adalah perlunya membuat pembuangan dan pengelolaan limbah hotel maupun rumah tangga agar kebersihan Danau Toba dapat pulih seperti dulu.

 Contoh Pulau Komodo dulu daerahnya minim mendapat perhatian, setelah berhasil diperjuangkan Pak JK dan penggiat Taman Komodo menjadi Taman Dunia Unesco, sekarang penerbangan ke Pulau Komodo sudah jadi 10 kali dibanding sebelumnya yang hanya sekali.

Atas pesan JK, RE Foundation akan mendorong peranan media nasional maupun internasional mensosialisasikan Kaldera Toba. Dalam hal ini diharapkan dukungan peranan bersama dari Pemprovsu dan pemkab, bahkan mengajak media melihat langsung kawasan itu, jelas RE Nainggolan kepada Pemred SIB, GM Immanuel Panggabean usai pertemuan via telepon. (R1/BR7/d)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
OJK Sosialisasi Perusahaan Pegadaian kepada TP PKK dan IRT Langkat
Bupati Samosir Minta Camat Tertibkan Bangunan Tanpa IMB
JK Ingin Genjot Prestasi Atlet Lewat Metode Sains dan Teknologi
Puluhan Warga Minta Pemkab Sergai Cabut Izin Pendirian Tower
Massa FPK Sumut Berunjukrasa di Kantor Gubsu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU