Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
80 Jenazah Belum Dievakuasi dari Lokasi Tragedi MH17
Sabtu, 2 Agustus 2014 | 08:25:55
SIB/INT
Ilustrsi
Moskow (SIB)- Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop meyakini masih ada kemungkinan 80 jenazah penumpang pesawat MH17 di lokasi kecelakaan.

Namun proses evakuasinya tidak mudah. "Kita belum bisa memastikannya sebelum tim investigasi kami selesai melakukan penyelidikan untuk mencari yang tersisa di sana," kata.

Tim monitor yang sudah berada di lokasi mengatakan, masih banyak jenazah dan barang-barang milik penumpang yang bergeletakan di tempat jatuhnya pesawat. Sebagian sudah diangkut ke Belanda, namun sisanya lagi belum.

Mereka juga sudah menandai titik-titik tempat temuan mayat. Anjing pelacak pun dikerahkan untuk mencari kemungkinan mayat di posisi lain.

 "Waktu adalah hal yang paling penting dalam hal ini," ucap juru bicara Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE) Michael Bociurkiw.

Pesawat MH17 jenis Boeing 777 yang mengangkut 298 orang, jatuh di kawasan Ukraina timur yang dikuasai para separatis pro-Rusia pada Kamis, 17 Juli lalu.

Pejabat-pejabat Amerika Serikat meyakini pesawat tersebut ditembak jatuh dengan sebuah rudal darat-ke-udara. Pihak militer Ukraina menuding separatis pro-Rusia berada di balik peristiwa tragis itu. Ada 12 WNI di pesawat tersebut. Sisanya sebagian besar berasal dari Belanda, Australia dan Malaysia.

Peringatkan NATO
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Kolonel Jenderal Valery Gerasimov, Kamis, mengeluarkan peringatan terhadap "infrastruktur NATO" yang semakin dekat dengan perbatasan negara. Peringatan itu disampaikannya dalam pembicaraan telepon dengan Ketua Gabungan Kepala Staff AS, Jenderal Martin Dempsey. Gerasimov juga menegaskan kembali komitmen Rusia untuk Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak-Menengah (INF).

Mengacu pada situasi di Ukraina, Gerasimov "menilai tindakan pasukan Ukraina di daerah konflik dan mengatakan penggunaan pesawat tempur oleh pasukan pemerintah, senjata berat, sistem artileri, termasuk rudal, terhadap warga sipil tidak dapat diterima."

Satu laporan AS baru-baru ini menuduh Moskow melanggar INF yang ditandatangani kedua negara pada tahun 1987. Kementerian Luar Negeri Rusia menolak tuduhan Amerika Serikat melanggar perjanjian nuklir jarak menengah era-Soviet dengan Amerika Serikat dan menyebut tuduhan itu "tidak berdasar."

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan,  Washington telah memastikan, menurut satu analisis intelijen, bahwa Moskow telah melanggar kewajibannya berdasarkan Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF), namun menolak untuk memberikan bukti.

"Pernyataan-pernyataan itu adalah tidak berdasar sama semua klaim Washington lainnya terhadap Moskow yang telah disuarakan baru-baru ini," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam satu pernyataan. "Tidak ada bukti pendukung yang pernah diberikan," kata pernyataan itu.

Kementerian itu juga menekankan bahwa Rusia memiliki keluhan tersendiri tentang kepatuhan AS dengan perjanjian INF. Kementerian itu telah mengkritik rencana Washington untuk menyebarkan sistem peluncur MK 41 VLS di Polandia dan Rumania sebagai bagian dari pendekatan adaptif bertahap untuk pertahanan rudal.

 "Sistem ini mampu meluncurkan rudal jelajah jarak menengah rudal jelajah, dan versi darat mereka dapat dianggap sebagai pelanggaran langsung terhadap perjanjian INF," kata pernyataan itu. INF adalah perjanjian 1987 antara Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk menghilangkan penggunaan rudal nuklir dan konvensional dengan kisaran menengah, yang didefinisikan sebagai 500 sampai 5.000 kilometer (310 sampai 3.100 mil).

Sementara itu Uni Eropa memberlakukan sanksi atas lima bank Rusia untuk memprotes campur tangan Rusia di Ukraina timur yang bergolak. Uni Eropa akan membatasi akses perbankan ke pasar saham Eropa, yang dapat menghambat ekonomi Rusia yang sudah lemah, dan beberapa analis bahkan mengatakan sedang menuju ke arah resesi.

Ke-28 negara blok Uni Eropa menyerukan pemberian sanksi awal pekan ini dan menentukan nama-nama badan keuangan tersebut hari Kamis, yakni bank terbesar Rusia; Sberbank, serta Gazprombank, Rosselkhozbank, Vnesheconombank dan VTB Bank.

Bank-bank BUMN Rusia menjual surat-surat utang senilai lebih dari $ 21 miliar tahun lalu, hampir separuhnya di pasar-pasar Eropa.

Pengaruh sanksi itu masih belum jelas, karena Uni Eropa mengatakan anak-anak perusahaan kelima bank tersebut di Eropa dikecualikan dari pembatasan itu.

Dalam kemunduran lain bagi ekonomi Rusia, majelis tertinggi HAM Eropa hari Kamis memerintahkan Rusia membayar $ 2,5 miliar lebih kepada para pemegang saham perusahaan minyak raksasa Yukos yang ditutup.

Satu dekade lalu, pemerintah Rusia menyita perusahaan itu yang tadinya dimiliki oleh pengecam kebijakan Kremlin, Mikhail Khodorkovsky. Beberapa hari lalu, para pemegang saham memenangkan keputusan ganti rugi $ 50 miliar di pengadilan Den Haag. (Detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Foto Tersenyum di Lokasi Kecelakaan, Wartawan China Dipecat
Belum Genap Satu Tahun, Berat Bayi Capai 28 Kg
Kabappeda : Pengaktifan Jalur KA Delitua dan Pancurbatu Belum Dipastikan Jadwalnya
Pemanfaatan Dana Kapitasi Belum Optimal
Pemkab Simalungun Alokasikan Rp 350 M untuk Perbaikan Jalan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU