Home  / 
Habib Rizieq Diperiksa Polisi Saudi Soal Bendera Tauhid
* Dijemput Intelijen, Rizieq Sempat Ditahan
Kamis, 8 November 2018 | 12:03:44
SIB/Riau Pos
DIPERIKSA: Habib Rizieq ketika diperiksa Polisi Saudi soal bendera tauhid di Mekkah, Senin (5/11).
Jakarta (SIB) -Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dikabarkan ditangkap aparat kepolisian Kerajaan Arab Saudi. Kuasa hukum Habib Rizieq, Kapitra Ampera, meluruskan bahwa kliennya itu bukan ditangkap, melainkan diperiksa polisi.

Kapitra mengatakan pemeriksaan itu diduga terkait dengan bendera berkalimat tauhid. Bendera itu diduga dipasang di tembok oleh orang tak dikenal di rumah yang ditempati Rizieq. Untuk diketahui, Kapitra mengaku masih sebagai pengacara Habib Rizieq.

"Diperiksa polisi KSA (Kerajaan Arab Saudi). Iya, diduga ada orang yang pasang bendera berkalimat tauhid di dinding tembok rumah HRS (Habib Rizieq Syihab)," kata Kapitra saat dimintai konfirmasi, Selasa (6/11) malam.

Kapitra juga mengirim foto yang menunjukkan bendera berkalimat tauhid di dinding tempat tinggal Rizieq. Sehelai bendera berlatar hitam itu tampak tertempel di depan pintu.

Dia juga mengirim foto saat Rizieq dikelilingi beberapa polisi Saudi. Rizieq, yang mengenakan baju dan peci putih dalam foto itu, diduga sedang dimintai keterangan oleh polisi setempat.

Sempat Ditahan
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan Habib Rizieq Syihab sempat ditahan karena adanya bendera yang dianggap mirip bendera ISIS. Habib Rizieq dijemput polisi dan intelijen setempat.

Maftuh menyatakan, pada 5 November 2018 sekitar pukul 08.00 WAS, rumah Habib Rizieq di Mekah didatangi polisi Arab Saudi. Polisi datang karena adanya bendera yang dianggap berkaitan dengan gerakan ekstremis.

"Karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis pada dinding bagian belakang rumah MRS, pada saat tersebut sempat dilakukan pemeriksaan singkat terhadap MRS oleh kepolisian Mekah," ujar Maftuh dalam keterangan tertulis, Rabu (7/11).

Sore harinya, lanjut Maftuh, Habib Rizieq dijemput polisi. Penjemputan itu, kata Maftuh, berlanjut pada penahanan.

"MRS dijemput oleh kepolisian Mekah dan Mabahis 'Aamah (intelijen umum, General Investigation Directorate GID) lalu dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan MRS ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Mekah," kata Maftuh.

Habib Rizieq kemudian dilepas pada 6 November sore waktu setempat.

"Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis 'Aamah (intelijen umum), HRS diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekah pada hari Selasa, tanggal 6 Nopember 2018 sekira pukul 16.00 WAS," tutur Maftuh.

Dilepas dengan Jaminan
Setelah sempat diperiksa dan ditahan selama 28 jam oleh tim intelijen dan polisi Arab Saudi. Habib Rizieq dikeluarkan dari tahanan dengan jaminan.

"Pada 6 November 2018 pukul 20.00 waktu Saudi, dengan didampingi oleh staf KJRI, MRS dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekah dengan jaminan," ujar Maftuh.

Apa jaminan yang dimaksud, tak dijelaskan secara rinci oleh Maftuh. Untuk selanjutnya, kata Maftuh, tim KBRI akan terus berkoordinasi untuk mendalami perkara apa yang dituduhkan kepada Habib Rizieq.

Habib Rizieq ditahan karena adanya aduan dari warga mengenai bendera. Bendera hitam berkalimat tauhid itu dianggap pelapor sebagai bendera yang mirip dengan bendera ISIS.

"Dubes akan selalu intens berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait Saudi terkait apa yang sebenarnya dituduhkan kepada MRS. Dubes berharap hanya masalah overstay saja yang merupakan pelanggaran imigrasi," tutur Maftuh.

Maftuh mengatakan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan selalu memberikan pendampingan kekonsuleran dan pengayoman kepada MRS dan seluruh WNI para ekspatriat Indonesia yang menghadapi masalah hukum berada di Arab Saudi. 

"KBRI dan KJRI akan mewakafkan diri untuk pemihakan dan pelayanan kepada seluruh ekspatriat Indonesia di Arab Saudi," tuturnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo menyatakan masih mendalami keterangan yang disampaikan Kemlu dan KBRI ini. Komunikasi dengan Habib Rizieq masih terus dilakukan.

"Kalau Kemlu mengatakan bahwa itu karena ada aduan mengenai bendera ISIS sehingga Habib Rizieq diperiksa karena itu, saya belum bisa cek langsung ke beliau. Makanya saya saat ini sedang mau menanyakan sebetulnya ada apa," tutur Sugito. 

Aturan soal Bendera
Sementara itu, pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, menilai apa yang terjadi pada Habib Rizieq bisa karena otoritas Saudi menduga ada aktivitas politik di kediaman Rizieq.

"Saya kira itu (bendera) melambangkan simbol, apalagi itu ditulis dalam bendera ya. Bendera selalu berkaitan dengan identitas, kelompok, politik, dan lain sebagainya. Pemeriksaan yang dilakukan saya kira berkaitan dengan aktivitas politik yang bersangkutan," kata Yon saat dihubungi.

"Ini saya kira berkaitan dengan persoalan politik. Aktivitas politik warga Saudi itu sangat dilarang. Kedua, warga negara asing itu tidak diperbolehkan membicarakan atau membawa aspek politis yang ada di negara asalnya. Pengibaran bendera itu dilihat sebagai simbol politik dibanding simbol keagamaan," jelasnya.

Yon menjelaskan aktivitas politik yang dilakukan di area publik akan diduga Saudi bisa mempengaruhi situasi politik dan keamanan di negara tersebut.

"Saya kira aturan berkaitan stabilitas politik dan keamanan, lebih kepada itu. Karena itu isu politik dari luar," tutur Yon.

"Apalagi itu sudah dilakukan di area publik. Itu bisa mempengaruhi situasi dan kondisi di Saudi, kecuali di dalam rumah atau kamar. Wajar kalau kemudian aparat yang ada di Saudi melakukan penyelidikan itu karena nanti akan membuat massa berkumpul untuk melihat, dikhawatirkan juga akan banyak berkumpul massa di suatu tempat," jelasnya. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU