Home  / 
Niat Australia Pindahkan Kedubes ke Yerusalem Jadi Atensi RI
* Jokowi Kontak PM Morrison
Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:08:27
Jakarta (SIB) -Menlu RI Retno Marsudi angkat bicara terkait pernyataan PM Australia, Scott Morrison yang terbuka dengan usulan memindahkan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem. Indonesia mempertanyakan niat Australia itu.

"Kita memantau dari dekat pernyataan PM Australia terkait isu Palestina yang disampaikan pada pagi hari ini. Indonesia convince our strong concern on the announcement and questioned the merit of the announcement," kata Retno di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Retno menegaskan posisi Indonesia mengenai two state solution yang merupakan prinsip dasar yang harus dipegang untuk terjadinya perdamaian berkelanjutan antara Palestina dan Israel. Retno menyebut dukungan Indonesia kepada Palestina adalah amanah konstitusi.

"Dukungan Indonesia ke Palestina adalah amanah konstitusi. Saya ulangi, dukungan Indonesia ke Palestina adalah amanah konstitusi. Dan kegiatan kemarin, Solidarity Week for Palestine, merupakan komitmen pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap Palestina," tegasnya.

Oleh sebab itu, Indonesia mengajak Australia untuk mendukung proses perdamaian Israel dan Palestina. Bukan hanya Australia, negara-negara lain diminta mempertimbangkan hal yang sama.

"Indonesia telah meminta Australia dan negara-negara lain untuk terus mendukung proses perdamaian Israel-Palestina sesuai dengan prinsip-prinsip yang sudah disepakati dan tidak mengambil langkah yang dapat mengancam proses perdamaian itu sendiri dan mengancam stabilitas keamanan dunia," ujar Retno.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al Maliki menyebut langkah Australia yang akan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem adalah tindakan yang tidak menghargai resolusi Dewan Keamanan. Ia juga menyebut tindakan Australia tersebut tidak menghargai hukum internasional.

"Kami berharap Australia dapat mempertimbangkan kembali posisi mereka," ujar Maliki.

Maliki juga menyampaikan terima kasih atas respons cepat Pemerintah Indonesia dalam menanggapi hal ini. Indonesia, disebut Maliki, adalah negara pertama yang dengan segara mengambil langkah untuk berkomunikasi dengan Australia guna membujuk untuk tidak mengambil langkah yang kontradiktif.

"Indonesia, bahkan sebelum kami minta, adalah negara pertama yang dengan segera mengambil langkah terkait hal ini. Kami sangat mengapresiasi itu. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas komitmennya kepada perdamaian dan keadilan," ungkap Maliki.

Kontak PM Morrison
Terkait usulan pemindahan Kedubes Australia, Retno mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berkomunikasi dengan PM Australia Scott Morrison.
"Beliau berkomunikasi. Tadi pagi," ujar Retno.

Saat menghubungi Scott, Jokowi menanyakan rencana tersebut.

"Kita menyampaikan concern (perhatian), intinya menyampaikan concern mengenai announcement (pengumuman) itu," jelas Retno.

Sementara itu, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak setuju wacana tersebut.

"Kita memang nggak pernah setuju mengenai itu. Tapi itu kan haknya dia. Kita nggak setuju. Presiden juga menyatakan nggak setuju mengenai itu," ujar Luhut di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Namun, Luhut menyebut wacana itu merupakan hak dari Australia. Ia menambahkan, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang masih digodok tidak akan terpengaruh.

"Mestinya sih nggak terpengaruh, jalan saja. Tapi kan kita tidak setuju. Tapi itu hak negara berdaulat untuk melakukan itu," kata Luhut.

Temui Menlu RI
Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan menemui Retno Marsudi. Dia menjelaskan pernyataan PM Australia, Scott Morrison yang membuka kemungkinan Kedubes Australia di Israel pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Saya meyakinkan dia (Menlu Retno) soal pernyataan PM (Scott Morrisonn) yang secara terbuka menyatakan bahwa Australia belum mengambil keputusan soal Yerusalem tapi ada indikasi bahwa kami melihat situasi dan melihat opsi berbeda," kata Quinlan di Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat.

Quinlan menegaskan bahwa Australia tetap mendukung two state solution. Two state solution merupakan prinsip dasar yang harus dipegang demi tercapainya perdamaian berkelanjutan antara Palestina dan Israel.

"Sangat jelas apa yang ia (PM Australia Scott Morrison) katakan bahwa posisi Australia sangat kuat mendukung two state solution. Komitmennya pada two state solution betul-betul tidak berubah," ujar Quinlan.

Australia, dalam komitmen two state solution, mendukung Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dalam keadaan aman dan damai. Australia meyakini akan ada solusi antara Israel dan Palestina.

"Posisi Australia dalam hal ini tidak berubah. Kami sangat percaya ada solusi antara Israel dan Palestina," kata Quinlan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU