Home  / 
Arab Saudi Akui Jurnalis Khashoggi Terbunuh
* Kongres AS Mengecam, Kerjasama AS-Saudi Senilai Ratusan Miliar Dolar Terancam * Pejabat Turki Klaim Khashoggi Dimutilasi, Sekjen PBB Dorong Investigasi Mendalam
Minggu, 21 Oktober 2018 | 10:06:07
SIB/dailynewsegypt
DIBUNUH: Pemerintah Arab Saudi, Sabtu (20/10), mengakui wartawan Washington Post, Jamal Khashoggi, tewas karena bertikai dengan orang-orang yang ditemuinya di gedung konsulat pada 2 Oktober 2018.
Riyadh (SIB) -Otoritas Arab Saudi akhirnya mengakui wartawan Jamal Khashoggi tewas di dalam konsulatnya di Kota Istanbul Turki. Disebutkan Khashoggi tewas setelah terlibat perkelahian. Dilansir Aljazeera, Sabtu (20/10), Kantor berita resmi kerajaan SPA mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan wartawan tersebut hilang setelah terjadi 'pertarungan tinju'. Namun laporan itu tidak mengungkapkan di mana keberadaan jenazah Khashoggi. 

"Sebuah argumen meletus antara dia (Khashoggi) dan yang lain yang dia temui di konsulat Saudi di Istanbul yang menyebabkan perkelahian tinju yang menyebabkan kematiannya," SPA melaporkan. "Investigasi masih berlangsung dan 18 warga Saudi telah ditangkap," kata pernyataan dari jaksa penuntut umum Saudi, menambahkan penasihat istana Saud al-Qahtani dan wakil kepala intelijen Ahmed al-Asiri telah dipecat dari jabatan mereka.

Khashoggi diduga dibunuh sejak menghilang pada 2 Oktober lalu. Otoritas Saudi sebelumnya menyangkal tuduhan-tuduhan atas pembunuhan Khashoggi. Namun demikian, dugaan Khashoggi tewas makin menguat. Laporan berbagai media, yang mengutip sumber-sumber pejabat Turki, menyebut adanya bukti rekaman audio dan video yang menunjukkan Khashoggi diserang, dibunuh dan dimutilasi usai masuk ke Konsulat Saudi.

Akibat kasus tewasnya Khashoggi, otoritas Arab Saudi memecat dua pejabat senior. Pemecatan ini merupakan perintah dari Raja Salman. Sebuah pernyataan pada media pemerintah Saudi mengatakan dua pejabat senior itu ialah Saud al-Qahtani selaku penasihat istana yang dianggap sebagai tangan kanan untuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan wakil kepala intelijen Ahmed Asiri. Raja Salman bahkan memerintahkan pembentukan komite menteri di bawah kepemimpinan putra mahkota untuk merestrukturisasi badan intelijen.

Seorang sumber di lingkar dalam istana kerajaan Arab Saudi menegaskan, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) tidak mengetahui sama sekali operasi yang berbuntut kematian jurnalis Jamal Khashoggi.

Nama, putra mahkota Mohammed bin Salman menjadi sorotan setelah pemerintah Turki menyebut tujuh dari 15 tersangka pembunuh Khashoggi adalah pengawal pribadi Pangeran MBS. Ke-15 orang itu, menurut sejumlah media Turki, tiba di Istanbul pada 2 Oktober lalu dan langsung menuju kantor konsulat Arab Saudi. Di saat yang sama, Jamal Khashoggi juga berada di tempat itu untuk mengurus dokumen-dokumen yang akan dia gunakan untuk menikah di Turki.

Beberapa jam kemudian, ke-15 orang itu meninggalkan kantor konsulat menuju ke bandara dan terbang kembali ke Arab Saudi. Namun, di saat yang sama, Jamal Khashoggi tak pernah keluar dari gedung itu dan dinyatakan hilang sebelum dipastikan dia telah dibunuh.

TERANCAM
Di tempat terpisah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, memuji pengakuan Saudi soal tewasnya Khashoggi ini setelah dua minggu menyangkal dari tuntutan yang terus meningkat dari sekutu barat. Situasi ini membuat anggota parlemen AS menyerukan tindakan keras terhadap Saudi.

Trump menyebut bahwa apa yang telah terjadi pada jurnalis Saudi tersebut memang tak bisa diterima. "Saya pikir ini langkah pertama yang baik, ini langkah besar. Banyak orang yang terlibat. Dan saya pikir ini langkah pertama yang hebat," ujar Trump kepada para wartawan.

Namun di sisi lain Trump juga menegaskan bahwa Saudi merupakan negara sekutu yang hebat. 

"Arab Saudi telah menjadi sekutu yang hebat. Apa yang terjadi (memang) tak bisa diterima," imbuhnya seraya mengatakan bahwa dirinya akan menelepon Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. 

Namun Gedung Putih tidak menyebut soal kemungkinan adanya sanksi terhadap Arab Saudi terkait tewasnya Khashoggi. Trump juga telah menegaskan pentingnya Saudi dalam menghadapi rival regional Iran dan pentingnya lapangan kerja Amerika dari penjualan senjata AS secara besar-besaran ke Saudi.

Trump mengatakan bahwa dirinya akan bekerja sama dengan Kongres untuk membahas langkah-langkah selanjutnya. Namun saya lebih suka kita tidak menggunakan ganjaran pembatalan pekerjaan senilai US$ 110 miliar, yang berarti 600.000 pekerjaan. 

Bahkan Trump mengklaim keseluruhan nilai kerjasama dengan Saudi mencapai hampir setengah triliun dolar (450 miliar), yang membuka 1 juta lapangan kerja, sehingga menurutnya seperti dikutip dari CNN, Jumat malam kemarin.

"Kita membutuhkan mereka sebagai penyeimbang terhadap Iran," tutur Trump seraya menambahkan akan mencari solusi alternatif menyikapi insiden ini.

KRITIK PUTRA MAHKOTA
Sebelum dinyatakan tewas, Khashoggi mengkritik "pemerintahan otoriter" Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Kritikan itu disampaikan Khashoggi dalam wawancara off the record dengan seorang jurnalis Newsweek yang membuat tulisan mengenai kepemimpinan Saudi. Newsweek memutuskan untuk merilis wawancara tersebut setelah pemerintah Saudi mengakui bahwa Khashoggi yang hilang sejak 2 Oktober lalu, telah tewas dalam perkelahian di gedung Konsulat Saudi.

Kepada jurnalis Newsweek, Khashoggi mengatakan bahwa dia mengkhawatirkan keselamatan dirinya. Dia juga mengatakan bahwa dirinya tidak memandang dirinya sebagai "oposisi", tapi hanya menginginkan "Arab Saudi yang lebih baik."

"Saya tidak menyerukan penggulingan rezim, karena saya tahu itu tidak mungkin dan terlalu berisiko dan tidak ada satu orang pun untuk menggulingkan rezim," tutur Khashoggi dalam wawancara kepada Newsweek. "Saya cuma menyerukan reformasi rezim," imbuhnya seraya menyebut MBS sebagai "pemimpin suku yang kuno yang tidak terhubung dengan orang-orang miskin Saudi". "Kadang-kadang saya merasa bahwa ... dia ingin menikmati buah modernitas Dunia Pertama dan Silicon Valley dan bioskop dan segalanya, tetapi pada saat yang sama dia juga ingin memerintah sebagaimana kakeknya memerintah Arab Saudi," kata Khashoggi kepada Newsweek. Khashoggi juga mengkritik MBS yang menurutnya kekurangan penasihat yang benar. "Dia bergerak menuju Arab Saudi yang sesuai dengan dia, Arab Saudi menurut Mohammed bin Salman saja," ujar Khashoggi.

MERAGUKAN
Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat meragukan pernyataan otoritas Saudi yang menyebutkan jurnalis kawakan itu tewas dalam perkelahian.

Politikus partai lainnya, Eric Swalwell mempertanyakan dimana jasad Khashoggi jika dia benar tewas dalam perkelahian di gedung Konsulat. "Di mana jasadnya?" tulis Swalwell dalam postingan di akun Twitter-nya. "Keluarga Khashoggi berhak untuk segera mendapatkan jenazahnya di saat mereka mencari penyelesaian," tulisnya.

Sedangkan, Senator Bob Menendez dari partai Demokrat mengatakan, bahwa pemerintah AS harus mengupayakan sanksi-sanksi terhadap warga Saudi yang terlibat dalam kematian Khashoggi sesuai hukum Amerika, UU Global Magnitsky.

"UU Global Magnitsky tak punya pengecualian untuk kecelakaan. Bahkan jika Khashoggi meninggal karena pertengkaran, itu bukan alasan untuk pembunuhannya," tulis Menendez lewat Twitter. "Ini jauh dari selesai dan kita perlu mempertahankan tekanan internasional," imbuhnya.

Sebelumnya, pejabat-pejabat Turki telah mengatakan bahwa mereka punya bukti Khashoggi disiksa, dibunuh dan jasadnya dimutilasi di gedung Konsulat Saudi. Kepolisian Turki bahkan tengah melakukan pencarian di kawasan hutan Istanbul dan sebuah kota dekat Laut Marmara untuk mencari jasad jurnalis pengkritik kebijakan pemerintah Saudi itu.

DORONG INVESTIGASI
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengaku sangat terganggu dengan pernyataan dari pihak Arab Saudi terkait kematian Khashoggi di konsulat.

Menurut seorang jurubicara PBB, seperti dimuat Reuters, Guterres menyerukan penyelidikan cepat, menyeluruh dan transparan terhadap kasus pembunuhan Khashoggi. 

Dikabarkan Reuters, dia juga mendesak akuntabilitas penuh bagi mereka yang terlibat dalam kasus ini. (R1/CNN/Detikcom/Rmol/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Paripurna RPJMD Hanya Dihadiri 10 Anggota Dewan
Wali Kota Medan dan Kapoldasu Raih Gelar Magister Hukum di Medan
Anggota DPRD Medan Nilai, Pemko Masih Tebang Pilih Tertibkan Reklame
Melindungi Anak-anak Dari Bahaya Rokok
Bupati Indramayu Tepis Isu Mundur karena Masalah di KPK
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU