Home  / 
KUA PPAS R-APBD 2019 Dituding Ada Kejanggalan, Rapat di DPRD Sempat Alot
* F-PDIP Memilih ‟Walk Out‟
Jumat, 9 November 2018 | 09:54:33
Medan (SIB) -Anggota Banggar (Badan Anggaran) dari berbagai fraksi di DPRD Sumut (Fraksi Golkar, Demokrat, Gerindra, Hanura, F-PKS, F-PKB, FP Nasdem dan F-PAN) mengakui pembahasan nota kesepakatan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Plafon Perioritas Anggaran Sementara) terhadap R-APBD Provsu tahun anggaran 2019 berjalan sangat alot dan terjadi perdebatan panjang dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Provsu.

Hal itu juga diakui Ketua F-PAN DPRD Sumut H Aripay Tambunan, anggota F-PKD Ir Juliski Simorangkir MM dan anggota Banggar dari FP Gerindra Donald Lumbanbatu SE kepada wartawan, Kamis (8/11) di DPRD Sumut menanggapi alotnya pembahasan KUA PPAS R-APBD TA 2019 yang diwarnai aksi walk out anggota Banggar dari F-PDI Perjuangan.

"Ya memang sangat alot pembahasan KUA PPAS R-APBD Provsu ini. Kita juga dari F-PAN sangat kritis dan terus mengejar Banggar dari TAPD Provsu agar struktur atau plafon dari R-APBD itu nantinya mengacu kepada visi misi Gubsu Edy Rahmayadi, sesuai amanah Permendagri No38/2018," ujar Aripay.

Selama tiga hari tiga malam Banggar membahas plafon KUA-PPAS R-APBD ini. Akhirnya TAPD Provsu mengadopsi visi misi Gubsu dengan uraian-uraiannya. Misalnya, untuk pendidikan dianggarkan sesuai undang-undang, yakni sebesar 20 persen dari nilai APBD. Begitu juga anggaran kesehatan dialokasikan sebesar 6 persen.

"Kita tahu salah satu visi misi Gubsu untuk mewujudkan kecukupan pangan di daerah ini, sehingga kita mendorong agar plafon KUA PPAS R-APBD diperbesar, terutama anggaran ketahanan pangan dan peternakan bisa dinaikkan sebesar Rp19 miliar hingga menjadi Rp180 miliar lebih. Anggaran tanaman pangan dan hortikultura dinaikkan Rp15 miliar menjadi Rp200 miliar lebih," ujarnya.

Selanjutnya anggaran perkebunan ada penambahan Rp10 miliar, anggaran kehutanan ada penambahan Rp7 miliar beserta sejumlah mata anggaran lainnya, Banggar bisa menekan untuk ditambah, sehingga anggota Banggar dari berbagai fraksi dapat menerima KUA PPAS R-APBD itu dibawa ke sidang paripurna untuk ditandatangani Gubsu dan Ketua DPRD Sumut.

"Kita hanya ingin melihat secara transparan plafon anggaran di KUA PPAS R-APBD TA 2019, agar tidak melanggar Permendagri No 38/2018 yang mengamanahkan pengalokasian anggaran harus sesuai visi misi gubernur," tandas Aripay sembari menambahkan, permintaan Banggar sangat logis, agar jangan ada kesan dewan hanya sebagai tukang stempel.

Menurut Donald dan Juliski, pada awal pembahasan banyak terlihat kejanggalan dalam KUA PPAS RAPBD 2019, termasuk usulan visi, misi dan program kerja Pemprovsu. Berulang-kali Banggar minta dokumen KUA PPAS diperbaiki TPAD, tapi tidak juga dilakukan.

Seperti potensi soal pajak APU (Air Permukaan Umum) sebesar Rp1 triliun, ujar Juliski, diusulkan agar dimasukkan menjadi pendapatan. Tapi dibuat tanda bintang yang bisa saja tidak dicairkan, sepertinya ada skenario yang dibuat TAPD untuk tidak transparan, sehingga pembahasan sangat alot.

Tapi setelah TAPD mengadopsi seluruh usulan-usulan Banggar legislatif, tandas Donald,  seperti peningkatan dana BKP (Bantuan Keuangan Provinsi) ke kabupaten/kota, pengalokasian dana Bansos (bantuan sosial) atau dana hibah yang masih banyak masyarakat membutuhkan, akhirnya Banggar dari 8 fraksi menyetujui rapat paripurna penandatanganan KUA PPAS R-APBD Provsu. Kecuali F-PDI Perjuangan memilih walk out.

"Jika rekan-rekan wartawan bisa masuk mengikuti rapat Banggar pembahasan KUA PPAS R-APBD Sumut ini pasti lebih seru. Tapi, karena Tatib (tata tertib) dewan tidak memerbolehkan, karena bersifat tertutup, harus dipatuhi," ujar Donald.

Seperti diketahui, F-PDI Perjuangan melakukan "walk out" dari pembahasan KUA PPAS maupun rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA PPAS R-APBD 2019 yang dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi, Rabu (7/11),  karena dianggap menyalahi Permendagri No38/2018 dan TAPD tidak transparan dalam penyusunan KUA PPAS 2019. (A03/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ilmuwan Ingin Menggunakan Laser untuk Memandu Alien ke Bumi
Studi Ungkap Wanita Nigeria Kembangkan Bisnis dengan WhatsApp
Audio High Resolution Picu Peningkatan Speaker Wireless
Mirip Manusia, Robot Berteknologi AI Gantikan News Anchor
BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU