Home  / 
Gubsu dan DPRDSU Tandatangani Nota Kesepakatan KUA PPAS R-APBD 2019
* F-PDI Perjuangan Walk Out
Kamis, 8 November 2018 | 09:40:56
SIB/Firdaus Peranginangin
TANDATANGANI: Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman,Wakil Ketua Dewan Aduhot Simamora dan Gubsu Edy Rahmayadi menandatangani nota kesepakatan KUA PPAS terhadap R-APBD Provsu tahun anggaran 2019 sebesar Rp15 triliun lebih, disaksikan Sekdaprovsu Hj Sabrina, Sekwan Erwin Lubis, Kepala Bappeda Irman Umar dan Kepala BP2RD (Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah) Sarmadan Hasibuan.
Medan (SIB) -Nota kesepakatan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara) terhadap R-APBD Provsu tahun anggaran 2019 sebesar Rp15 triliun lebih, ditandatangani Gubsu Edy Rahmayadi dan DPRD Sumut dalam rapat paripurna dewan, Rabu sore (7/11). Tapi F-PDI Perjuangan bersikap walk out dengan alasan menyalahi Permendagri No 38/2018.

Dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman didampingi Wakil Ketua dewan Aduhot Simamora, juru bicara Banggar (Badan anggaran) DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga menyampaikan, R-APBD 2019 mencapai Rp15,4 triliun terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp15,2 triliun dan belanja daerah juga direncanakan mencapai Rp15,4 triliun.

Sementara F-PDI Perjuangan mengambil sikap walk out baik dari pembahasan KUA PPAS maupun paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA PPAS R-APBD 2019, karena F-PDI Perjuangan menganggap sudah menyalahi Permendagri No 38/2018 dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) tidak transparan dalam penyusunan KUA PPAS 2019.

Ketua F-PDI Perjuangan Drs Baskami Ginting dan anggota Banggar (badan anggaran)  Sarma Hutajulu, Ruben Tarigan, Sutrisno Pangaribuan, Yantoguh Damanik, Wasner Pasaribu dan Siti Aminah Peranginangin kepada wartawan menegaskan, sikap walk out fraksinya, karena KUA PPAS 2019 sudah menyalahi aturan.

Dikatakan Sarma Hutajulu, ada beberapa hal yang menyebabkan anggota Banggar dari F-PDI Perjuangan bersikap walk out dari rapat pembahasan KUA PPAS 2019. Di antaranya penyajian KUA PPAS 2019 secara legalitas tidak sesuai Permendagri No 38 tahun 2018 tentang penyusunan KUA PPAS.

"Dari awal KUA PPAS sudah kita minta TAPD memperbaiki dokumennya, karena secara legalitas tidak sesuai Permendagri, tapi sampai rapat Banggar yang digelar, Rabu (7/11) hingga sore masih juga belum diperbaiki," ujar Sarma yang juga sekretaris fraksi itu.

Dalam dokumen KUA PPAS R-APBD 2019, lanjut Sarma lagi, visi/misi Gubsu yang baru belum tergambar. Padahal amanah dari Permendagri No 38 harus ada visi/misi Gubsu dan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah), karena RPJMD Sumut belum ada.

"Kalau kedua hal itu belum dipenuhi, F-PDI Perjuangan tidak ikut membahas R-APBD 2019, karena tidak ada pedoman untuk membahasnya," ujarnya.

Sarma dan Siti Aminah menyebutkan, pemerintah harusnya mengurangi kesenjangan kabupaten/kota, tapi faktanya tidak, karena bantuan keuangan provinsi ke kabupaten/kota tidak ada alias nol. "Kalau kita ingin mengurangi kesenjangan harusnya kita membantu kabupaten/kota melalui dana BKP (bantuan keuangan provinsi) yang dialokasikan APBD Provsu," katanya.

Sarma Hutajulu dan Sutrisno juga menilai, transparansi pembahasan KUA PPAS R-APBD 2019 masih kurang, sehingga R-APBD Rp15,4 triliun tidak diketahui keberpihakan kepada rakyat atau tidak. "Kami melihat TAPD tidak sungguh-sungguh menyajikan data. Kalau itu tak dipenuhi, F-PDI Perjuangan tetap walk out," tegasnya.

Sutrisno melihat kejanggalan rancangan KUA PPAS RAPBD 2019, termasuk usulkan visi, misi dan program kerja Pemprovsu, serta minta dokumen KUA PPAS diperbaiki tidak juga dilakukan. Seperti potensi soal pajak APU (Air Permukaan Umum) sekitar Rp1 triliun kita minta dimasukkan menjadi pendapatan. Tapi dibuat tanda bintang. Tapi kita lihat kepala SKPD juga tidak hadir. Kita melihat seperti ada skenario yang dibuat TAPD. Karena kami sangat mewanti-wanti persoalan P APBD 2018 terulang," ujar Sutrisno. (A03/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ilmuwan Ingin Menggunakan Laser untuk Memandu Alien ke Bumi
Studi Ungkap Wanita Nigeria Kembangkan Bisnis dengan WhatsApp
Audio High Resolution Picu Peningkatan Speaker Wireless
Mirip Manusia, Robot Berteknologi AI Gantikan News Anchor
BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU